
Setelah aku berganti baju aku keluar dan pria itu masih menunggu di depan pintu appartmen ku.
"Maaf mas mari saya pasang kan gas nya" aku sambil berjalan mengekori pria itu.
Setelah sekitar sepuluh menit gas sudah terpasang dan setelah ku rasa semua aman aku berpamitan pada pemilik rumah. Kebetulan saat ku hendak keluar dari unit pria itu teman yang tadi di telfon telah tiba.
"Permisi mas..." ucapku sambil berjalan ke arah unit ku.
"Tunggu"
teriak pria itu pada ku dan aku berhenti
"Maaf mas ada apa, apa ada yang bisa saya bantu lagi?" tanyanku
__ADS_1
"Nama saya reinanta wibowo biasa dipanggil rei" sambil mengulurkan tangan padaku
"Saya rhieanti prastiwi mas biasa dipanggil rhirhi kadang juga wiwi" sambil menjabat tangan mas rei
Ekhemmmmm...
"Masih lama ini acara perkenalannya rei?" tanya brian yang kutau tadi karna mas rei memanggil namanya begitu
Permisi mas saya lanjut sudah mau adzan isya juga.Setelah sampai di unit ku yang dengan type studio ini aku langsung menuju kamar mandi untuk berwudu karna sudah terdengar suara adzan.
Setelah selesai memasak terdengar ketukan pintu lalu aku bergegas untuk membuka pintu dan itu ternyata mas rei yang mengantar beberapa buah sebagai tanda perkenalan, karna merasa tidak enak karna tah diberikan buah tangan akhirnya aku mengajak mas rei makan malam bersama.
"Mas silakan masuk saya ada masak meski sederhana lumayan dari pada keluar cari makan" tawar ku berbasa basi dan malah disetujui...
__ADS_1
Kami makan dengan nyaman dan tenang tanpa ada perbincangan selama makan.Untungnya aku masak lumayan banyak kalau tidak kan malu sama mas rei.
Setelah selesi makan mas rei mengajak untuk ngobrol di rooftop meski enggan namun tak enak kalau menolak.
Aku dan mas rei masuk ke lift dan langsung menuju rooftop yang kebetulan tidak ramai dan kami mengambil tempat duduk di ujung yang dekat dengan pembatas karna view nya lebih bagus sih menurutku.
Kami mengobrol hanya sebatas tentang asal usul yang kebetulan mas rei ini bekrerja pada tempat yang sama denganku bedanya dia baru akan masuk lusa nanti sedangkan aku mulai besok senin.
Tak terasa suhu udara semakin dengan dengan jam di handphone ku dan jam sudah menunjukkan pukul sepuluh malam dan aku izin untuk kembali karna esok harus kerja.
Aku dan mas rei bertukar nomor telfon meski aku enggan untuk memberikan nomor telfonku namun perasaan tak enak itu yang akhirnya membuat ku memberikan nomorku.
Senin pagi ini aku bangun jam lima subuh sholat lalu masak dan membersihkan unitku ini dan menyiapkan barang yang akan ku bawa menata bekal dan menyiapkan pakaianku.
__ADS_1
Setelah semuanya telah siap aku mandi dan langsung sarapan. Aku memakai blous putih dengan bawahan berwarna hitam menggulung rambutku menyerupai sanggul untuk kerapihan dan standar kantor ku bekerja.
Setelah sampai di kantor aku langsung melakukan absen dan menuju ruanganku, menyalakan komputerku dan mengecek perkerjaan apa yang harus aku selesaikan hari ini.