
Hari demi hati berlalu, Nurul sekarang selalu menjauh dari Noval dan menghindarinya karena takut dia akan memberi banyak masalah kepada Noval. berbeda dengan Noval yang terus mengejar Nurul dan mencari kesempatan untuk selalu bersamanya dan tidak memperdulikan apapun, bahkan keluarganya pun mendukung mereka berdua hingga Noval menjadi sangat yakin.
Hingga pada akhir pekan noval memutuskan untuk mengunjungi rumah Nurul, maksud kedatangan nya Noval sekarang ialah tak lain untuk memenangkan hati kedua orang tua Nurul, ini termasuk kedalam taktik seseorang yang sedang mengejar cinta sejatinya dengan mendekati kedua orang tuanya.
Noval pun bersiap pergi dan mampir di sebuah toko kue di pinggir jalan untuk memberikannya kepada orang tua Nurul.
Di sisi lain, Nurul yang tengah santai menyapu-nyapu halaman rumahnya, karena ini termasuk aktifitas nya di akhir pekan yaitu beres-beres rumah karena dia tidak seperti gadis-gadis yang lainya, yang pada akhir pekan berbelanja dan pergi ke salon untuk mempercantik dirinya, tapi tidak dengan Nurul, meskipun dia jarang ke salon tapi dia selalu terlihat cantik dan menawan dengan kulit putihnya yang lembut membuat semua gadis iri dengannya.
Singkat cerita, sampailah Noval di depan rumah Nurul, diketuk nya pintu rumah Nurul dan,
"Assalamualaikum" ucap nya.
"Waalaikumsalam" suara yang tengah menghampiri Noval dan membuka pintu.
Ternyata ibu Nurul lah yang membukakan pintu. Ibu Nurul pun langsung mempersilahkan Noval untuk masuk kedalam dan di sana Noval di sambut dengan senyuman hangat seperti di keluarga sendiri, ibu Nurul pun memanggil Nurul keluar untuk menemui Noval, orang tua Nurul saat itu terlihat seperti sangat akrab dengan Noval, meskipun hanya pernah satu kali bertemu tapi mereka tidak menunjukan ekspresi yang acuh tak acuh, mereka begitu ramah, karena Noval selalu bersikap sopan apalagi terhadap orang tua, itu membuat kesan orang tua Nurul pada Noval pun sangat bagus, hingga mereka berharap suatu saat Nurul dapat menikah dengan pria seperti Noval.
"Ayo minum teh nya sambil ngobrol" ucap Nurul.
"Ngomong-ngomong ada keperluan apa kesini? "
"Tidak ada, aku hanya ingin bertemu denganmu, karena di kantor kamu selalu menghindar" ucap Noval.
"Maaf, aku hanya takut aku akan memberi mu masalah jiga aku selalu ada di dekat mu." ucap Nurul mengeluh.
"Masalah apa? " tanya Noval.
"kamu selalu mempermasalahkan orang-orang itu, mereka hanya suka bergosip yang tidak-tidak"
"Tapi aku takut... " ucap Nurul.
"kamu tidak perlu takut, ada aku semuanya akan baik-baik saja, kenapa kamu harus takut akan omongan orang lain? Kita punya hidup masing-masing, mereka tak akan terus mengurusi hidup orang yang tidak ada untungnya bagi dia" ucap Noval.
Nurul pun merasa tenang atas penjelasan yang di berikan Noval.
__ADS_1
"Baik, Terima kasih karena sudah membantuku menghilangkan beban pikiran itu." ucap Nurul.
"Sama-sama" ucap Noval.
"bolehkah kita pergi keluar bersama hari ini?"
"Nurul kalian pergi saja, lagian kamu hampir setiap libur selalu di rumah jarang keluar" sahut ibunya Nurul.
"Ahh baiklah karena ibu sudah berkata begitu" ucap Nurul.
Nurul pun bersiap dan pergi bersama Noval ke sebuah taman, disana mereka melihat banyak orang yang sedang berjalan, ada yang sedang berpacaran, bahkan ada yang sedang piknik keluarga, hingga mereka berdua pun berhenti di bawah pohon yang rindang.
"Berteduh disini rasanya sangat nyaman" ucap Noval.
"Yaa benar" ucap Nurul.
"apakah kamu haus? " ucap Noval.
"Baiklah, aku pergi belikan minum untukmu. " ucap Noval.
Noval pun pergi menuju supermarket untuk membelikan minuman. Nurul yang tengah duduk memandangi Noval berjalan pergi hingga masuk kedalam supermarket merasa bahwa dirinya seperti sedang bermimpi melihat seseorang yang di kantor biasanya sangat dia hormati dan semua orang. Tapi kini dia pergi ke sebuah supermarket untuk membelikannya minum, Nurul pun tersenyum memandangi Noval yang mulai berjalan menuju ke arahnya.
"Ini minuman mu" ucap Noval sambil menyerahkan botol minumnya.
"Terima kasih" ucap Nurul.
"tidak perlu sungkan" ucap Noval.
Mereka berdua menghabiskan akhir pekan dengan bahagia, mereka membahas masa kecil dan masa lalu nya yang menyenangkan dan juga menyedihkan, saat itu dunia seperti berada di pihak mereka, mereka makan dan minum sepuasnya, tidak ada rasa malu ataupun canggung di keduanya, karena mereka tengah membuka jalan-jalan yang menghalangi mereka. Nurul pun tersenyum saat Noval menggodanya dengan sebuah kata manis yaitu pernikahan.
"Ayo kita menikah" ucap Noval.
"Haha... apa kamu bercanda? " ucap Nurul.
__ADS_1
"Tidak, untuk apa aku bercanda? aku serius! " ucap Noval dengan muka serius.
"soal menikah aku masih belum memikirkannya" ucap Nurul.
"Kalo begitu, ayo kita tunangan, dengan itu kamu bisa memutuskan kapan kita akan menikah" ucap Noval.
"Apa kamu yakin? " ucap Nurul.
"Aku yakin! karena sejak pertama bertemu aku udah tertarik sama kamu, aku yakin ini semua bukan cuma kebetulan, mungkin kita jodoh, untuk itu aku gamau nunda waktu dan hal baik ini" ucap Noval serius.
Nurul pun terharu dan terkagum-kagum mendengar apa yang baru saja di katakan Noval. Ia merasa menjadi gadis yang beruntung bisa di pertemukan dengan seseorang yang sangat baik, bahkan tidak hanya itu, dia pun seseorang kaya dan memiliki keluarga yang sangat ramah tamah, Disaat itu Nurul pun merasa yakin atas apa yang terjadi pada dirinya bukanlah suatu kebetulan tapi takdir.
Jawaban yang terucap dari mulut Nurul dengan nada pelan dan lembut yang membuat hati Noval luluh.
"Baiklah" ucap Nurul dengan tersenyum manis ke dekat telinga Noval dan langsung berjalan pergi.
"Ahahaha aku diterimaaaaa! " teriak Noval sambil tersenyum lebar.
kebahagiaan itu mereka rasakan bersama dengan perasaan yang sama, kedua nya terlihat seperti pasangan yang sempurna dan yang paling bahagia. Saat itu menunjukan pukul 20.22 WIB, sudah malam,
"Ayo kita pulang" ucap Nurul.
Noval pun mengantar Nurul pulang.
"Huft... lelahnya... " ucap Nurul sambil membantingkan badannya ke atas ranjang.
Tapi di balik muka lelahnha itu sedikit-sedikit dia tersenyum saat mengingat apa yang telah ia lalui hari ini. dia pun menceritakan perihal kejadian yang ia lalui kepada kedua orang tuanya, mereka sangat bahagia, tanpa ragu mereka menyetujui hubungan Nurul dan Noval.
Di saat yang sama, Noval pun sangat bersemangat memberitahukan kabar baik kepada keluarganya, sontak seluruh keluarganya pun kaget dan bahagia mendengar anaknya akan segera bertunangan dengan seorang gadis yang sangat Noval cintai dan mereka juga menyukainya, Kedua keluarga Noval dan Nurul merasa sangat bahagia mendengar itu semua, kehangatan dan kebahagiaan menyelimuti kedua keluarga.
Halo makasih yang udah mampir:)
maaf bila ada kesalahan:)
__ADS_1