
Benar saja apa yang orang orang disini katakan
Kamu sangat menakutkan" ucap adelia dengan nada ketakutan,
Menakutkan kata kamu " Jawab verton sambil mendekati wajah Adelia hingga mereka pun berhadapan ,
Adelia yang semakin takut bahkan jantungnya pun berdegup kencang,'
Kenapa kau sangat takut denganku nona manis"tanya verton
Kenapa kau melihatku seperti melihat hantu" lanjutnya dengan mata melotot
Adelia pun hanya berdiam diri tanpa menjawab apapun,
Mandilah habis itu temani saya makan" lanjut verton sembari memegang dagu Adelia
verton pun meninggalkan kamar tidur Adelia,
Mbok Ijah kenapa Adelia belum turun ," ucap verton
Cepat bawa dia turun " lanjutnya
TOK... TOK.. TOK...
Adelia yang terdengar ketukan pintu
Non non adel" ucap mbok ijah
Iya mbok" jawab adelia sembari membuka pintu
Rambut adelia pun masih acak acakan pertanda Adelia belum mandi
Non sudah di tunggu tuan muda untuk sarapan di bawah" ucap mbok Ijah
Maaf mbok,mbok Ijah bilang saja saya ngga mau makan sama seorang srigala"ucap Adelia
Sudah nona nurut saja si mbok takut kalau nona tidak menuruti yang tuan muda perintah baliau akan marah besar non" ucap mbok Ijah dengan nada khawatir
Iya saya mandi dulu ya mbok si mbok turun saja ke bawah" jawab adelia
Baik non" ucap mbok Ijah
Gimana mbok dia mau turun" ucap verton
Kata nona adelia dia mau mandi dulu tuan " jawab mbok Ijah
Setelah menunggu sekitar 45 menit adelia yang tak kunjung turun pun membuat verton benar benar marah besar,'
Piaaaaarrrr piaaaaarrrr
Bunyi piring yang dibanting pun terdengar Adelia dari kamarnya,
Adelia pun ketakutan dengan duduk kaki meringkuk ,
Baru satu hari saja membuatku sangat ketakutan apalagi berhari hari bisa cepat mati aku" gumam adelia dalam hatinya
BRAAAAAK BRAAAAKKK BRAAAAKKK
pintu kamar pun di dobrak sama verton
Adelia pun di buatnya semakin takut ,
Adelia yang duduk mundur sampai mentok ke divan sambil wajahnya memerah,
Kenapa kau tidak mau menemani saya sarapan,apa kau mengingkan aku untuk berbuat kasar,
Kau mau menemani saya makan atau mau melayani saya di ranjang,
Baiklah karena kau tidak menjawab itu tandanya kau harus melayani saya di ranjang untuk meluapkan hasratku,
Adelia pun hanya menggeleng gelengkan kepalanya karena rasa takut,'
verton pun melepaskan dasinya ,membuat adelia semakin ketakutan
verton pun melepaskan ikat pinggangnya
__ADS_1
Jangan...tolong jangan tuan" ucap Adelia
verton pun semakin mendekat hingga ia naik ke atas ranjang,
Adelia pun menolak dan mendorong verton ke samping, Adelia langsung lari menuju kamar mandi dan menutupnya
Sayang... Keluarlah"ucap verton
Pergilah... " Jawab Adelia
Saya tunggu di meja makan" ucap verton
Namun tak ada sahutan dari adelia
Dasar cowok mesum" ucap adelia dalam hatinya
Adelia pun kali ini menuruti verton dan turun ke bawah menemaninya untuk sarapan,
Alyne yang sudah mandi dan bau wangi terasa tercium oleh verton,hingga membuat verton senyum tipis,
Nah kalau kaya Begini kan enak " ucap verton
Jadi saya tak perlu marah marah" lanjutnya
Saya tidak suka kalau apa yang saya suruh tidak di turutin,... NGERTI..... Ucap verton yang seakan mengancamnya
Namun karena verton yang merasa di cuekin kini dia pun merasa tidak di hargai dan membuatku marah,
Kalau orang lagi ngomong itu di lihatin bukan di cuekin ,ucap verton
Apa kamu tidak punya kuping dan mata" lanjutnya,
Iya Tuan" jawab Adelia
Apa kamu bilang " ucap verton dengan nada marah sambil memegangi dagu Adelia
Iiiiya tuaaan..." Jawabnya Adelia
Jangan panggil saya tuan panggil saja verton,"
Kini adelia pun makan dengan memandangi wajah verton,
Sebenarnya wajah verton itu sangatlah ganteng dan ideal menurut wanita apalagi melihatnya diumur 32 tahun namun wajahnya seperti umur 29 tahun namun karena sifatnya yang galak dan tegas membuat semua orang takut,
verton pun kini berangkat kekantor,
Namun verton bekerja terasa tidak fokus ia selalu memikirkan Adelia wanita yang selalu membuatnya marah,
Paman tolong pastikan kalau dia baik baik saja " ucap verton
Baik tuan muda" jawab lukas
Telfon rumah pun berbunyi...
Mbok" ucap lukas di ujung telfon
Iya pak Lukas ada apa" jawab mbok Ijah
Apakah Adelia baik baik saja "ucap lukas
saya cek tadi nona baik baik saja pak " ucap mbok Ijah
Nona adelia masih di kamarnya tuan" ucap lukas
Baiklah paman " ucap verton
saat Si mbok mengecek lagi kamar benar saja Adelia tidak ada di kamarnya
Non...non Adel " panggil mbok Ijah yang mencari cari Adelia
Mbok Ijah pun mengetok pintu kamar mandi namun tak ada jawaban, mbok Ijah membuka pintu kamar mandi ternyata Adelia juga tidak ada
Pak lukas " ucap mbo Ijah di ujung telfon
Nona Adelia nggak ada di kamar ,
__ADS_1
Si mbok cari cari tidak ketemu," ucap mbok ijah
Si mbo yakin sudah mengecek semuanya" ucap lukas,
Sudah pak" jawab mbok Ijah
verton yang mendengar berita tersebut langsung marah besar,
Ayo paman kita pulang" ucap verton
Baik tuan muda" jawab lukas
mereka pun bergegas untuk pulang ke rumah
Sesampainya di rumah verton dan semuanya mencari Adelia namun tidak ada yang menemukannya ,
Semuanya cari adelia sampai dapat" ucap verton
verton yang merasakan penat kini dia masuk ke kamarnya verton pun menengok ke luar jendela namun tak disangka,
verton melihat adelia sedang naik pagar rumah,
verton pun langsung lari untuk mengejar Adelia,
Adelia yang sudah naik kini kakinya di pegang oleh verton,
Mau kemana kamu" ucap verton
Adelia hanya diam saja
Cepat masuk" ucap verton
Kini verton pun membawa Adelia masuk kerumah
Dengan amarahnya yang tidak bisa redupkan oleh siapapun,
Pengawal dan pelayan ikut saya masuk," ucap verton
Karena kalian tidak bisa menjaga adelia siap siap kalian" lanjut verton dengan memegang pistol,
DOOORRR, peluru pistol pun ditembakkan ke arah atas
Semua hanya pasrah diri dan diam.
Aaaaaw" teriak Adelia
Ini adalah peringatan kalau kamu kabur dari rumah ini pistol ini akan aku tembakan ke mereka satu persatu " ucap verton yang tegas
PAHAAAAM..." Lanjutnya
Iyaa.." jawab Adelia
Sekarang masuklah ke kamar " ucap verton
Mbok Ijah antar Adelia ke kamarnya" lanjutnya
Adelia pun semakin takut melihat tingkah verton yang arogan,'
Mbok " ucap Adelia
Iya non " jawab mbok Ijah
Mbok apakah setiap hari verton selalu berbuat seperti itu," ucap Adelia
kenapa si mbok dia marah marah terus
Apa dia tidak punya rasa iba terhadap orang lain,'
Terus kenapa si mbok betah kerja dengan orang yang keras kepala seperti dia," lanjut adelia
Non sebenarnya tuan muda itu orangnya baik hanya saja kalau ada maunya terus tidak kesampaian tuan akan marah, apalagi si mbok ikut kerja dengan tuan muda sejak beliau masih umur 11 tahun " ucap mbok ijah
Adelia pun mendengarkan cerita mbok Ijah
.... bersambung....
__ADS_1