Cerita Cinta Aina

Cerita Cinta Aina
BAB 10 Hari menyedihkan buat Aina


__ADS_3

Aina sering kali di ajak Reno maen ke rumahnya,Aina juga sering di suguhkan muka masam mamanya Reno.Reno selalu memberikan semangat buat Aina, Reno selalu bilang memang begitu wajah mamanya tidak bisa tersenyum.Hubungan mereka sudah terjaljn hampir 1 tahun. Aina juga sering di ajak ke rumah kakak-kakaknya yang sudah menikah. Kakak Reno ada 3,Reno adalah anak bungsu.Kakak -kakaknya semua menyukai Aina. Mereka para mantu-mantu mamanya Reno pernah bercerita dulu waktu pertama-tama mereka main selalu di suguhkan muka masam mamanya tapi lama kelamaan mereka sudah terbiasa.


"Assalamualaikum" suara dari pintu depan


"Waalaikumsalam, Reno kok malem-malem datang" suara bapak Aina, ya memang jam sudah menunjukkan pukul 9 malam


"Iya Pak, cuma mau titip ini buat Aina" kata Reno sembari memberikan sepucuk surat,


"Saya langsung pamit ya pak? Assalamualaikum"


"Waalaikumsalam, ya hati-hati"


Setelah Reno berlalu bapak menutup pintu, kemudian menuju kamar Aina mengetuk pintu kamar Aina.


"Aina"


"Ya pak, masuk aja"terlihat Aina masih bergelut dengan buku-bukunya.


" Tadi Reno mampir nitip ini buat kamu"bapak memberikan sepucuk surat kepada Aina


"Sekarang udah pulang pak? " tanya Aina


"Sudah langsung pulang dia"


Bapak keluar lalu menutup pintu kamar Aina. Aina membuka surat itu dengan penasaran.


"Aina aku sayang kamu" isi surat Reno


"Sudah? begini saja? ada-ada aja nih Reno bikin orang hampir jantungan malam-malam datang ngasih surat dan isinya gini aja. Awas aja besok huuhh"ancam Aina


Karena terlanjur kesal Aina langsung gak mood lagi buat belajar padahal besok hari terakhir ujian tengah semester. Aina merebahkan tubuhnya di ranjang lalu tertidur.


Pagi ini Aina sudah siap untuk berangkat sekolah. Jam masih menunjukkan pukul 06.00 tapi Aina sudah duduk di teras membawa buku sambil di bacanya karena semalem dia belum sempat membaca buku itu gara-gara surat dari Reno yang aneh.Beberapa menit kemudian Reno datang, Reno langsung mengantar Aina ke sekolah. Diperjalanan Aina bertanya kenapa semalem Reno menulis surat begitu dan mengantarnya malam-malam. Reno tak banyak berbicara dia hanya bilang nanti pulang sekolah aku jemput kamu. Setelah itu Reno pergi meninggalkan Aina.


Di kelas Aina tampak murung, Teman-teman nya tidak ada yang berani menggodanya. Sampai bel istirahat berbunyi Rina memberanikan diri bertanya


"Aina, kamu kenapa? "


"Reno beberapa hari ini aneh"

__ADS_1


"Aneh gimana? cerita dong sama aku"


"Aku juga gak tau kenapa dia begitu pokoknya aneh aja" kata Aina


"Ya sudah gak usah di pikirin mungkin dia baru ada masalah, Ai nanti kita maen yuk ini kan hari terakhir ujian"


"maaf, Reno dah janji mau jemput"


"Ya udah gak papa laen kali aja"


Bel masuk berbunyi masih ada satu mata pelajaran lagi ujian hari ini. Anak-anak mulai masuk ke ruangannya masing-masing.


Setelah lembar soal di bagikan Aina buru-buru mengerjakan soal dia sudah gak sabar ingin bertemu Reno, Aina hanya ingin bertanya kenapa sikap Reno Aneh beberapa hari ini. Baru setengah jam Aina sudah menyelesaikan soal nya lalu dia memberikan kepada penjaga Aina memberi kode Rina kalau dia pulang duluan Rina hanya mengangguk.Sekolah masih sepi belum ada anak yang keluar ruangan, sampai di gerbang ternyata Reno sudah menunggu Aina di luar.


"Ayok naik! "


Tanpa menjawab Aina langsung duduk di motor Reno. Motor melaju dengan kencangnya, Reno menuju rumah tantenya mereka duduk-duduk di teras.


"Ai" kata Reno sambil memberikan sepucuk surat buat lAina


"Apalagi ini? " tanya Aina


"Bacanya nanti aja di rumah ya?Ai aku pengen ngomong" kata Reno sambil mengenggam tangan Aina


"Ai, bsk aku harus pergi, aku ada panggilan kerja di luar pulau, besok pagi-pagi aku harus dah ada di bandara kamu gak usah nganter ya aku gak mau nanti kamu di cuekin mama ak"


"Kenapa mendadak sih Ren, kenapa baru bilang sekarang? aku ikut nganter ke bandara ya? " bujuk Aina


"Ai, semua ini aku lakukan juga buat kamu Ai, aku cari uang dulu ya ,kamu tunggu aku janji ya? Ai,aku sayang kamu"


Tanpa Aina sadari air matanya terus menetes begitupun Reno.


"Sudah Ai jangan menangis, aku pasti akan sering hubungi kamu. kita akan saling mengirim surat. nanti kalo aku dah sampek sana aku langsung kirim surat buat kamu aku kasih alamatnya nanti ya? kamu janji ya akan menunggu aku? "


Merekapun menangis berpelukan. Setelah beberapa saat Aina melepaskan pelukan Reno.


"Ren, pergilah jika itu keinginan kamu.. aku akan menunggu kamu Ren"


Aina menghapus air mata yang masih menetes di pipinya.

__ADS_1


"Pulang yuk Ren, aku ingin istirahat"


"oke, aku antar kamu sekalian mau pamit bapak ibu"


Aina hanya mengangguk, ingin rasanya Aina cepat sampai di rumah. Dia ingin menumpahkan semua air matanya.Sampai di rumah Aina ternyata bapak ada di teras duduk bersama ibu. Setelah memberi salam Aina langsung masuk ke kamarnya.


"Ada apa dengan Aina Ren? " bapak bertanya karena Bapak melihat mata Aina basah oleh air mata


"Begini pak" Reno duduk menghadap bapak


"ibu masuk dulu ya? "


"iya buk" jawab Reno di ikuti anggukan bapak


"Saya mau pamit pak mau kerja di luar pulau, saya tadi sudah pamit ke Aina, saya bilang ke Aina untuk menunggu saya pak.Saya berjanji akan kembali buat nikahin Aina pak"


"Bagus, niat kamu baik. Bapak doakan kamu sukses di sana dan cepat kembali memenuhi janji kamu"


"Trima kasih doanya pak. rencana besok pagi Saya berangkat pak. ini sekalian saya pamit sama bapak sama ibu"


"Bentar saya panggilkan ibu ya? "


Bapak masuk ke rumah tak berapa lama keluar lagi bersama ibu di belakangnya.


"" ibu saya mau pamit. tolong jaga Aina buat saya ya pak.. buk"


"iya nak hati-hati ya... "


Reno mencium tangan bapak dan ibu lalu Mohon diri.Terlihat di balik pintu ada Aina melihatnya tapi Reno berlalu karena tak ingin air matanya terlihat oleh bapak dan ibu Aina.


Setelah Reno tak terlihat Aina kembali masuk kamar kembali menumpahkan semua air matanya yang seakan tidak ada habisnya.


"Biarkan Aina sendiri dulu bu, biarkan dia tenang dulu " kata bapak


"iya Pak, ibu juga mau menyiapkan makan malam dulu pak"


Di dalam kamar Aina mencoba membuka surat yang di berikan Reno tadi.Di bacanya pelan-pelan surat dari Reno dengan air mata yang masih menetes di pipinya.


"Aina sayang, aku pamit ya buat cari uang kamu tunggu aku ya? aku akan kembali buat nikahin kamu. aku janji. Renomu"

__ADS_1


Ada sedikit senyum saat Aina membaca surat itu.


"Reno akan menikahi aku, sebegitu seriusnya dia" batin Aina.


__ADS_2