
Pagi-pagi sekali Aina sudah bangun dan mandi, setelah sholat subuh Aina merapikan tempat tidurnya. Setalah selesai seperti biasa Aina selalu membantu ibu di dapur. Aina terlahir dari keluarga yang sederhana. Aina anak kedua dari 4 bersaudara Aina mempunyai kakak laki-laki dan 2 adik laki-laki. Saat ini Aina masih duduk di bangku SMU kelas 2, adik Aina masih kecil-kecil, adik pertama duduk di bangku SD kelas2 dan adik kedua masih duduk di taman kanak-kanak.
"Masak apa bu? " tanya Aina sembari menghampiri ibunya yang sedang memotong sayuran
" sayur bayam nduk" jawab ibu Asih.
Ya ibu Aina bernama Asih dan ayah Aina bernama Danang.Kakanya Aina Doni dan adiknya bernama Dodo dan Dodi
Aina adalah anak perempuan satu-satunya.
Setiap hari Aina selalu membantu ibunya memasak di dapur sebelum dia berangkat ke sekolah.
"Bu, nanti pulang sekolah Aina mau ke rumah Sinta ya mau belajar kelompok" Aina meminta ijin kepada ibunya
"Iya nduk" jawab ibu Asih
"Nduk tolong kamu bangunin adik-adikmu,ini sudah pukul 6 suruh mandi dan siap-siap sekolah" pinta ibu ke Aina
__ADS_1
"iya bu" Aina berlalu menuju kamar adiknya
Aina membuka pintu kamar Dodo dan Dodi terlihat mereka masih tertidur pulas. Dengan pelan-pelan Aina menggoyang-goyang tubuh adiknya satu persatu
"Dodo... Dodi... bangun yukkk dah jam 6 ni.. mandi yukkk nanti telat sekolahnya lho" kata Aina penuh kasih sayang.
Dengan wajah masih malas-malasan Dodo dan Dodi membuka matanya
"iyaaa kakkkk" jawab mereka serempak
mengandeng kedua adiknya keluar kamar.
Aina menuju kamar mandi masih mengandeng Dodi adik terkecilnya. Seperti biasanya Aina memandikan adik terkecilnya karena kalo tidak dimandikan yang ada nanti mainan air dan gak jadi sekolah. Beda dengan Dodo dia bisa mandi sendiri.Dodo menunggu di ruang tengah bersama ayahnya yg sedang minum kopi
"Lho kok belum mandi do? "tanya ayah kepada Dodo
"baru dipake Dodi yah " jawab Dodo
__ADS_1
Dodo masih malas-malasan di kursi tengah. Tidak begitu lama Aina pun sudah selesai memandikan Dodi.
"Doooo... buruan adek dah selesai nih" teriak Aina dari pintu kamar mandi
"Iya kakkkkk... " jawab Dodo lemas
Aina membawa adiknya ke kamar belum sampai kamar ternyata ibu sudah selesai memasak.
"Udah nduk kamu siap-siap sana sarapan terus berangkat sekolah nanti telat lho" kata ibu sambil mengambil alih tangan Dodi lalu mengandengnya menuju ke kamar.
Di meja makan Aina memilih mengambil nasi goreng pedas manis buatan ibu. Setelah selesai sarapan Aina lalu mengambil kotak makan, ya Aina memang selalu membawa bekal nasi lebih irit katanya. Karena Aina tak seperti teman-temannya yang di beri uang saku lebih buat jajan. Aina hanya di beri uang bekel buat naik bus sisanya hanya cukup buat beli es saja karna memang rumah Aina lumayan jauh dari sekolah Aina harus naek bus.Tidak jarang juga waktu Aina nunggu bus, ada temennya lewat Aina nebeng temannya jadi Aina bisa jajan lebih.Setelah selesai mengambil bekel nasi dan sayur bayam, Aina memasukan bekelnya ke dalam tas sekolah Aina. Buru-buru Aina pamit ayah dan ibu.
"Ayah Aina berangkat dulu ya... ibu Aina berangkat dulu ya. Assalamualaikum" sambil menyalami dan mencium punggung tangan ayah dan ibu
"iya nduk Waalaikumsalam" jawab mereka serempak.
Aina pun berlalu keluar sambil mengendong tas punggungnya.
__ADS_1