
hari cepat berlalu
mereka pun akhirnya melakukan foto prewedding
ia merasa sangat canggung mengenai posisi yang telah diatur untuknya
karena sebelumnya ia tidak pernah sedekat ini dengan wanita lain
jika terus kayak gini aku bisa telat ke kantor ucap laki laki itu sambil memeluk sisel dengan erat
" bagus bagus pertahankan sebentar lagi" ucap fotografer yang sedang mengambil foto
sisel yang merasakan pelukannya itu wajahnya seketika memerah sambil menatap wajah laki laki itu dengan muka tegang
" ini bagus tapi mempelai wanitanya agak canggung" ucap fotografer sambil menunjukan hasil foto
" ini juga gak apa apa saya sibuk harus pergi ke kantor" berjalan menuju ke mobil bersama sisel yang berjalan di belakangnya
di dalam mobil pun mereka hanya terdiam ia sangat merasa laki laki itu selalu memancarkan aura yang dingin di sekitarnya
ia sangat fokus melihat HP nya yang selalu berbunyi itu tanpa memikirkan hal hal yang masih hidup di sekitarnya
" hari ini mau pulang apa ikut aku ke kantor? " tanyanya laki laki itu
__ADS_1
"aku mau pulang aja ke rumah" tidak berani menatap wajahnya
" baik Pak antarkan nona sisel pulang ke rumahnya"
" baik tuan" melirik ke arah kaca
setelah sampai ia pun langsung turun dari mobil untuk menuju ke ruangannya dan mulai bekerja
sedangkan sisel pulang ke rumah untuk menyiapkan pernikahan dan juga ia ingin bertemu Ayah nya
"bunda sebentar lagi sisel akan menikah sebenarnya sisel takut tapi tidak ada pilihan lain lagi bunda" berbaring di kamarnya sambil menatap foto ibunya
cukup lama ia bersedih hal itu membuat perut kecilnya merasa kelaparan akhirnya ia memutuskan untuk mencari makanan di dapur
saat melewati kamar ibunya ia mendengar perbincangan antara ibu dan saudara tirinya yang ingin memanfaatkan ia dan ayahnya
bagi mereka aku hanya pion catur yang harus membuat hidup mereka berkecukupan di dalam hati ia merasa sangat sedih mendengar hal itu ia tidak jadi ke dapur dan kembali ke kamarnya
ia berfikir sangat keras tentang cara untuk membongkar sifat asli ibu tirinya itu
sampai ia tidak tau lagi harus meminta bantuan siapa lagi ia hanya memikirkan laki laki yang sangat berkuasa di negara ini adalah tuan muda dingin itu
"tut tut tut" menelfon tuan muda
__ADS_1
"ada apa tiba tiba telfon apa kamu masih kangen tadi" ucapnya sambil mengangkat hpnya
"aku ada satu permintaan ketika kita sudah menikah nanti" sangat tegas
" apa yang kamu minta"
" setelah kita menikah aku akan membicarakan tentang hal yang aku inginkan "
" baik lah kalo sudah aku tutup dulu" meletakkan hpnya lagi
malam telah berlalu
semua orang yang ada di rumah sangat sibuk mempersiapkan pesta pernikahannya
tidak lupa juga ibu tirinya selalu mencari muka di depan orang banyak
ia selalu menjadi istri yang patuh dan ibu yang baik kepada anak anaknya ketika di depan umum
dan menjadi wanita yang gila harta di depan sisel
ia selalu merasa kurang tentang hal yang sudah ia punya sekarang
ia selalu ingin menyingkirkan sisel karena sisel lah ahli waris yang sah untuk mengambil 70% harta yang ditinggalkan untuknya
__ADS_1
"sayang kenapa kamu keluar? " kamu harus istirahat penuh untuk hari besar mu besok " ucap ayahnya sambil mengawasi dekorasi yang sedang di buat
" iya sisel sayang kamu harus istirahat lebih awal supaya kamu bisa merasa sangat segar di pagi harinya" saut ibunya tersenyum sambil menata rambutnya