
"apa aku akan hidup bebas tanpa aturan darimu" tanyanya mengambil surat kontrak
" tentu aku gak bakal mencampuri urusan anak kecil" menjitak kepalanya
"apa kamu seorang penjahat ini sangat sakit" mengelus kepalanya
" bukan kah aku seperti malaikat yang menyelamatkan putri kecil" senyuman mengejek
" bukankah malaikat tidak pernah memaksa putri sebaik diriku" memalingkan wajah
" bocah kecil ayo turun" ketika sampai di depan restoran
" aku tidak mau makan dengan seorang penjahat kejam" mengerutkan dahi
" kamu lebih merepotkan dari dugaan ku" sambil mengendongnya
"apa yang kamu lakukan pria mesum " memukuli bahaunya
ia yang mendengar ucapan mesum seketika itu menjatuhkan sisel ke jalan
" aduhh kamu lebih tua kenapa kamu sangat jahat terhadap anak kecil" mengomel kesakitan
" ayo nona saya bantu" ucap skertarisnya
" iya terimakasih" sambil berdiri
ia kemudian berjalan menghampiri pria itu di meja makan yang sudah di pesan
" apa yang ingin kamu makan" menunjukan buku menu
" aku hanya mau makanan enak" memalingkan wajahnya karna ia masih marah
" saya pesan menu rekomendasi hari ini" ucapnya kepada pelayan di sampingnya
" baik saya akan segera membuatnya" berjalan menuju dapur
__ADS_1
" ini surat kontrak yang tadi belum kamu tanda tangan" menyodorkan selembar surat
sisel pun mengambil polpen untuk menandatanganinya
" setelah pernikahan kita aku akan pergi keluar negri untuk mengurusi perusahaan cabang selama 2 tahun"
"apa kamu langsung pergi" sambil menandatangani suratnya
"apa kamu sangat sedih" tanyanya sambil menatap sisel
" tidak justru aku sangat senang" ucapnya sangat tidak perduli
"baguslah"
makanan pun mulai berdatangan, ia pun memulai memakan satu per satu hidangan yang ada di atas meja
*
*
*
*
*
" kamu mau pulang kerumah apa ke asrama lagi" tanyanya sambil mengecek laporan di handphone nya
" ke asrama aja" melihat ke arah jendela
" setahuku kamu jarang berada dirumah saat libur"
" aku malas pulang kerumah" jawabnya dengan ketus
"keluargamu sangat buruk ya" dengan nada meledek
__ADS_1
" ibu dan saudara tiriku yang selalu membuat aku kurang nyaman" menjawab dengan datar
" ayahmu? " tanyanya lagi
"ayah selalu kerja lembur jarang bertemu dia juga" melihat ke arah jendela terus
" sebentar lagi kamu akan jadi nyonya dan kamu bebas membalas apa pun"
"tidak perlu" sangat tidak memperdulikan
ia pun hanya tersenyum ia sangat lega semua rencana yang dipikirkan sangat sesuai dan mempermudah ia dalam bekerja
sebelum ia menerima pernikahan politik ini ia sudah menyelidiki sifat yang akan dinikahkan olehnya
ia mengetahui semua sifat Hanna yang sebagai kakak tiri alasan ketika ia memilih sisel adalah anaknya sangat baik dan penurut walaupun ia masih sekolah itu bukan masalah baginya
dan ia tidak perlu cemas ketika ia kerja karena sisel tidak akan melakukan hal buruk yang bisa merugikannya
sesampainya di asrama
" aku turun dulu terima kasih tadi makanannya " sambil membuka pintu mobil
" 3 hari lagi aku akan menjemputmu untuk pergi ke desainer baju pengantin"
ia sangat tidak menghiraukannya ia berjalan menuju kamar
saat ia membuka pintu kamarnya
"sisel tadi om itu siapa" tanya rara sangat polos
"ya sel kamu cerita dong sama kita itu siapa, ngapain kamu pergi dengannya dan kamu pergi kemana" tanyanya sangat teliti
" huh aku sangat capek mau tidur" menarik selimut
" sisel ayo lah kamu kok gak seru gini" Rosa yang menarik tangan sisel dengan kesal
__ADS_1
"iya sel cerita dong" rara yang duduk di sampingnya
"itu calon suamiku"