
Hari yang di tunggu-tunggu lisa pun tiba. sebuah gedung besar yang terdapat banyak kursi kemudian di isi oleh ribuan mahasiswa menjadi saksi di sana. mendengar namanya dipanggil, lisa pun melangkah maju menuju panggung.
Sebagai wisudawan berprestasi, lisa menerima ijazahnya secara langsung dari seorang rektor. tentu ini menjadi suatu kebanggaan untuknya.
Acara pun berangsur selesai. seluruh wisudawan berhamburan keluar dari gedung tersebut.
Lisa memilih diam menunggu antrian ketimbang harus berdesak-desakan seperti wisudawan lainya. toh, untuk apa merepotkan diri, ketika nanti ia juga akan keluar dari gedung ini.
Tiba-tiba saja lisa di kejutkan oleh seseorang yang berlari lalu menarik tangannya. "ayuk lis!" lisa pun mengikuti, ketika Riko membawanya keluar dari gedung tersebut. dan sudah ada Siti dan Arumi menunggunya di sana.
__ADS_1
"Lisaaaa!...
suara cempreng Siti bergema di indra pendengarannya. Siti berlari dari tempatnya, kemudian memeluk lisa dengan erat. "Lisa, gw pasti bakalan kangen banget sama lo. "aku juga bakalan kangen, sama kamu." jawab lisa seraya membalas pelukannya.
"ehm, trs gw gak di anggap ni?, Arumi bersuara dengan nada kesal. lisa pun melepaskan pelukannya, kemudian beralih memeluk Arumi. "kamu juga sayang", setelah itu mereka bertiga berpelukan bersama. "Rik, lo gak mau pelukan bareng kita?" tawar Arumi sambil merenggangkan pelukanya. Riko menyunggingkan senyumannya lalu menggelengkan kepala.
"dengarkan aku, tidak akan ada salah satu dari kita mengganti nomor telpon!. jika pun harus di ganti, jangan lupa memberi tahu satu sama lain." kata Arumi mengingatkan. "You understand?, Understand! jawab lisa dan Siti secar bersamaan.
mereka semua menangis ketika keluarga Siti dan Arumi datang menghampiri. mereka pun melepaskan pelukan, lalu pergi mendekati keluarganya masing-masing. kecuali lisa. karna lisa hanyalah wisudawan sebatang kara disini. mengingat ibunya sekarang berada di rumah sakit, menemani ayahnya.
__ADS_1
Lisa menatap kepergian Siti dan Arumi. kemudian ia berbalik badan dan mendapati Riko tengah berdiri di belakangnya.
"Setelah ini kamu mau berkerja dimana Rik? tanya lisa. "di perusahaan papa lis" jawab Riko. "kamu sendiri? " aku akan mencari perkerjaan terlebih dahulu." Jawab lisa sambil mengulas senyum.
"Kalau kamu mau, kamu bisa berkerja di perusahaan papa" tawar Riko. lisa menggeleng kepalanya. "tidak usah Rik, aku tidak mau merepotkan. lagi pula, aku juga ingin mencari suasana yang baru dan lingkungan baru." tolak lisa. jauh di lubuk hatinya, sebenarnya lisa membutuh tawaran tersebut. setelah lisa mengetahui bahwa Riko menyukainya, membuat lisa merasa tidak nyaman ketika berada di sisinya. karna sesungguhnya lisa hanya menganggap Riko sebagai sahabat. tidak lebih dari itu.
Riko mengangguk. lalu ia mengeluarkan selembar kertas dari tas selempangnya, lalu memberikanya kepada lisa. "kemarin pamanku ngasi ini, katanya ada loangan kerja disana." jelas Riko.
Lisa mengambil kertas tersebut. "Makasih Rik.
__ADS_1