CEO Itu Mantan Kekasih Ku

CEO Itu Mantan Kekasih Ku
Awalan


__ADS_3

Astaga Lisa!...


Lo lulus dengan nilai tertinggi di kampus kita?" seorang wanita menganga mulutnya dengan lebar, menatap tak percaya pada lembaran kertas di tangannya.


lisa membalasnya dengan senyuman bahagia. toh, siapa yang tidak bahagia mendapatkan nilai lulusan terbaik seuniversitas?. "yaelah biasa aja kale.... Sit, tu mulut ga usah melongo juga kali," timpal Arumi menyenggol lengan Siti.


" tuh liat, lalat hijo hampir saja masuk." lanjut Riko. Siti masih menatap kertas yang di pegangnya, lalu ekor matanya melirik teman-temannya satu persatu, kemuduan bola matanya turun mengarah pada mulutnya.


Huahahaha...


aksi konyolnya suskses membut Lisa, Arumi, dan Riko tertawa.


***


Di sebuah kos-kossan kecil dimana tempat lisa tinggal, ia meletakkan tas kuliahnya, mengganti bajunya, kemudian dilanjutkan dengan membersih badannya dengan air hangat. setelah ritual bersih-bersihnya selesai, lisa merebahkan tubuhnya di atas kasur. entah mengapa hari ini sangat menguras tenaganya dua kali lebih banyak dari hari-hari biasanya.


disaat lisa mulai memejamkan mata, namun ia hurungkan ketika lisa teringat pada orang tuanya yang sudah lama sekali tidak lisa bubungi. bukannya lisa lupa, hanya saja satu bulan yang lalu ponselnya rusak, dan baru saja ia perbaiki. lagi-lagi lisa tersenyum, lalu bangkit dari kasur, kemudian merogoh ponsel yang berada di atas nakas di sebelah tempat tidur. Ponsel berukuran kecil yang terlihat jadul, bermerek Nokia, di tambah dengan layarnya yg sedikit retak. namun masih bisa berfungsi.

__ADS_1


perlahan lisa menyalakannya, dengan hitungan detik layar ponsel pun menyala. yang pertama kali lisa liat adalah pemberitahuan 17 kali panggilan tak terjawab dari ibunya. karna perasaan kawatir, lisa menghubunginya kembali, percobaan pertama tak di jawab. sampai yang ke ketiga kalinya telpon pun terhubung.


"Assalamualikum bu." bu, maaffin lisa, kemarin posel lisa-, belum sempat lisa menyelesaikan pembicaraannya, terdengar isakan tangis dari ibu. "bu, ibu knapa?, suara tangisan ibu semakin deras membuat lisa semakin khawatir. "a-ayah lisa," ada apa dengan ayah bu?" tanya lisa dengan nada panik.


"ayah mu kecelakaan lisa." suara ibu bergetar mengatakan hal tersebut. seketika dada lisa terasa sesak, matanya memanas setelah mendengar pernyataan tetang ayahnya. "ayah mengalami patah tulang belakang, kata dokter, ayah harus segera di operasi. jika dalam waktu dua bulan kedepan ayah belum juga menjalankan operasi, maka dipastikan ayah akan mengalami kelumpuhan untuk selama-lamanya lisa."


lisa menahan tangisnya. sungguh, ini adalah berita menyakitkan untuknya. ayah adalah satu-satunya orang tua kandung yang ia miliki. semenjak ibunya pergi ke luar negri, lisa tinggal bersama ayahnya, sampai ayahnya menikah kembali dengan bu susi. dulu kehidupan ekonomi ayah bisa dibilang sangat baik, ayah lisa memiliki beberapa cabang caffe di berbagai kota. namun tiba-tiba saja usaha ayah bangkrut di saat lisa berumur 8 tahun. oleh karena itu, ibu kandungnya pergi meninggalkan lisa bersama ayahnya, dengan alasan tidak ingin hidup susah. sampai ayahnya bertemu ibu susi yang bisa menerima ayah apa adanya, dan turut dalam membesarkan lisa sampai ia tumbuh dewasa seperti saat ini.


Setelah memutuskan panggilan, lisa menjatuhkan ponsel dari tangannya. lisa memeluk lutut dan menumpang siku tangannya disana. telapak tangan menutupi bagian wajahnya yang di penuhi air mata. rasanya ingin sekali ia pulang menemui ayahnya, tapi dia sadar, yang di butuhkan ayah saat ini adalah uang untuk proses operasi, dan tentu bianya sangata mahal. dari mana lisa mendapatkannya?, sedangkan ia belum berkerja, bahkan lisa baru saja akan wisuda 2 hari lagi.


***


Cklek.


Seorang wanita membukakan pintu, lalu menghampiri lisa. "tolong ya, kalo mau ngemis, jangan disini! " ujar wanita itu dengan bersedekap dada. perlahan lisa membuka wajahnya lalu ia memaksakan senyumnya setelah melihat sosok wanita yang ada dihadapannya saat ini. "hentikan senyum mu itu! lalu katakan apa tujuan mu kesini?"


Lisa berdiri dari duduknya, "tante, ayah lisa kecalakan, ayah mengalami patah tulang di bagian tulang belakang, dan ayah harus segera di operasi tan-

__ADS_1


belum sempat lisa menyelasikan pembicaraannya sebuah tamparan keras mendarat di pipi mulusnya. "Sekarang kamu mau minta bantuan saya?, karna uang saya banyak? makanya, punya paras cantik itu jangan di sia-siain!. "sudah berkali-kali saya minta kamu untuk berhenti kuliah, dan jadilah wanita malam seperti saya! dan ingat, kamu itu lahir dari keluarga miskin. "Percuma kamu melanjutkan kuliah mu lisa!" Hardik selena seraya menoyor kepala lisa dengan sekuat tenaga.


Sebulir air matapun jatuh. dengan cepat lisa menyerkanya. "lisa memang anak dari keluarga yang miskin tante, dan tante tidak berhak mengatur kehidupan lisa. lisa kuliah untuk masa depan lisa, dengan prestasi yang lisa punya, sampai saat ini lisa bisa menyelesaikan kuliah tanpa campur tangan tante. ujar lisa seraya memegang pipinya yang terasa panas, akibat tamparan selena.


"Oo..., jadi sekarang kamu sudah menyelesaikan kuliah mu, begitu? lalu masa depan seperti apa yang kamu harapkan? menyelasikan kuliah, lalu menjadi pengangguran, setelah itu datang mengemis di hadapan saya?"


"Atau jangan-jangan kamu sudah siap menjadi wanita jalang?" ujar selena seraya mencekram dagu lisa. dengan cepat lisa menggelengkan kepalanya. "lisa, lisa. "saya tau kamu ini bukanlah wanita yang polos, bukankah sebelumnya kamu sudah pernah mencobanya?, bahkan saat itu kamu masih duduk di bangku SMA.


"Sepertinya dulu kamu sangat menikmatinya, walau hanya sebatas melihat ciuman mesramu bersama kekasih monyet mu itu, dapat saya pastikan bahwa aksi kalian sudah lebih jauh dari itu." mendengar perkataan selena membuat kuping lisa terasa panas. dengan cepat lisa menarik tangan selena dri dagunya.


"jaga ucapan tante!." sergah lisa dengan mengacungkan jari tngannya ke muka selena.


"dimana kekasih mu itu hmm?", tanya selena sambil mengankat dagunya. "oh saya lupa, dia sudah lama meninggalkan mu, bahkan sekarang mungkin dia sudah melupakanmu, tentu saja kmu hanya di jadikan wanita jalang olehnya. lanjut selena seraya tersenyum sinis.


PLAK. "ingat!, saya bukan jalang seperti yang ada maksut!. jawab lisa seraya mendaratkan tamparannya di pipi selena.


Usai menampar selena, lisa pergi meninggalkan wanita itu.

__ADS_1


__ADS_2