Cerita Cinta Aina

Cerita Cinta Aina
BAB 5 Jawaban buat Reno


__ADS_3

"Tuh yang diomongin datang, panjang umur dia" kata Sinta


Aina datang dengan wajah lesu hari ini, karena semalam dia tidak bisa tidur Aina memikirkan jawaban buat Reno


"Kenapa kamu Ai, kok lesu gitu? kamu sakit? " cerca Rina


'gak kok.. cuma galau aja"jawab Aina


"cieee... yang lagi jatuh cintrong. eh gimana kemaren di anter Reno? bahagia dong harusnya" goda Rina


"Emang kemaren di anter Reno? kok aku gak tau ya" kata Sinta


"Kita kan pulang duluan Sin" jawab Maria


"Reno nembak aku kemaren, dia minta jawaban hari ini. gimana dong bestie aku binggung" kata Aina yang membuat temennya bersorak.


"Horeee.. "


"Terima aja, kenapa binggung. kamu juga suka dia kan? "celetuk Sinta


Aina lalu menceritakan memang dia suka tapi bukan untuk jadi pacar ya cuma sekedar nge fans gitu aja tidak lebih. Dan sebenarnya Aina juga tidak ingin pacaran dulu.


" udah terima aja Ai buat semangat belajar' kata Rina


"hemmmm"Aina masih mikir


Pelajaran berlalu begitu cepat, tidak terasa bel waktu pulang sekolah sudah berbunyi.


" tettt... tettt.. tetttttt.... "


Aina dan ketiga temannya belum juga beranjak dari bangkunya.


"Aina, kamu kenapa sih kok masih benggong gitu? " tanya Rina yang binggung melihat Aina diam menbisu


"Gak papa... berdoa dulu sebelum ketemu" jawab Aina


"Sinta, tolong bilang Aina ya aku udah nungguin di depan. thanks" Sinta membacakan isi chat dari Reno


"Ayok Ai dah di tungguin Reno tu" kata Maria


"Aku deg deg'an ni" jawab Aina sambil memegang dadanya


"Kok dia bisa tau nomer kamu Sin? " tanya Aina kepada Sinta


"Tadi pagi aku ketemu Reno, dia tanya nomer kamu aku jawab aja kamu gak ada hape terus dia minta nomerku" Sinta menjelaskan ke Aina


Lalu mereka berempat beranjak dari bangkunya mereka jalan menuju parkiran. Tapi Sinta menyuruh Aina langsung keluar karena Reno sudah menunggu. Aina mengiyakan lalu berjalan menuju pintu gerbang. Sampai di luar pintu gerbang Aina tenggok kanan kiri mencari keberadaan Reno.Tiba-tiba Aina di kejutkan tepukan di pundaknya.


"Cari siapa Ai? " kata orang yang menepuk pundak Aina yang ternyata itu adalah Reno


"cari Reno" jawab Aina


"Ngapain cari Reno?kangen ya? " tanya Reno lagi


"hemmmm" Aina cuma menggumam


"Yuk naek Ai kita ke warung es buah lagi ya? " ajak Reno


"Okeyyy" jawab Aina lalu naek ke motor Reno


"Dah siap bu... pegangan dong" canda Reno


"Ya nanti aja... jalan duluan aja" kata Aina


Sampai di warung es buah Aina turun di ikuti Aina. Kali ini Aina langung pesan es buah dua. lalu mencari tempat duduk di pojokan biar nanti kalo ngobrol sama Reno tidak ada yang mendengar.

__ADS_1


Reno mengikuti Aina dari belakang, lalu duduk di hadapan Aina.


"Semalem aku mimpiin kamu Ai" Reno membuka pembicaraan


"Mimpiin apa? " tanya Aina


"Mimpi kamu nerima aku Ai"jawab Reno


" Ah itu hanya mimpi aja...."kata Aina


"Tapi jadi nyata" jawab Reno meneruskan perkataan


Aina


"Itu maunya kamu " kata Aina


"Tapi kamu mau juga kan Ai? tanya Reno


" enggakk"jawab Aina


"Beneran Ai? " tanya Reno lesu


"Beneran lah" jawab Aina


pesanan es buah mereka datang mereka lalu menikmati tapi tidak dengan Reno, Reno terlihat tidak bersemangat, Aina senyam senyum sendiri melihat Reno.


"Kok kamu jadi lemes gitu kenapa Ren? " tanya Aina


"Semangatku telah hilang"


"Hilang kemana? "


_Dia gak mau nerima cintaku"jawab Reno


"Siapa?? "


"Siapa bilang??? " jawab Aina


"Maksud kamu Ai tadi kamu bilang beneran? " kata Reno tidak percaya


"Beneran mau kok"


"Beneran Ai mau jd pacarku ? '"


"Iya" kata Aina menunduk malu


"Horeeee" teriak Reno di ikuti suara sorak Sinta. Maria dan Rina


"lho kalian kok ada disini? " kata Aina heran karena mereka tiba-tiba muncul


"kita kan mau minta traktiran kalian yang baru jadian.. cieeee... "jawab Maria


"Pak, minta es buah 3 ya... " kata Rina lalu mereka menyuruh Reno duduk di sebelah Aina. Mereka duduk di hadapan Aina dan Reno yang lagi senyam senyum bahagia.


"Tenang teman-teman makan sepuasnya hari ini aku yang traktir" kata Reno


"Gak puas dong Ren kalo cuma makan es buah doang mana kenyang Ren? " kata Maria yang emang doyan makan


"Tenang teman-teman nanti sepulang dari sini kita makan di rumah masing-masing ya? "ledek Reno


"Huuuuu... " sorak mereka berempat


"Sttttttstttt" Reno menempelkan telunjuknya di bibir lalu cekikikan sendiri


Jam menunjukkan pukul 15.00,Aina mengajak Reno dan teman-temannya pulang karena Aina takut nanti ibu Aina mencarinya. Lalu mereka pulang ke rumah masing-masing.Reno mengantar Aina pulang, sampai di depan rumah Aina, Reno memarkirkan motornya

__ADS_1


"Lho gak langsung pulang Ren? " tanya Aina


"Aku mau mampir dulu boleh kan? "


"Beneran? " tanya Aina gak percaya


"Beneran sayang" jawab Reno. Aina tersipu malu di panggil sayang oleh Reno


"Ya udah ayuk masuk" ajak Aina


"Assalamualaikum buk... " Aina mengucapkan salam


"waalaikumsalam... lho ada tamu, mari masuk-masuk" jawab ibu Aina


"Iya ibu, perkenalkan nama saya Reno bu" Reno memperkenalkan diri lalu mencium tangan ibu Aina


"Oh iya nak, saya ibunya Aina.. bu Asih" jawab ibu Aina


Bu Asih mempersilahkan Reno duduk dan menyuruh Aina membuatkan minum untuk Reno.Bu Asih menemani Reno duduk sambil ngobrol menanyakan perihal Reno.


"Teman sekelas Aina ya nak Reno? " tanya bu Asih


"Bukan bu, teman main aja. Saya tetangganya Sinta bu teman sekelas Aina." jawab Reno


"Oh tetangganya Sinta, iya ibu tau nak" kata ibu


Aina datang membawa nampan berisi segelas es teh dan setoples makanan ringan, diambilnya di taruh di meja.


"Diminum Ren"


"Iya Ai" jawab Reno


"Mari nak di minum seadanya ya? " ibu mempersilahkan Reno


"Iya bu, saya minum ya bu" kata Reno lalu mengambil segelas es teh diteguknya hingga tinggal setengah gelas.


"Ajak makan nduk temennya, pasti lapar kan pulang sekolah belum makan" kata ibu


"Gak usah repot-repot bu. trimakasih" jawab Reno


"Iya bu tadi kami mampir di warung es buah, masih kenyang bu" Aina ikut menimpali


"Makan kok es buah mana kenyang nduk, udah ajak masuk sana, makan di dalam aja nduk. Ayok nak Reno masuk aja gak papa anggap rumah sendiri" kata ibu


Lalu Aina mengajak Reno masuk ke dalam. Aina mengambilkan piring buat Reno


"Ini Ren. piringnya ambil sendiri gih"


"Ambilin dong Ai biar kayak suami istri gitu Ai" kata Reno sambil senyum-senyum


"Aduh Ren pikiranmu terlalu jauh"


"Gak papa menghalu dikit heheh... "


"Yahhh terserah kamu deh Ren" kata Aina pasrah


Setelah mereka selesai makan Aina mengajak Reno duduk di ruang tamu, Beberapa saat kemudian Reno mohon diri, pamit ke ibunya Aina lalu Aina mengantar sampai ke depan rumah.


"Pulang dulu ya sayang'" kata Reno


"Iya" jawab Aina singkat


"kok iya aja??? "


"iya sayanggggg"

__ADS_1


"lha gitu dong.. dada sayang" kata Reno


"Ih lebay" Aina berkata dalam hati sambil melambaikan tangan.


__ADS_2