
Beberapa hari berlalu, Nurul telah diterima bekerja di perusahaan itu, dan dia bekerja sangat rajin juga trampil, dari situ Nurul sudah melupakan apa yang terjadi pada dirinya tempo hari.
Nurul tinggal di sebuah apartemen yang sederhana bersama dengan kedua orang tuanya. Ayahnya bernama Gio Sharma, dan Ibunya bernama Adity Sharma, mereka hidup bahagia dan damai, meskipun sangat sederhana.
********
Hari ini hari minggu, Nurul sedang libur kerja, jadi dia berinisiatif menghubungi teman lamanya dan mengajaknya mengobrol di Cafe yang tak jauh dari rumahnya. Nama temannya adalah Putri, dia adalah sahabat terbaik nya pada saat SMA.
Nurul mengirim pesan kepada Putri.
"*Assalamualaikumm..."
Putri
"Waalaikumsalam...
Ada apa Nur? Tumben kamu kirim aku pesan?"
Nurul
"Ini loh, aku mau ngajak kamu minum-minum di Cafe sambil kita cerita, kan kita udah lama gak ketemu"
Putri
"Ohh iya kebetulan aku juga lagi pengen keluar, kita ketemu dimana?"
Nurul
"di Cafe tempat biasa kita sering mampir dulu, jam 10.00 yaa"
Putri
"Oke,Nanti aku kesana,kamu tunggu aku*!"
Nurul pun langsung siap-siap dan berpamitan kepada kedua orang tuanya dan bilang dia akan pergi menemui temannya.
Meskipun Nurul terhitung sudah dewasa, tapi dia selalu khawatir kalo orang tuanya mencemaskan anak semata wayangnya, jadi Nurul selalu bilang kemanapun ia pergi, agar kedua orang tuanya tidak khawatir.
Setelah sampai di Cafe, Nurul langsung memesan tempat duduk dan memesan Coffe, juga mencoba memberitahu temannya bahwa ia telah sampai.
"Ini udah jam 10 lebih, Putri kok lama banget sih?." Gumam Nurul dalam hati.
Nurul kembali mengecek layar handphone nya, dan berusaha menghubungi temanya.
__ADS_1
Seperti ini kira-kira saat Nurul mencoba menghubungi temannya, karena ia terlambat dan takut terjadi apa-apa di jalan.
20 menit berlalu, Putri masih belum datang juga.
Noval sekarang sedang ada waktu senggang dan berniat jalan-jalan sebentar untuk menghilangkan beban pekerjaan nya selama akhir pekan ini. Tiba-tiba saat dia berjalan tertarik pada sebuah Cafe dan dia ingin mampir kesana yang dimana Nurul juga sedang berada disana menunggu temannya yang tak kunjung datang.
"Ehh bukannya itu gadis yang tempo hari tak sengaja aku tabrak ya?." Gumam Noval dalam hati.
Dia memesan Cofe dan berjalan menuju ke arah Nurul. Suasana hati Noval entah datang dari mana sehingga dia berinisiatif menghampiri seorang gadis dan menyapanya.
"Hallo, sedang apa kamu disini?." Ucap Noval kepada Nurul.
"Ehh kamu, kamu disini juga ya,,, Ini aku lagi nungguin temen aku tapi dia belum juga datang padahal udah mau siang." Jelas Nurul kepada Noval.
"Iya kebetulan aku juga lagi mau keluar, ohh jadi gituu. Boleh gak aku duduk disini?." Ucap Noval.
"Ohh iya-iya, silahkan."Jawab Nurul.
"Pria ini kalo dilihat-lihat dari dekat ternyata tampan juga ya."Guman Nurul sambil memandangi wajah Noval yang begitu tampan.
"Heyy...ngapain kamu bengong?." Ucap Noval.
"Ehh...maaf-maaf, nggak kok, haha." Ucap Nurul.
"Ahh yang benar aja kamu, haha... jangan bercanda." Ucap Nurul.
Meskipun Noval sangat dingin, tapi ketika bersama Nurul dia merasakan Nurul berbeda dari perempuan lainnya, sehingga dia pun merasa tertarik kepadanya, karena selain dia pintar dan rajin, dia juga memiliki rambut yang panjang yang hitam, bibir yang kecil imut, dan kulit yang putih. Tapi Noval tidak hanya tergoda oleh itu tapi juga melihat gaya yang sederhana dari dalam diri Nurul membuat dia selalu ingin lebih dalam tau mengenai Nurul.
"Huhh..huhh...huh..." suara napas terengah-engah Putri yang baru saja sampai ke Cafe dimana tempat ia akan bertemu dengan Nurul.
"Kamu kenapa ngos-ngosan begitu? abis dikejar anjing ya?." Ucap Nurul.
"Ehh maaf aku terlambat, tadi di jalan macet banget, jadi turun dari mobil dan kesini lari-lari deh karena takut kamu pulang." Ucap Putri sambil terengah-engah karena kelelahan.
"Baiklah, aku pesanin kamu minum deh, pasti kamu cape, lari-lari di tengah terik panas matahari begini." Ucap Nurul sambil memesankan satu es coffe.
"Ehh bentar-bentar, kok kamu gak bilang kamu kesini dateng berdua sama cowok? Pacar kamu ya?."Ucap Putri.
"Ehh bukan-bukan dia inii... itu dia...apaa...sii, eummm..."Ucap Nurul terbata-bata, karena sampai saat ini dia belum tahu siapa pria yang berada di dekatnya itu.
"Ohh iya maaf, aku gak memperkenalkan diri, nama aku Noval Gunawan, senang bisa bertemu kalian." Ucap Noval.
"Siapa... Noval Gunawan? yang benar aja.. Nurul kamu ini punya temen seorang yang sangat terkenal, CEO perusahaan grup Yisheng, kamu baru mengenalkan nya padaku sekarang dan bahkan kamu tidak mengetahui siapa dia? Ohh ya Tuhan, kamu ini benar-benar bodoh." Ucap Putri begitu heboh saat mengetahui dia bertemu dengan seorang CEO muda yang sangat sukses dan terkenal juga sangat tampan.
"Ahh... sial ternyata dia adalah CEO di perusahaan tempat aku kerja, tapi aku tidak mengetahuinya sama sekali, pantas saja waktu aku datang ke kantor, orang-orang disana menatapku dengan aneh." Gumam Nurul dalam hati dan merasa sangat malu.
__ADS_1
"Heyy... kamu baru tau aku ya?." Ucap Noval kepada Nurul.
"Ehh..Haha..Iya maaf itu karena saya lupa menanyakan siapa nama anda." Ucap Nurul dengan perasaan yang sangat canggung.
Dari itu suasana disana sangat canggung, membuat ketiga orang itu bingung harus bicara apa. Yang satu terkagum-kagum dan tidak sadar,berpikir bahwa dia sedang bermimpi bertemu dengan seorang yang begitu sangat terkenal. Yang satu nya lagi berada dalam bayang-bayang mengingat kejadian tempo hari saat ia datang ke kantor bersama Bos nya sendiri dan dia tidak menyadari itu.
"Ahh.. aku sungguh bodoh, aku malu sekali bila mengingat kejadian itu, dia mengantarku ke kantor, apa yang orang-orang pikirkan tentang kami saat itu?." Gumam Nurul dan bertanya-tanya dalam hati.
************
Hari itu berlalu dengan rasa yang sangat canggung dan malu di antara mereka bertiga, terlebih lagi Nurul yang merasa dia mempermalukan dirinya sendiri di hadapan Bosnya.
keesokan paginya
"Nurull...."Teriak Adity memanggil Nurul yang tidak biasanya dia bangun terlambat.
"Iya Ma, ada apa?." Sahut Nurul yang masih terbaring di tempat tidur.
"Ohh ya ampun, Nurull ini udah jam 6. Kenapa kamu masih tidur dan belum siap-siap lalu sarapan dan berangkat ke kantor." Ucap Adity yang melihat anaknya masih terbaring di ranjang.
Tiba-tiba Nurul tersadar.
"Ohh ya ampun, apa hari ini aku mau mempermalukan diriku lagi? dengan berangkat ke kantor terlambat? Tidak-tidak itu tidak boleh terjadi." Gumam Nurul sambil lnagsung pergi ke kamar mandi untuk mandi dan bersiap.
"Mama duluan aja, nanti aku kesana nyusul buat sarapan." Ucap Nurul.
"Baiklah,kamu cepatlah bersiap." sahut Adity sambil pergi keluar dari kamar Nurul.
Waktu menunjukan jam 07.30, Nurul pergi ke halte bus dan menunggu bus disana selama kurang lebih 30 menit.
"Aduhh...ini udah siang, kenapa bus nya belum datang-datang ya?." Ucap Nurul dengan gelisah karena takut kesiangan.
Tiba-tiba seorang pembersih jalan datang menghampiri Nurul.
"Permisi, maaf mba, bus hari ini katanya ada sedikit perbedaan jadwal sehingga menjadi lebih awal pada jam 07.00, jadi bus nya sudah lewat dari tadi." Ucap tukang bersih-bersih.
"Ohh...begitu makasi atas infonya." Ucap Nurul.
"Ohh...tidak hari ini aku pasti akan telat ke kantor." sahut Nurul sambil berjalan dengan cepat.
"Tidd...tid..." suara klakson mobil dari belakang Nurul.
Hallo terima kasih buat semuanya yang udah mampir kesini.
Author harap kalian bisa bantu dukungan nya agar Novel ini lebih berkembang dan lebih baik lagi😉.
__ADS_1