
melihat perlakuan ibu tirinya ia pun hanya terdiam
kemudian ia berjalan meninggalkan ibu tirinya yang masih berada di depan pintunya untuk menemui tuan muda yang sudah datang
" sel tuan muda sudah menunggu kamu di taman" ucap ayahnya sambil berjalan ke dalam rumah
" iya yah"berjalan menuju taman
sesampainya di taman ia tidak melihat orang lain yang ada di sana
kata ayah ada orang sombong itu tapi kok gak ada
ucapnya didalam hati sambil berjalan mencari tuan muda
"jalan mu sangat lambat sekali apa dengan kamu kayak gini bisa jadi nyonya muda yang terpandang" ucap laki laki di tepi kolam
" eh kamu kenapa disini " jawabnya sangat kaget
" kenapa aku gak boleh disini" sambil memberikan makanan pada ikan
" terserah kamu " duduk di kursi taman
"jangan lupa besok kita mau pilih gaun pernikahan " berjalan menuju kursi
" ya aku gak lupa"
" setelah menikah aku akan pergi dan kita gak akan ketemu waktu itu kamu bebas mau kemana aja dan setelah 3 tahun kita akan cerai" duduk di samping sisel
"syukurlah kamu akan pergi jadi aku gak usah khawatir " memalingkan wajah
__ADS_1
" ingat ya waktu 3 tahun ini kita gak boleh saling suka "
" siapa yang suka sama om om kayak kamu"
setelah berbincang bincang cukup lama ia pun akhirnya pulang dan sisel pun kembali ke dalam rumah
" eh bocah culun seneng ya kamu udah berhasil ngerebut suami gue dan sekarang mau gantiin gue jadi nyonya muda kamu tuh gak pantes"
berdiri di halaman rumah
" kalau kakak mau ngomong aja ke ayah dan tuan muda sisel juga gak mau menikah"
" ogah banget gue toh kamu sekarang akan jadi boneka penghasil uang untuk keluarga ini dan aku hanya bersenang senang ngabisin duit ayah lo"
sisel yang mendengar ucapan kakaknya ia pun hanya terdiam mengabaikannya dengan meninggal kan saudaranya itu di halaman
ketika di kamar ia hanya menangis sambil melihat foto ibunya
makan cake bersama di taman liburan ke pantai bertiga selalu ditemenin bundanya saat tidur
saat saat mengingat itulah yang membuat ia sedih ia sangat rindu gimana rasanya di sayang di perhatikan keluarga
tapi saat ini ia hanya bisa hidup jika ia ingin bertahan ia hanya mengingat ayahnya yang sangat ia sayang
ia tidak tau lagi jika ayahnya juga meninggalkan nya ia akan hidup bagaimana
saat ini ia hanya bisa berserah diri dengan keadaan mengikuti apa yang di minta ayahnya supaya ayahnya bisa selalu hidup bahagia
keesokan harinya
__ADS_1
setelah ia bangun ia langsung bersiap siap untuk pergi bersama tuan muda
sebelum itu ia sarapan terlebih dahulu bersama keluarganya
"ayah aku pergi dulu" setelah selesai makan
" ya sayang hati hati ya" tersenyum ke hadapan putrinya
sedangkan ibu dan saudara tirinya melanjutkan sarapannya
" ayo pak kita berangkat " ucapnya kepada supir di halaman rumah
" ya non" masuk dalam mobil
" pak kita ke butik xxx di jalan xxx ya" memberikan alamatnya
" baik non"
mereka pun bergegas menuju butik
ketika di perjalanan tiba tiba ia terjebak macet yang sangat panjang
saat mereka di jalan ia telah di tunggu tuan muda yang sudah datang 20 menit yang lalu
kemana orang ini dari tadi belum sampai juga
ucapnya sangat kesal
"maaf pak apa gaun ini jadi di pesan" ucap salah satu staf yang sudah menunggu
__ADS_1
" ya taruh saja di situ saya sendang menunggu pengantin wanitanya" ucapnya sambil melihat jam