
pa gimana keadaan anak kita " ucap Adelia
Albert belum sadarkan diri ma " ucap verton
Adelia pun masuk ke kamar perawat Albert di dalam Adelia benar-benar menangis tanpa henti-hentinya
maafin mama ya nak kalau mama tidak bisa merawat kamu di waktu kamu kecil dulu ,mama melakukan ini semua karena papa dan Mama ingin membuat kamu menjadi orang yang mandiri'" ucap Adelia
Adelia menangis sambil memegangi tangan Albert
nak bangunlah sayang" ucap Adelia
gaby yang lainnya pun khawatir dengan keadaan albert apalagi melihat mamanya belum keluar dari ruangan Albert,
melihat Adelia keluar dari kamar Albert dalam keadaan menangis mereka pun khawatir terjadi apa-apa dengan Albert,
dokter sebenarnya sakit apa anak saya kenapa hanya dipukuli saja dia tak kunjung bangun dari tidurnya" ucap verton
melihat keadaan yang sangat kritis tuan apalagi luka yang dialaminya itu sangat parah,
Gaby pun kini giliran masuk
AL bangun loe itu hanya luka luka apakah kamu tidak sanggup menghadapi semua ini, apakah kamu menyerah dengan kehidupan ini AL,
AL kamu masih banyak tantangan di luaran sana apalagi sebagai pembisnis akan banyak orang menjatuhkan kita" ucap Gaby
namun Albert tak ada kemajuan
Tut Tut Tut monitor ICU pun berbunyi hingga membuat gaby makin pamit
Dokter dokter" panggil Gaby
dok apa yang terjadi dengan Albert" lanjutnya
nona gaby keluarlah dulu saya akan memeriksanya" ucap dokter dildo
Gaby gimana keadaan adik kamu" ucap verton
Gaby juga tidak tahu pa "ucap Gaby
pa mama takut pa" ucap Adelia yang memeluk verton
mama yang tenang ya " ucap verton
dokter pun keluar dari kamar VIP
dok gimana keadaanya dok" ucap verton
Albert masih dalam keadaan koma tuan" ucap dokter dildo
Leana pun memberanikan diri untuk menanyakan dokter
dok apakah saya boleh masuk saya temenya Albert " ucap Leana
hanya keluarganya yang boleh masuk nona" ucap dokter
Adelia dan Gaby melihat muka Leana yang menangis pun membolehkan untuk masuk
Adelia melihat ada ketulusan di wajah Leana
__ADS_1
baiklah nona silahkan masuk" ucap dokter
AL bangunlah aku sangat merindukanmu
Maafkan aku yang sudah sering cemburu kepadamu, kau aku tahu kamu hanya menganggap aku sebagai temanmu tapi aku tidak bisa menyembunyikan rasa ini terhadapmu maafkanlah sahabatmu ini yang mencintaimu jujur aku mencintaimu sejak pertama kali kita bertemu, bahkan waktu papa menawarkan kita untuk menikah aku sangat setuju dengan keputusan itu walaupun kita menikah di usia yang muda tapi aku yakin bisa bahagia berdampingan denganmu, AL aku benar-benar sangat merindukanmu " ucap Leana
Leana pun mencium pipi Albert, perasaan apa yang dimiliki oleh leana hingga dia berani mencium Albert namun dengan tindakan itu tangan albert pun bergerak
dokter dokter " teriak Leana di dalam kamar
dok tangan albert bergerak" ucap leana
dokter pun memeriksa keadaan Albert
nona keluar dulu biar saya periksa tuan muda
Kenapa dengan Albert "ucap Gaby
Albert tadi tangannya bergerak nona " ucap Leana
verton pun mondar-mandir karena kepanikannya
Adelia sang ibu pun terus menangis
akhirnya dokter pun keluar
bagaimana keadaan anak saya dok" ucap verton
tuan muda Albert sudah melewati masa kritisnya tuan," ucap dokter
boleh kita masuk'' ucap verton
akhirnya verton dan Adelia pun masuk kamar
Gaby sangat berterima kasih kepada Leana
terimakasih ya berkat kamu Albert sekarang siuman" ucap Gaby
sama-sama nona " ucap Leana
mari duduklah kita ngobrol" ucap Gaby
apakah kamu pacarnya Albert "ucap Gaby
bukan nona saya hanya teman SMA nya dulu" ucap Leana
saya pacar Albert nona" sahut nila
dari pandangannya Gaby sepertinya tidak menyukai nila,
nama kamu siapa " tanya Gaby
saya Leana nona " ucap Leana
saya nila nona" sahut nila
saya yang selalu menjaga Albert nona bahkan saya berdoa terus agar Albert cepat bangun dari komanya" ucap nila
saya senang sekarang Albert sudah bangun
__ADS_1
bahkan saya nggak sabar untuk menemuinya" lanjutnya
Oh iya leana sekarang kamu kuliah di mana" ucap Gaby
saya kuliah di queensland nona" ucap Leana
kalau saya kuliah bareng sama Albert nona
saya juga dulu teman smp-nya" sahut nila
rumah kamu di mana Leana" ucap Gaby
saya tinggal di Canberra nona" ucap Leana
nona karena Albert sudah siuman saya mau pamit untuk pulang ya" ucap Leana
kamu tidak mau bertemu dengan Albert lagi" ucap Gaby
besok saya ke sini lagi nona, saya juga takut kalau orang tua saya nyariin" ucap Leana
baiklah saya akan menyuruh sopir pribadi saya untuk mengantar kamu" ucap Gaby
tidak perlu nona saya membawa mobil sendiri" ucap nila
ya sudah kamu hati-hati di jalan ya" ucap Gaby
nona bolehkah saya menemani Albert di sini" ucap nila
saya tidak bisa berhenti memikirkan Albert," lanjutnya
sudah kamu pulang aja dulu karena di sini banyak yang menjaga Albert" ucap Gaby
tapi nona saya sangat khawatir dengan keadaan Albert" ucap nila
kamu tidak perlu khawatir di sini banyak keluarganya, kamu pulang aja dulu " ucap Gaby
paman Reymond "panggil Gaby
iya nona ada yang bisa paman bantu" ucap Raymond
tolong antar nila pulang " suruh Gaby
baik nona muda " ucap Raymond
tidak perlu paman saya bawa mobil sendiri" ucap nila
baguslah" gumam Gaby
nila pun pulang dengan rasa kecewanya,
saya akan bikin Kaka suka dengan saya lihat aja nanti " gumamnya
handphone nila pun berbunyi ternyata itu dari Derry orang tuanya,
hallo pa " ucap nila
hallo kamu dimana nila kenapa belum pulang apa kamu menjenguk teman kamu yang gembel itu" ucap Derry di ujung telfon
iya pa,papa tahu tidak berita di tv itu
__ADS_1
...