
Hari ini Aina masuk sekolah seperti biasa.Sampai di kelas Aina langsung duduk di bangkunya. Tiba-tiba Sinta datang di ikuti dari belakang Maria dan Rina.
"Selamat pagi bestiekuuu... tau gak bestie ada yang dapat salam nih dari pangerannya" kata Sinta
"Siapa tuhhhhh... " tanya Maria
"Siapa Sin? " tanya Aina pura-pura
"Ya kamulah pura-pura lagi" kata Sinta sambil melototin Aina,yang di pelototin cuma tersenyum aja.
"heheh... kok bisa dia titip salam Sin? tanya Aina
Lalu Sinta menceritakan bahwa tadi pagi mereka bertemu di depan rumah waktu mau berangkat sekolah.Reno tanya apa bener Aina itu temen Sinta lalu Sinta mengiyakan. Terus Reno tanya-tanya tentang Aina tapi Sinta tidak menanggapinya karena buru-buru mau berangkat sekolah.
Hari ini anak-anak mengikuti pelajaran seperti biasa. Tidak terasa bel tanda istirahat pertama berbunyi, anak-anak keluar kelas berhamburan.
"Aina, yuk kita ke kantin" ajak Rina
"Ah males ah, pengen di kelas aja" jawab Aina
"Aduhhh ni anak lagi jatuh cintrong kok bawaannya males sih" goda Maria
"Eh bentar ini aku dapat chat ni dari Reno" kata Sinta sambil nunjukin handphonenya
"Mana... mana... " Aina langsung berdiri mencoba melihat handphone Sinta
"Tapi bo'ong weeeekkkk" Sinta menjulurkan lidahnya ke Aina
"Hemmm males ah Sinta gitu.. " Aina duduk Cemberut
"Yeee... orang aku gak tau nomernya juga" kata Sinta
"Ya udah kita ke kantin aja yuk nanti pulang sekolah kita ke rumah Sinta lagi okeyyy.. ayuk buruan" kata Rina sambil mengandeng tangan Aina yang masih males-malesan buat berdiri
Akhirnya mereka berempat menuju kantin, mereka membeli makanan ringan lalu balik lagi ke kelas. Sampai di kelas mereka duduk di bangku masing-masing.
Hari ini waktu terasa begitu cepat berlalu, tudak teras bel pulang sekolah berbunyi
"tettt.. tettt.. tettttttt" anak-anak bersorak berhamburan keluar kelas.Aina, Sinta, Rina, dan Maria menuju parkiran
"Gimana nih kuta jadi ke rumah Sinta? " tanya Rina
"Gak Rin soalnya aku belum pamitan ke ibuku nanti aku di cariin lagi" jawab Aina
"Ya udah aku antar pulang yuk hari ini aku di rumah sendirian, ibuku pergi ke rumah tanteku daripada du rumah gak ada temen. Ayuk buruan bonceng" kata Rina sambil menghidupkan motornya.
"Okeyyy bestieeee... " jawab Aina lalu naek ke motor Rina
"Kita duluan ya bestie... " kata Aina dan Rina sambil melambaikan tangan
"okeyyyy bestieeee... " jawab Sinta dan Maria serempak
"Aina" tiba-tiba ada yang memanggil nama Aina tapi suaranya asing di telinga Aina
__ADS_1
Aina menoleh ke arah suara orang yang memanggilnya.
"Bentar Rin berhenti dulu " kata Aina sambil menepuk pundak Rina
"Kenapa Ai? " tanya Rina
"Ada yang memanggil siapa ya? " tanya Aina tolah toleh kanan kiri Rina juga ikut menoleh
"Siapa? " tanya Riba lagi
"Aina" suara itu terdengar lagi.Tiba-tiba mereka di datangi seorang cowok sambil membuka kaca helm.
"Reno?? " kata Rina dan Aina terkejut.
"Lho kok bisa di sini? " tanya Aina
"Nungguin kamu" jawab Reno
"Aku??? " tanya Aina tidak percaya sambil menunjuk dadanya sendiri
"Aku antar pulang yuk" kata Reno
"Ya udah sana turun buruan " kata Rina.
Setelah Aina turun Rina langsung melaju dengan kencang belum sempat Aina ngomong udah nyelonong aja.
Aina tidak bisa berkata -kata seperti patung diam tak bergerak.
"Tapiiii... " jawab Aina gugup
"Buruan aku anter pulang" kata Reno
Aina seperti di hipnotis langsung naek ke motor Reno.
"Na.. " Reno mengagetkan Aina
"Eh iya kenapa Ren? " Aina menjawab dengan tergagap
"Rumah kamu dimana ya? aku kan gak tau, apa mau pulang ke rumahku aja? " kata Reno sambil tersenyum
"Aduhhh senyummu Ren bikin klepek-klepek " batin Aina
"Na, kok bengong di tanyain" kata Reno.
"Eh enggak kok, rumahku di jalan Mawar no.12 tau kan?
" Tau, tapi sebelum aku antar pulang kita mampir beli es buah dulu yuk panas-panas gini seger kali ya Na minum es buah? kata Reno
"Eh iya... iya" Aina masih aja gugup berbicara dengan Reno.
Aina masih tidak percaya aja gitu kalo Reno menjemput Aina. Rasanya seperti mimpi di siang bolong.Akhirnya mereka berdua menuju warung es buah deket sekolah.
"Na, udah sampek kamu gak turun? " Reno membuat buyar lamunan Aina
__ADS_1
"Eh iya turun"
Lalu Reno mengajak Ainamasuk dan duduk di bangku.Reno memesan es buah dua lalu duduk lagi di bangku depan Aina
"Na kenapa kok kamu gugup gitu sih, santai aja kali"
kata Reno
Bagaimana bisa santai ketemu orang yang membuat hatinya dag dig dug.
"Na, kamu percaya gak cinta pada pandangan pertama? tanya Reno
" Hah??!! kok tanya gitu"kata Aina terkejut
"Gak papa tanya aja... kalo aku sih percaya, kalo kamu percaya gak Na? " tanya Reno lagi
"Iya percaya" jawab Aina
"Kalo aku bilang Aku jatuh cinta pada pandangan pertama sama kamu, kamu percaya gak Na" celetuk Reno
"Eh itu es nya dah datang, makasih ya kak? " kata Aina kepada penjual es buahnya
"Na... " Reno menatap Aina yang membuat Aina makin salah tingkah
"minum yuk Ren, buruan Ren nanti aku di cariin ibuku" Aina mencoba mengalihkan pembicaraan
"Na,kamu mau gak jadi pacarku? jawab dong Na!! "
"Aduh kamu ngomong apa sih Ren? yuk buruan yuk"
ajak Aina berharap Reno tidak membicarakan itu lagi
walaupun sebenarnaya itu yang Aina tunggu.
Es buah mereka akhirnya ludes tak tersisa, lalu Reno berdiri membayar es buah yang mereka minum.
"Yuk Na aku antar pulang" kata Reno lalu berjalan ke arah motor.
Aina merasa lega karena Reno tidak membicarakan itu lagi.Kareba Aina binggung aja mau jawab apa. Akhirnya Aina di antar pulang sampai depan rumah.
"Stop. sini aja Ren, rumahku cat hijau itu Ren" kata Aina sambil menunjuk rumahnya.
"Trimakasih ya Ren" Aina dah bersiap untuk jalan meninggalkan Reno
Tapi tiba-tiba Reno memanggil Aina "Aina!! "
"ya?? " jawab Aina
"Aku kasih waktu besok pulang sekolah ya buat jawab pertanyaanku tadi, besok aku jemput kamu tunggu aku di depan sekolah ya? 'pinta Reno
" Ya Insya Allah ya Ren"jawab Aina
"okeyy aku pulang dulu ya" Reno pergi meninggalkan Aina yang masih benggong.
__ADS_1