
"Surat?? dari siapa ni? kok bisa ada di tas" Aina bertanya tanya sendiri
"Selamat malam Aina, pasti saat ini kamu sedang belajar ya? kaget ya liat surat dariku? pasti kamu sedang mikirin aku kan? heheh.. selamat malam ya sayang selamat beristitahat. besok aku jemput ya buruan bobok biar besok gak telat bangun. semoga mimpiin aku.kekasihmu Reno" isi surat dari Reno yang membuat Aina senyum sendiri
"Ada-ada aja ni Reno" batin Aina
Tidak terasa mata Aina sangat berat Aina pun menghentikan belajarnya lalu berbaring di ranjang belum ada 5 menit sudah tertidur pulas.
Sayup-sayup suara adzan terdengar di telinga Aina, Aina lalu bangun dan merapikan tempat tidur. Aina buru-buru mandi, sholat. setelah selesai Aina menuju dapur seperti biasa Aina membantu ibu di dapur.
"Nduk sudah jam 6 lho kamu belum berangkat?
" nanti jam setengah 7 di jemput Reno bu"
"Berangakat sama Reno? kalo gitu sekalian aja Reno di bawain bekal"
"Mana mau bu cowok bawa bekal? tanya Aina
" Udah bawain aja bilang aja dari ibu pasti dia mau"
Assalamualaikum"terdengar suara salam dari luar
"Waalaikumsalam" suara bapak menjawab salam
"Iya cari siapa ya? '
" Saya Reno pak teman Aina mau jemput Aina berangkat sekolah sama-sama pak"
"ooo Reno, yang kemaren beliin bakso itu ya? "
"Iya pak"
"Bentar bapak panggilin ya? "
Baru aja bapak mau ke dapur ibu dan Aina sudah duluan keluar
"Pak Aina barangkat dulu ya? Assalamualaikum" tak lupa Aina mencium tangan bapak.
"Saya pamit ya pak bu, Assalamualaikum" kata reno sambil mencium tangan ibu dan bapak
"Sopan kan pak anaknya? "
"Iya bu, sepertinya anak itu menyukai anak kita ya bu"
"Iya pak, kalo sekolah di antar jemput lho pak. Bapak setuju gak kalo Aina sama anak itu pak? "
"Biarlah mereka jalani dulu bu masa-masa muda mereka. jodoh sudah ada yang ngatur bu"
"Iya pak" kata ibu lalu melangkahkan kaki ke dapur
"Mau kemana bu" tanya Bapak
"Mau mengambil bekel buat adek pak, Bapak antar sekolah adek sekarang aja tidak apa-apa sekalian Bapak pergi ke Pasar"
"Iya bu Bapak tunggu di depan. tolong sekalian ambilin tas bapak ya bu"
"Iya pak"
Diperjalanan Aina menanyakan tentang surat semalam yang berada di tas Aina.
"Ren.. "
"Ya" teriak Reno
"kok bisa surat itu di dalam tasku? kamu kapan narohnya kok aku gak tau? "
__ADS_1
"Ada deh, namanya juga surprise gak boleh tau dong"
"hemm Reno pelit" cibir Aina
Reno yang melihat tingkah Aina dari kaca spion motor jadi senyum-senyum sendiri.
"Kamu kalo lagi ngambek gitu makin cantik deh Ai, aku jadi makin sayanggggg sama kamu" goda Reno
"Halah gombal"
"Beneran sayang"
Tidak terasa mereka sudah sampai di depan sekolah Aina, Reno pun menyuruh Aian turun
"Sudah sampai tuan putri silahkan turun"
"Iya Pangeranku"
"Haduhhh tuan putri dan pangeran sudah datang ya" ejek Sinta yang ternyata dari tadi ada di belakang mereka.
"Aku berangkat dulu ya Aina? " kata Reno
"Eh tunggu Ren, ini di bawain bekel ibu kamu mau gak, kalo gak mau buang aja gak papa kok"
"Ya masak makanan di buang? tolong masukin tas ntar aku makan Ai bilang sama ibu makasih nanti pasti aku makan"
"Ya nanti kalo ketemu bilang sendiri aj"
Aina menaroh kotak makan ke dalam tas Reno di punggung Reno.
"Ya udah sana berangkat... dadaaa" kata Aina
"Mesranyaaaa, dari perempatan tadi lho aku ikutin aduuuuhhhh jadi iri deh" ucap Maria sambil cekikikan.
"iihhh apaan sihhh" kata Aina sambil mencubit pipi Maria
"biarin wekkk" Ejek Aina sambil berlari masuk ke sekolah
"Awas loe yaaa"teriak Maria mengejar Aina
" Hei tunggu dong"Sinta yang menaiki motor harus ke parkiran dulu jalan sambil ngomyang sendiri.
"Huhhh dasar Aina sama Maria tunggu aja sampek kelas aku gajar kalian" gerutu Sinta
Sampai di kelas telinga Aina dan Maria jadi sasaran Sinta.
"Ini nih yang tadi ninggalin gue sendiri, rasain ni"
"Ampuunnn bestie, Aina tu yang ngejek aku duluan "
"Kalian berdua yang salah rasain nih jeweran maut gue" Sinta cekikikan sendiri melihat temennya pura-pura kesakitan
"Ah lebay kalian gak sakit juga"
"atittt tauuuu"Aina dan Maria pura-pura mengelus-elus telinganya yang tidak sakit
"Biarin weekkk salah sendiri sapa suruh ninggalin aku gak setia kawan kalian, Maria ni juga udah di boncengin malah ninggalin" omel Sinta
"Ya maap deh gak lagi-lagi suwer terkewer-kewer deg, nanti pulang sekolah aku bonceng kamu ya bestie? " renggek Maria
"Gak mau" Sinta memalingkan muka pura-pura marah
"Nanti aku beliin permen lolipop deh... jagan marah ya"
"Sama es cream pokoknya yang rasa toberi"
__ADS_1
"Iya deh adik manis jangan marah ya"
Mendengar guyonan itu mereka berempat ketawa terbahak-bahak, tanpa mereka sadari pak Ahmad memperhatikan mereka. Mereka langsung terdiam mendengar salam dari pak Ahmad
"Selamat pagi anak-anak"tiba-tiba pak Ahmad guru Matematika sudah berdiri di depan kelas
" Buka PR kalian yaaa?! kita koreksi sama-sama, ada yang mau mengerjakan nomer 1? yang mau mengerjakan di depan dan benar langsung saya kasih nilai 100" kata pak guru
"Saya pak" Rina mengacungkan tangannya
"Silahkan Rina"
"Rina nyontek gue tu" kata Aina ke Sinta bisik-bisik
"Berani juga dia, yang penting yakin ya"
"iya dong"
"Selanjutnya Sinta lalu Aina dari tadi bapak perhatikan asyik ya ngobrolnya? "
Mereka berdua terkejut karena mereka ketahuan pak Ahmad ngobrol sendiri.
"Matih gue" bisik Sinta tapi Aina langsung mematung tidak berani menjawab Sinta
"Selanjutnya Sinta dan kamu Aina kamu menulis di sebelahnya'
" Iya pak "jawab mereka berdua langsung berdiri dan berjalan ke papan tulis menulis jawaban
" Coba kita lihat jawaban Sinta dan Aina,,apakah betul anak-anak? "
"Betul pakkk... " jawab anak-anak serempak
"ya sudah duduk kalian,jangan ngobrol sendiri ya. kita lanjut nomer 4 ya anak-anak!? "
"Iya pak" jawab Aina dan Sinta lirih lalu mereka duduk di bangku mereka masing-masing.
Akhirnya selesai juga menggorekai PR, Pak Ahmad tidak lupa memberikan PR lagi buat anak-anak.
"Ya sudah saya tinggal dulu ya anak-anak, jangan pada berisik ya? "
"Iya pakkkk" Serempak anak-anak menjawab
"Haduhhhh syelalu deh Pak Ahmad ini PR tidak pernah lupa, saya kan pusing mengerjakannya" kata Rina
"Ngerjain tinggal contek aja pusing" celetuk Aina
"heheheh.. tau aja kamu Ai, kamu kan bestie aku Ai"
"Gak ada bestie-bestiean kali ini kerjain sendiri"
"Halah Ai... nanti gak aku salamin Reno lho" canda Rina
"gak usah salamin nanti aku ketemu aku salamin sendiri"
"Ai... Aina sayanggggg" bujuk Rina
"Bodoooo... "
"Ainaaaaaa.... "
"Bodoooooo... "
"Hiks... hiks... hiksss Aina jahattt" Rina pura -pura nangis. Belum selesai dramanya tiba-tiba Bu Ani guru bahasa inggris datang
"Haduhhhh dramanya kelar nih" ejek Maria
__ADS_1
"Heheheh" Rina menahan tawa