
Noval seorang pewaris dari perusahaan Maju Jaya, yang sangat tampan, pintar, dan berbakat, lulusan Universitas Harvard, namun memiliki sikap yang agak dingin.
Noval terlahir dari keluarga yang baik dan kaya, keluarga mereka terdiri dari 4 orang. Ayahnya bernama Ivan Gunawan seorang Ceo dari perusaahan Maju Jaya, perusahaan yang sukses dan terkenal di kota A. Ibunya bernama Audy Gunawan, seorang dosen di universitas ternama yang dimana dia dan suaminya pernah menjadi Maha Siswa di universitas tersebut. Dan adiknya yang bernama Riska Gunawan yang masih duduk di bangku kelas 8, SMP kelas 2.
Noval yang menjadi idaman para perempuan karena selain dia pintar, dia juga sangat tampan, namun karena sikap dingin nya dia acuh tak acuh terhadap masalah percintaan. Bahkan Ivan dan Audy tak henti-henti nya menjodohkan Noval dan mencarikan kencan buta untuknya, namun Noval selalu menolak bahkan sebelum bertemu dengan perempuanya.
"Mah, Pah, aku bisa mencari pasangan ku sendiri, jadi tolong jangan repot mengatur kencan buta seperti itu, kalian mengerti kan?." Sahut Noval.
"Iya, Mama ngerti, tapi kamu ini udah berumur 23 tahun, tapi belum pernah sekalipun membawa seorang gadis kerumah dan mengenalkannya kepada kita, ya kan Pah?." Ucap Audy Ibunya Noval sambil meminta dukungan kepada suaminya.
"Iya Noval, kamu ini pewaris perusahaan Papa, kamu juga tampan, pintar dan berbakat, dan banyak perempuan yang ingin bersanding dengan kamu,tapi kamu malah bersikap dingin terhadap mereka, apa jangan-jangan kamu Gay?." ucap Ivan kepada anaknya, Noval.
"Pah, ngomong apa si? Aku ini normal Papa jangan bicara sembarangan deh! Aku cuma butuh waktu untuk memikirkan itu, lagian aku mau pokus terhadap pekerjaan dulu." Ucap Noval kepada kedua orang tuanya.
"Wahh...wahh...ada apa nih kayaknya rame banget."Sahut Riska sambil menghampiri mereka.
"Ehh kamu tiba-tiba masuk gitu aja gak bilang salam sama ketuk pintu dulu." Ucap Audy.
"Ehh iya Ma, maaf. Habis kalian kayaknya lagi ngomongin yang seru, jadi Riska penasaran dan buru-buru masuk deh." Ucap Riska sambil mengalihkan mereka agar kembali ke percakapan awal.
"Ohh gitu, ingat jangan ulangi lagi ya, kalo mau masuk ketuk atau salam dulu gak boleh kaya gitu!." Ucap Ivan kepada Riska.
"Iya Pa,Riska gak bakal ulangi lagi.
Ehh,,,ngomong-ngomong kalian lagi bicara apa tadi?." Ucap Riska bertanya-tanya penasaran.
"Ehh kamu anak kecil mau tau aja urusan orang dewasa." Ucap Noval agak meledek kepada Riska.
"Ihh apaan sih kak?! gitu banget sama adeknya." Ucap Riska kepada kakaknya dengan kesal.
"Ini loh Ris, Mama ada rencana mau jodohin kakak kamu sama anak nya temen Mama, tapi kakak kamu selalu nolak, bahkan sebelum ketemu perempuan nya." Ucap Audy.
__ADS_1
"Lagian si Ma, kan aku udah bilang masalah ini biar aku aja yang urus kalian gak usah repot-repot." Ucap Noval bersih keras menentang perjodohan yang diatur untuknya.
"Kak, apa salahnya si? Kakak coba aja dulu siapa tau cocok!." Ucap Riska kepada kakaknya.
"Yahh, udahlah pokoknya sekarang belum waktu nya, aku bener-bener belum siap." Ucap Noval mengakhiri pembicaraan itu.
"Sudah-sudah, kalian kok malah bertengkar, ini udah waktunya makan siang! Ayo Ma siapkan makan siang buat kita Papa udah lapar nih!." Ucap Ivan berusaha menenangkan keadaan.
"Iya Pa, kalian santai-santai aja dulu, Mama akan siapkan makan siang." Ucap Audy.
"Perlu aku bantu Ma?." Ucap Riska sambil menghampiri Audy.
"Iya-iya boleh Mama seneng kalo di bantu sama Riska. Ucap Audy sambil tersenyum.
Beberapa saat kemudian mereka makan siang dengan tenang, dan setelahnya mereka berkumpul di ruang keluarga sambil bergurau, begitu hangat dan harmonisnya keluarga mereka sehingga mampu meningkatkan kasih sayang diantara mereka.
Noval adalah seorang yang rajin dan pekerja keras, meskipun dia langsung bisa mengambil alih perusahaan, namun dia memilih memulai dari awal dan mendirikan perusahaan nya sendiri.
Tapi walaupun begitu dia tetap pewaris dari perusahaan Maju Jaya, karena ayahnya sangat menginginkan putra sulungnya dapat menggantikan dirinya.
"Selamat pagi semuanya!." Ucap Noval sambil turun dari tangga sambil membereskan dasinya.
"Selamat pagi!." Jawab Ivan, Audy dan Riska serentak.
"Kamu sini kita sarapan bareng!." Ucap Audy kepada Noval.
"Aku hari ini sarapan di kantor Mah, pagi ini aku ada rapat di kantor, jadi gak bakal keburu sarapan di rumah." Ucap Noval sambil pergi dengan terburu-buru.
"Aihh anak ini langsung pergi begitu saja." Ucap Audy.
Noval mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi.
__ADS_1
"Bruukkkkkkkkkkkkkkkkk." Suara mobil menabrak sesuatu.
Noval langsung bergegas keluar dari dalam mobil.
"Maaf-maaf apakah kamu tidak apa-apa? Saya sedang buru-buru tadi jadi saya agak ceroboh mengendarai mobil, saya minta maaf, mau saya antarkan ke rumah sakit?." Ucap Noval sambil bercucuran keringat karena baru pertama kali dia berlagak ceroboh sampai menabrak orang.
"Ehh...Iya tidak apa-apa, tadi aku juga yang jalan nya gak hati-hati, maaf sekali Pak. Tidak-tidak usah kerumah sakit saya masih bisa berjalan." Ucap Nurul orang yang tak sengaja Noval tabrak itu.
Nurul adalah seorang gadis yang baik dan cantik memiliki latar keluarga yang tak begitu menonjol.Terlahir dari keluarga sederhana yang sangat baik, dia adalah gadis yang rajin dan pekerja keras.
"Syukurlah kamu tidak apa-apa. Saya minta maaf sekali, Ohh yaa kamu mau kemana biar saya antar, sebagai rasa terima kasih saya karena kamu dengan murah hati tidak memperpanjang masalah ini." Ucap Noval menawarkan tumpangan mobil sebagai rasa terima kasih.
"Saya mau ke perusahaan Yisheng." Ucap Nurul sambil mencoba berdiri.
"Ternyata gadis ini mau ke perusahaanku, baiklah aku akan mengantar nya sekarang." gumam Noval dalam hati.
"Baiklah, aku akan mengantarmu kesana." Ucap Noval sambil membukakan pintu mobil.
Sepanjang perjalanan tak ada satupun dari mereka yang berbicara, suara hening bagaikan di kuburan.
Setelah sampai nya di parkiran kantor, Noval turun dari mobil beserta gadis itu.
Orang-orang kantor yang tau bahwa Noval adalah CEO di perusahaan itu menatap dengan terkagum-kagum ke arah Noval dan bertanya-tanya siapa gadis cantik yang baru saja turun dari mobilnya.
"Terima kasih, karena sudah mengantarkan saya." Ucap Nurul kepada Noval dengan memasang wajah yang sopan dan senyum yang manis.
"Sama-sama."Hanya kata itu yang terucap dari mulut Noval, setelah mengetahui bahwa orang yang dia tabrak tidak apa-apa dan dia sudah tidak cemas, maka dia langsung memasang tampang dingin nya.
Nurul pun berjalan ke depan perusahaan itu dan masuk kedalam.
"Ehh...kenapa dia ikut masuk kesini? Apa dia karyawan disini?." Gumam Nurul dalam hati.
__ADS_1
Salam kenal semuanya...
Author disini mau minta support dan dukungannya dari kalian semua agar Novel ini dapat terus berkembang dan lebih baik lagi. Terima kasih sudah membaca😉.