
Setelah hari itu Noval dan Nurul selalu berangkat ke kantor bersama seperti sedia kala.
Para karyawan pun mulai lagi bergosip, meskipun sudah diberi peringatan namun ada saja yang masih ngotot membicarakannya, namun Nurul sudah tidak peduli akan itu semua, dia tetap berjalan lurus dan memegang tangan Noval dengan erat.
Noval pun mengantarkan Nurul ke ruangannya.
"Semangat... " ucap Noval sambil berjalan pergi dengan mengedipkan matanya.
Nurul hanya membalasnya dengan senyuman manis yang terpasang di bibirnya.
Tak terasa waktu berjalan begitu cepat, sekarang sudah waktunya untuk makan siang.
Noval pun menyuruh Reyhan untuk memanggio Nurul datang ke ruangannya.
"Tok... tok... tok... " suara ketukan pintu di luar ruangan Nurul.
"masuk... " ucapnya.
"Rey ada keperluan apa? "
"Noval bilang mau mengajakmu makan siang di ruangan nya" ucap Reyhan.
"Apakah boleh? " tanya Nurul.
"Tentu saja, mengapa tidak? kamu sekarang berstatus tunangannya, meskipun belum di publik kan sekarang, tapi minggu depan semua orang akan mengetahuinya" ucap Reyhan.
"Baiklah" ucap Nurul sambil beranjak dari tempat duduknya.
Mereka pun pergi menuju ruangan Noval.
Disana sudah terlihat Noval sedang berdiri di depan pintu sambil melihat jam tanganya.
"20 menit, lumayan lama" ucap Noval.
"Apakah jalan menuju kesini macet? " ucap Noval.
"Apa kamu bilang? tentu saja jalan kesini membutuhkan waktu, karena kantor mu sangat jauh dari ruangan ku" ucap Nurul berjalan pergi melewati Noval yang tengah berdiri di pintu sambil menghela nafas.
"Haha... apa kamu bercanda sayang? " ucap Noval sambil tertawa.
"apakah aku keliatan seperti sedang bercanda? " ucap Nurul.
"Tidak-tidak" ucap Noval sambil duduk di samping Nurul.
"Lain kali kamu gak usah suruh Reyhan buat jemput aku, kasian dia" ucap Nurul.
"Ohhh nyonya, jangan berkata seperti itu, ini sudah tugas saya untuk memastikan nyonya kesini dalam keadaan yang baik-baik saja" ucap Reyhan.
"Baiklah sekarang karena tugas saya udah selesai saya balik dulu ke ruangan, kalian selamat makan siang, aku tak akan mengganggu sepasang kekasih" lanjutnya sambil membawa sapu tangan yang ada di sakunya, dan terisak mengingat dirinya yang masih jomblo.
"Haha... Reyhan sangat lucu" kata Nurul.
"kamu beruntung memiliki seorang asisten seperti dia. "
"Ya, aku cukup beruntung" ucap Noval sambil mengangkat kedua bahunya.
"Ayo kita makan"
Mereka pun menyantap makan siang bersama. senyuman diantara dua orang itu terlihat sangat manis.
__ADS_1
Noval menyuapi Nurul dan sesekali Nurul yang menyuapi Noval, mereka benar-benar terlihat seperti pasangan yang sempurna tanpa memandang status.
"Makan siang telah selesai, sekarang bolehkah aku pergi? " tanya Nurul.
"Ohh tidak, diamlah disini beberapa saat lagi" ucap Noval.
"Jam makan siang sudah berakhir, lagi pula masih banyak tumpukan berkas yang harus aku kerjakan" ucap Nurul.
"Baiklah... Baiklah... aku akan melepaskanmu sekarang, tapi tidak nanti" ucap Noval tersenyum jahat.
"Coba saja kamu menggangguku" ucap Nurul sambil berjalan pergi dan "wle" dia mengejek Noval saat ia hendak keluar.
Noval hanya membalasnya dengan tawa kecil di bibirnya, namun di hatinya dia merasa bahagia karena akhirnya dia dapat bersama dengan orang yang dia cintai.
Waktu menunjukan pukul 17.45 WIB, sore ini Noval pergi ke ruangan Nurul.
"Ayo sudah sore, ku antar kamu pulang" ucap Noval yang tengah berdiri di depan pintu.
"Sebentar lagi" ucap Nurul pokus kepada layar laptop dan tidak menghiraukan Noval.
"berapa lama? " tanya Noval.
"10 menit" ucap Nurul singkat.
Noval tersenyum melihat Nurul yang sedang pokus bekerja, dia terlihat sangat cantik bahkan saat sedang bekerja, gumamnya.
"Ayo, aku sudah selesai" ucap Nurul.
Mereka pun pergi berjalan keluar menuju tempat parkir.
Di dalam mobil.
"Mau makan dulu? " ucap Noval.
"Tadi siang kamu memberiku banyak makanan, perutku sudah tak muat menampung makanan lagi" ucap Nurul.
"Bukankah kamu paling jago makan? " ucap Noval.
"Apa aku terlihat seperti **** yang rakus? " ucap Nurul.
"Yahh mungkin" ucap Noval sambil tertawa kecil.
"Enak saja" dan "Gruyukkkk.... " suara perut Nurul bunyi.
"Haha... siapa bilang perutmu sudah tak muat untuk menampung makanan lagi" ucap Noval sambil tertawa.
"Huh... perutku memang susah diajak kompromi" ucap Nurul malu.
"Baiklah, baiklah, ayo kita makan dulu, aku tau tempat yang enak untuk santapan sore ini" ucap Noval percaya diri.
"Yah kali ini kamu menang" ucap Nurul.
Mereka pun pergi ke sebuah kedai yang ada di pinggir jalan, kedai nya terlihat sangat sederhana namun orang-orang sudah banyak yang mengantri, tanda kedai itu memang sangat laku dan laris manis.
"Ayo" ucap Noval sambil membukakan pintu dan menjulurkan tangannya.
Nurul pun keluar dan melihat-lihat area sekitar.
"Kamu suka makan disini? " tanya Nurul.
__ADS_1
"Ya, memangnya kenapa? " ucap Noval.
"Tidak, aku pikir kamu tidak suka tempat yang ramai seperti ini" ucap Nurul.
"Apa kamu tidak suka? " ucap Noval.
"Menu andalan di sini adalah hot pot, rasanya sangat enak dari pada yang ada di restoran-restoran, makan hot pot di pinggir jalan dan sambil melihat orang-orang yang berlalu lalang itu sangat menyenangkan. " lanjutnya.
"Ya memang benar, aku tak menyangka kamu bisa tau cara makan hot pot yang enak dental sensasinya, aku pikir kamu orang yang membosankan dan selalu ingin makan di tempat-tempat yang mewah. " ucap Nurul sambil duduk di sebuah bangku.
"Haha... apakah kamu pikir aku begitu membosankan? " ucap Noval.
"Yah tadinya aku pikir begitu. " ucap Nurul sambil tertawa kecil.
"Mas, pesen 2 yang biasa ya" ucap Noval sambil mengangkat tangannya.
"Baik" ucap pendagang tersebut.
"Kamu sering kesini? " ucap Nurul.
"Ya, dulu saat SMA aku sering kesini" ucap Noval.
"Bareng pacar? " tanya Nurul.
"Tidak juga" ucap Noval.
"Terus gebetan? " tanya Nurul.
"Bukan... " ucap Noval masih berlagak misterius.
"Mungkin bareng tante-tante seperti itu? " ucap Nurul sambil mengalihkan sorot matanya ke seorang tante-tante yang berdandan menor.
Noval pun melirik dan...
"Hahaha... apa aku terlihat menyukai tipe yang seperti itu? " ucap Noval.
"Kamu terlalu memandang rendah calon suami mu ini sayang. " rayunya.
"Pelan kan suaramu! jika di dengar orang lain bagaimana? " ucap Nurul sambil tersipu malu.
"Biarin aja mereka denger, biar semuanya tau gadis cantik yang di depan ini sudah dimiliki oleh seorang pangeran yang tampan. " ucap Noval memuji diri sendiri.
"Aku sering kesini bareng temen-temen SMA dulu" lanjutnya.
"Apakah aku akan menikahi orang yang narsis begini? " ejek Nurul.
"Ohh, Laki-laki apa perempuan? " lanjutnya sambil mengangkat alisnya dan tersenyum jahat.
"Tentu saja laki-laki, dulu aku tak pernah dekat dengan perempuan manapun. " ucap Noval.
"Kamu yang pertama" lanjutnya.
"Baiklah... Baiklah... " sahut Nurul.
Terlihat pelayan datang dan mengantarkan 2 hotpot pesanan mereka dengan senyum ramah yang terpasang di bibir pelayan itu.
"Silahkan menikmati" ucapnya.
"Terima kasih pak" ucap Noval.
__ADS_1
hallo, makasi semuanya buat yang udah mampir:)
maaf bila ada kesalahan:)