
"Tidd...tid...suara klakson mobil."
Nurul pun menoleh ke belakang, mobil itu melaju mendekat ke arah Nurul.
"Jalan ke kantor?." Sahut Noval yang hendak pergi ke kantor sambil menyetir mobil.
"Iya,Sir."Jawab Nurul sambil berjalan lebih cepat karena takut akan ada orang kantor yang melihat mereka.
"Ayo, naik ke mobil!." Noval mengajak Nurul untuk berangkat kerja bersama.
Tiba-tiba Nurul teringat saat ia berangkat bersama Noval dan orang-orang menatapnya dengan penuh rasa iri karena bisa bersama seorang presdir.
"Ahh tidak usah Sir, saya berangkat naik taksi aja."Ucap Nurul yang terus berjalan lebih cepat dan mobil pun mengikuti nya dari belakang.
"Kenapa? ini udah siang, kamu bisa terlambat!." Ucap Noval.
"Tidak,Sir. Saya pasti akan tepat waktu." Ucap Nurul.
"Kamu mau membantah perintah bos mu sendiri? Nanti kalau kamu terlambat satu detik saja, maka saya akan potong gaji kamu!." Ucap Noval agak kesal.
Karena baru pertama kalinya ia merasakan penolakan karena biasanya dia lah yang suka menolak, Noval pun semakin tertarik kepada Nurul untuk menarik nya masuk ke dalam mobil.
"Sir. Jangan gitu dong, saya..." Ucap Nurul yang belum selesai dan langsung di tarik masuk ke dalam mobil.
"Kamu jangan membantah ini perintah atasan kamu!."Ucap Noval yang mulai mengemudi mobil.
"Orang kaya emang suka seenaknya, main tarik gitu aja! Gimana dong nanti tanggapan orang-orang kantor bisa jadi salah paham." Gumam Nurul dalam hati.
"Sir.Nanti turunin saya di sebrang kantor ya!." Ucap Nurul dengan suara yang pelan.
"Kenapa? Kamu malu berangkat ke kantor bareng saya?."Ucap Noval.
"Ehh bukan gitu Sir. Saya ada keperluan dulu disana." Ucap Nurul mencari alasan.
"Ohh begitu, baiklah nanti saya akan mengantar mu sampai sana." Ucap Noval.
Beberapa saat kemudian mereka sampai dan Nurul pun turun dari mobil.
"Terima kasih,Sir." Ucap Nurul.
"Sama-sama."Ucap Noval.
"Huft...akhirnya keluar juga." Gumam Nurul sambil berjalan menuju arah kantor.
************
Sepulang kerja Noval langsung ke kamarnya, mandi dan istirahat. Tiba-tiba diluar kamar ada seseorang memanggil Noval.
"Noval, kamu ada disana? bolehkah kami masuk?." Ucap Audy bersama Ivan yang hendak menemui ayahnya.
"Iya, masuk saja Ma."Ucap Noval.
"Bagaimana hari ini?." Ucap Ivan.
__ADS_1
"Baik, berjalan seperti biasanya." Ucap Noval sambil beranjak dari tempat duduk nya dan merenggangkan jari-jari tangannya.
"Besok adalah ulang tahun Papa yang ke 40, Papa mau mengadakan acara pesta dan sekaligus mengumumkan bahwa kamu sekarang dan seterusnya akan mengambil alih perusahaan Papa." Ucap Ivan kepada Noval.
"Iya, Papa bener. Papa sama Mama udah tua, kita mau kamu meneruskan perusahaan Papa dan kita akan menikmati masa tua kita ya kan Pa?." Ucap Audy.
"Besok Pa? apa gak terlalu kecepetan yah?
Noval masih sibuk di perusahaan Yisheng, sekarang bertambah dengan perusahaan Maju jaya,apa papa yakin?." Ucap Noval.
"Papa yakin kamu pasti bisa menangani semuanya! Lagian kan ada Reyhan, Dia akan membantu kamu mengatasi semuanya." Ucap Ivan meyakinkan.
Reyhan adalah sekertaris pribadi Noval di perusahaan dan menjadi tangan kanan Noval.
"Iya kamu pasti bisa!." Ucap Audy memberi semangat.
"Iya Pa,Ma. kalo ini yang kalian inginkan aku pasti akan bisa mewujudkan nya." Ucap Noval semangat.
"Bagus! Kamu memang anak Papa yang terbaik."Ucap Ivan merasa bangga.
"Ohh yaa, untuk acara nanti kami ingin kamu membawa seseorang sebagai pasangan kamu!." Ucap Audy.
"Apalagi si Ma? lagi-lagi ngomongin soal yang beginian." Ucap Noval agak cemberut.
"Umur kita gak tau sampai kapan, kita pengen ngeliat kamu punya pasangan dan jika itu sudah terjadi kita pun akan merasa tenang." Ucap Audy memelas kasihan.
"Mama ngomong nya jangan aneh-aneh deh ya!." Ucap Noval kesal.
"Tapi Mama kamu bener, seenggak nya kamu coba dulu! Kamu ini anak Papa, Papa yakin kamu bisa mendapatkan apa yang kamu inginkan, Ini adalah permintaan Papa sama Mama kamu harus setuju!." Ucap Ivan tegas.
"Apa-apaan sih mereka, ngomong sembarangan gitu! Pikiran nya wanita mulu bikin pusing!." Ucap Noval dengan kesal.
"Aku dapat perempuan dalam waktu sehari dari mana? dikira beli sayur kali ya?." Ucap Noval mundar-mandir gak jelas.
Keesokan paginya
Noval turun dari kamarnya dan sarapan bersama keluarganya.
"Kak, udah ada belum calon nya?." Ucap Riska.
"Belum, kamu gak usah tau urusan orang dewasa."Ucap Noval.
Kedua orang tuanya hanya bisa menahan tawa melihat tingkah laku anaknya yang kelihatan bingung dan gak karuan.
Setelah mereka sarapan, mereka pun pergi ke tempat tujuan masing-masing secara terpisah di rumah hanya tinggallah seorang pembantu.
Noval
"Reyhan aku mau kamu carikan seseorang untuk menemaniku menghadiri sebuah acara pesta ulanh tahun ayahku!." Ucap Noval kepada Reyhan dalam sebuah telpon.
Reyhan
"Apa aku sedang bermimpi? seorang Ceo yang terkenal dan kaya raya tidak kekurangan apapun dan dingin terhadap perempuan sekarang malah membutuhkannya?." Ucap Reyhan agak meledek sambil menahan tawa.
__ADS_1
Noval
"Jangan tertawakan aku seperti itu! Jika kamu masih menginginkan bonusmu bulan ini, turuti saja apa yang aku katakan tadi, jika tidak maka aku akan membiarkan mu setengah mati kelaparan karena aku tidak akan memberikanmu istirahat dan makan siang selama 1 bulan kedepan." Ucap Noval sambil menutup telpon.
"Ehh dia tiba-tiba menutup telpon begitu saja? sungguh Bos memang berkuasa atas segalanya." Ucap Reyhan pasrah.
Ini adalah gambaran dari seorang Noval Gunawan pewaris perusahaan Maju Jaya dan sekaligus CEO di perusahaan Yisheng, seorang yang sangat sukses di umur nya yang masih muda.
Sesampainya di kantor, Reyhan memperlihatkan foto-foto orang yang mau dia bawa untuk menghadiri acara pesta ulang tahun ayahnya.
Namun dari sekian banyak nya perempuan Noval tidak menemukan satupun orang yang cocok dan menurutnya pantas untuk dirinya.
Dalam kebingungan itu tiba-tiba Noval teringat akan seseorang.
"Ohh ya! Kamu panggilkan seseorang dari bagian keuangan yang bernama Nurul Sharma untuk segera memasuki ruangan Presdir." Ucap Noval.
"Baik." Ucap Reyhan berjalan pergi keluar.
Sesampainya di sana, Reyhan mencari orang yang bernama Nurul dan memintanya datang ke ruangan presdir.
"Ada perlu apa anda memanggil saya?." Ucap Nurul setelah sampai di ruangan Noval.
"Tidak perlu buru-buru. Duduklah!." Ucap Noval mengajak santai.
Nurul pun duduk mengikuti perkataan Noval.
"Saya kesini membutuhkan bantuanmu!." Ucap Noval.
"Bantuan apa?." Ucap Nurul penasaran karena baru pertama kalinya ia di panggil ke ruangan presdir secara khusus.
"Aku membutuhkan bantuan mu untuk menjadi pasangan ku di acara pesta ulang tahun ayahku nanti malam!." Ucap Noval.
"Apa? yang benar aja?! aku diminta menemaninya ke sebuah acara?." Gumam Nurul dalam hati.
"Aku mau kamu menjadi pacarku untuk malam ini!." Sambung Noval menyelesaikan perkataannya yang tadi.
"Apa ini beneran,Sir?." Ucap Nurul terheran- heran.
"Apakah dia sedang menyatakan perasaanya padaku? apakah dia jatuh cinta padaku sejak pandangan pertama?." Gumam Nurul bertanya-tanya dalam hati.
Noval mengangkat tangannya dan memberi isyarat kepada Reyhan, Reyhan pun mengerti dan memberikan sebuab dokumen kepada Noval.
"Ini tanda tanganilah kontrak ini!." Ucap Noval sambil menyerahkan dokumen dan pena.
"Ini apa maksudnya ini? anda mau saya menandatangi dokumen ini untuk menjadi kekasih kontrak?." Ucap Nurul.
"Ya! Dan kamu tidak punya pilihan selain menandatangani kontrak ini atau kamu harus menyerahkan surat pengunduran diri dari perusahaan ini?." Ucap Noval.
"Apa dia gila? Heh aku berpikir terlalu tinggi untuk seorang Ceo jatuh hati pada seorang gadis biasa sepertiku? itu hanya akan terjadi dalam novel saja!." Gumam Nurul dalam hati.
Salam kenal semuanya...
__ADS_1
Author disini mau minta support dan dukungannya dari kalian semua agar Novel ini dapat terus berkembang dan lebih baik lagi. Terima kasih sudah membaca😉.