
beberapa jam kemudian ia pun akhirnya sampai
" maaf aku terlambat" berjalan buru buru menuju ke hadapannya
" kamu emang sangat bodoh " menjitak kepala sisel
" aduh ini sakit" merokok kepalanya dengan tangannya
setelah perdebatan yang membuatnya kesal ia pun akhirnya di minta oleh staf yang bertanggungjawab atas bajunya untuk mencoba beberapa gaun
5 menit kemudian ia pun keluar
"gimana gaun ini " menanyakan pada laki laki yang sedang duduk santai di hadapannya
apa apaan orang itu memakaikan pakaian sangat terbuka untuk calon istriku
ucapnya di dalam hati sambil melihat ulang tubuh sisel
" kamu sangat jelek coba yang lain lagi" ucapnya dengan muka memerah
" maaf Pak ini menurut ku sangat cocok untuk image anak muda yang imut" ucap stafnya menjelaskan
" yang mau nikah disini saya apa kamu kalo kamu gak mau dengerin saya akan saya batalkan gaun ini" ucapnya sangat dingin
" baik Pak" menggandeng sisel untuk menganti gaun
setelah beberapa saat ia keluar lagi untuk melihatkan gaun lain kepadanya
__ADS_1
" masih jelek ganti lagi"
ia pun menuruti perkataan calon suaminya walaupun ia mulai kesal saat itu
beberapa saat kemudian ia pun keluar lagi ia sudah sangat lelah bolak balik berganti pakaian
" apa ini masih kurang bagus untuk mu" jawabnya dengan nada marah
" Em ini ya lumayan juga tapi gak begitu bagus " ejeknya
" apa sih yang kamu mau aku sudah capek bolak balik tau"
" ya udah ayo makan mbak gaun yang terakhir ya" ucapnya dengan berjalan keluar
ia pun menuruti apa yang di ucapkan laki laki itu karena ia juga saat itu sudah sangat lapar
sisel sangat menikmati makan bersama walaupun ia masih kesal dengan laki laki itu
setelah selesai makan
" aku nanti langsung ke perusahaan kamu bisa pulang sendiri kan" ucapnya sambil merapikan alat makan
" ya nanti aku mau ke asrama dulu "
" kamu hati hati di jalan jangan lupa satu minggu lagi kita akan foto prewedding kamu jangan sampai telat lagi" menunjuk dahinya
" ya" ucapnya sangat kesal di perlakukan seperti anak perempuannya
__ADS_1
setelah makan selesai ia pun berencana ke asrama untuk memberikan undangan ke rara dan risa
sesampainya di sana
" sisel kenapa kamu jarang banget masuk sekolah sekarang" mereka lari untuk memeluk sisel dengan sangat sedih
" maaf aku sibuk ngurus pernikahan ku" sambil memeluk ke dua temannya itu
" apa sel kamu jadi nikahnya" ucap Rosa
" ya jadi kalian jangan lupa datang ya ini undangannya" memberikan undangan
" huuu temen kita sekarang udah mau jadi ibu "saling menatap sangat sedih
" kamu jangan berfikir aneh aneh setelah nikah kita akan berpisah dia akan pergi ke luar untuk pekerjaan dan kita bisa bareng bareng terus sampai kuliah" memikirkan ending yang sangat menyenangkan
" oke kita kedepannya akan menghabiskan waktu bertiga ya" pikir mereka bertiga membuat janji
" ya udah ya aku pulang dulu sa ra" melambaikan tangan dan menuju ke mobil lagi
" hati hati sel" ucap teman temannya
ia pun sangat senang akhirnya ia akan terbebas dari ibu dan saudara tirinya hidup dengan bebas sesuai pilihannya
ia juga bisa membantu ayahnya ketika ayahnya sedang butuh bantuan
dan itu menurutnya sudah sangat cukup untuk membuat ia bahagia
__ADS_1