
Setelah hari yang melelahkan dan presentasi yang alhamdulilah berjalan lancar tiwi melangkah untuk keluar dari gedung dimana ia bekerja. Tiwi akan memesan ojek online dan secar kebetulan rei akan pulang dengan asistennya. Tiwi hanya menunduk saat berpapasan dengan rei karna ia terlampau segan untuk menatap bosnya itu.
Tiwi sudah memesan ojek online dan menuju ke salah satu dealer motor karna ia akan membeli motor saja karna jika ia membeli mobil akan susah nanti saat ia akan kembali pulang ke kampung.
Tiwi sampai pada dealer motor dan membeli motor yang sesuai dengan keinginan dan kebutuhannya.Setelah motor dibayar ia melaju pulang ke flatny dan mampir sebentar untuk membeli bebrapa perlengkapan lainnya.
Tiwi melihat rei sedang tertawa riang dengan seorang wanita yang sangat cantik dan ia tak berani menatap arah kedatangan bosny itu. Tiwi segera kekasir dan membayarnya, tanpa tiwi sadari rei menatap tiwi penuh kagum.Perempuan yang kini telah mengambil beberapa bahan makanan itu terlihat anggun.
Meski baru pulang bekerja tak mengurangi sedikitpun kecantikan tiwi. Tiwi keluar dengan membawa belanjaannya dan menaruhnya di sela sela motornya.Tiwi melajukan motornya dengan kecepatan sedang menuju apartemen nya.
Tiwi masuk ke flatnya dan langsung masak karna sebentar lagi masuk maghrib.Tiwi masak orek tahu tempe ayam goreng dan sop ayam. Setelah selesai berkutat di dapur ia masuk ke kamar dan mandi serta menyelesaiakan kewajibannya pada sang khaliq.
Ting tong ting tong...
Tiwi tak punya teman dekat dan ia merasa tak memiliki janji dikunjungi oleh teman namun ia tetap membuka pintu.
"Assalamualaikum tiwi" salam rei di depan pintu
"Waalaikumsalam mas rei, eh salah pak rei" maaf pak cicit tiwi
"Boleh masuk ga wi?" tanya rei
__ADS_1
"ehh... bo boleh pak silahkan pak" mau nolak ga berani karna dia bosnya bisa jadi dendeng ragi kalau nolak kunjungan bosnya itu
"Hemmm kamu masak apa wi?" tanya rei to the point
"ehhh itu pak masak buat makan malam pak. eh maaf pak mau sekalian makan malam disini pak tapi ya gitu seadanya" jawab tiwi kikuk
"Boleh memang saya numpang makan disini wi?" tanya rei basa basi padahal hatinya bersorak gembira.Rei sengaja datang habis maghrib karna kebiasaan tiwi masak dan makan setelah habis maghrib itu dari pengamatan rei yang tepat sasara.
"Bo boleh pak silahkan pak. Namun sekedarnya pak saya juga belum bisa masak pak masih belajar" sambil mengarahkan rei ke ruang makan yang terhubung dengan dapur.
Tiwi mengambil piring dan gelas menata diatas meja dan menuangkan air pada gelas.
Tiwi dan rei makan dengan khusyuk dan rei menikati masakan tiwi dengan sukacita sedangkan tiwi menikmati makanannya dengan perasaan yang tertekan takut kalau masakannya tak sesuai dengan lidah bosnya.
Tiba tiba handphone tiwi berdering untung sudah selesai makan dan mereka masih berada di kitchen island dengan fokus pada wajah tiwi yang ditatap dengan tatapan kagum dari rei.
"Assalamualaikum bu" sapa tiwi pada ibunya disebrang
"walaikumsalam wi, apa ibu ganggu kamu nduk?" tanya ibu tiwi
"Ga kok buk ada pa buk? ibu bapak semua sehat kan buk?" tanya tiwi pada ibunya
__ADS_1
" alhamdulilah semua sehat nduk.Ibu minggu depan ke jakarta nduk jenguk kamu sekalian bapak mau ketemu kamu. Mungkin sudah saatnya kamu berdamai dengan keadaan" ibu menjelaskan
" bu tiwi belum sepenuhnya siap. Tiwi sudah terima keadaan dan tiwi rasa nanti saat tiwi siap tiwi temui bapak sendiri buk. Sekarang cukuplah tiwi berbalas pesan lewat wa sama bapak.Tiwi ga mau nyusahin ibu dan bapak buk." Jawaban tiwi terasa memilukan dengan air mata yang mulai menetes
"Maafin ibu wi ibu ga bisa buat kamu bahagia. Ibu gagal jadi ibu yang baik ibu gak ada saat tiwi butuh ibu dan ibu gak pernah ada saat tiwi dalam kesedehan tiwi. Maafkan ibu ya wi" ibu di sambungan vidio call
" Jangan nangis bu mungkin ini takdir tiwi yang harus tiwi jalani mungkin memang tiwi harus seperti ini bu. Tiwi ga kecewa sama siapapun hanya tiwi masih belum bisa percaya dengan siapapun bu tiwi sudah tak bisa percaya sama siapapun terutama laki laki bu.Sakit itu masih membekas buk" tangis tiwi mulai terdengar
" wi ibu ga akan maksa kamu buat nikah dengan riko tapi ibu minta carilah pasangan wi jangan siksa hidupmu karna kesalahan kami nak" ibu tetap memberi wawasan pada tiwi yang makin terisak
" Bu aku hidup dalam hinaan aku besar dari hinaan mereka izinkan aku membuktikan pada mereka bu, izinkan tiwi membalas luka tiwi bu.Cukup sudah bu tiwi dihina di caci bahkan dihujat bahkan bukan dari kesalahan tiwi bu.Apa tiwi salah jika papa ninggalin ibu apa itu kesalahan tiwi buk.Mereka menghina tiwi seolah tiwilah yang bikin kesalahan bu, bu biarlah tiwi mencari bahagia tiwi bu.Maaf bu tiwi mau istirahat. Assalamualikum" tutup tiwi pada videocall dengan ibunya.
Tiwi duduk diatas karpet denganmemeluk kakinya membenamkan wajahnya kedalam tekukan kakinya.Meluapkan kesedihan yang dia pendam selama ini dengan menangis sepuasnya.Tiwi yang sadar jika ada bosny langsung menghapus air matanya dan mendekati tempat duduk bosnya.
Dia tak sadar jika sejak tadi bosnya memperhatikan tiwi meski rei sangat ingin memeluk tubuh tiwi namun ia hanya bisa menatap tiwi penuh iba.
"maaf pak jika harus melihat saya seperti ini" ucap tiwi
"ga apa wi, makasih makan malamnya jika kamu butuh saya bisa wa or telfon saya ya wi kalau urgent gedor aja pintu saya" ucap rei serius namun dengan nada bercanda
"terimakasih pak" jawab tiwi
__ADS_1
" saya pulang wi. Kamu sholat terus istiraht ya kalau ada apa apa ingat pesan saya saya siap sedia 48 jam buat kamu wi" rei sambil berjalan arah pintu rumah tiwi
" makasih pak setidaknya bapak sudah menghibur saya" tiwi dengan senyuman mengantar rei ke depan pintu