
Jam udah menunjukkan pukul 06.30 tapi Reno belum juga datang.Aina yang menunggu dari pukul 6 pagi tadi sudah tidak sabar, akhirnya dia pamit ke ibu.
"Sudah di jemput Reno nduk? " tanya ibu yang dari tadi melihat Aina gelisah menunggu Reno tidak muncul-muncul.
"Belum buk, ya udah Aina naek angkot aja bu Assalamualaikum" kata Aina sambil mencium ya tangan ibu
"Waalaikumsalam hati-hati ya nduk"
"Ya buk"
Baru aja Aina berjalan beberapa meter dari rumah ada yang memanggilnya, Aina menoleh ternyata Reno yang memanggilnya
"Ayok buruan naek keburu telat" seperti di komando saja Aina langsung naek ke motor Reno
"Maaf ya sayang tadi aku kesiangan gara-gara kamu sih"
"Kok gara-gara aku, mang aku ngapain kamu? "
"Gara -gara mimpiin kamu jadi gak mau bangun deh heheh"
"halah ngeles aja kamu nih"
"Jangan marah gitu dong sayang"
"Siapa yang marah? gak ada yang marah juga"
"Tuh kannn marahhh... nanti aku ajak jalan-jalan deh pulang sekolah, jangan marah yaa? "
"Halahhh... itu mah mau kamunya aja" kata Aina sambil mencubit pipi Reno
"heheheh... tau aja sayangku ini"
Di perjalanan mereka bersendau gurau tidak terasa udah sampai aja di depan sekolah Aina.Aina lalu turun setelah berpamitan langsung aja berlari karena takut pintu gerbang sebentar lagi di tutup pak satpam. Sampai di sekolah terlihat anak -anak sudah masuk ke kelasnya karena bel tanda masuk sudah berbunyi. Aina masih aja berlari menuju kelasnya sambil terengah-engah nafasnya tidak beraturan duduk di bangkunya.
"Ni minum dulu" Rina yang melihat Aina terlihat kecapekan langsung menyodorkan botol minumnya.
Tanpa komando lagi Aina langsung meminumnya hampir setengah botol.
"Haus beneran tu anak" kata Sinta
"Habis ngapain sih loe? " tanya Rina
"Dikejar hantu"
"crita donggg... "renggek Maria tidak mau ketinggalan
"crita.. crita tu ada bu indah" kata Aina
Mereka langsung menutup mulutnya, diam tak bersuara.
"Anak-anak hari ini kalian belajar sendiri dulu ya kerjakan soal lanjutan yang kemarin ya? "
"iya buuuu"
"Jangan pada berisik ya? ibu tinggal dulu nanti ketua kelas mengumpulkan taroh di meja ibu"
"Baik buuu"
Ibu Indah meninggalkan kelas di ikuti suara berisik anak-anak walaupun tadi sudah di pesan jangan berisik namanya juga anak-anak tidak di tunggu gurunya pastilah berisik.
"sssttttt diam jangan berisik" kata Asep ketua kelas membuyarkan keramaian
Langsung aja anak-anak semua diam, tapi baru berapa menit mereka sudah ngobrol sendiri tapi sambil berbisik.
"Gimana ceritanya tadi kamu kok bisa ngos-ngosan gitu? " tanya Maria sambil berbisik
"Ni anak gak sabaran amat sih? "
__ADS_1
"Semua itu gara-gara tu tetangganya Sinta" Aina memulai ceritanya
"Kok gue di bawa-bawa, tetangga gue kan pacar loe"
kata Sinta membela diri
"Mang kenapa pacarnya temen gue tu Ai? " tanya Rina tambah bikin pusing Maria yang mendengarkan
"Siapa sih yang kalian maksud,binggung deh"
"itu lho Mar pacarnya temen gue" kata Rina
"Pacarnya temen loe? temen loe sapa? "
"Temen gue Aina" jawab Rina
"ooo.. jadi pacarnya Aina? pacar Aina bukannya Reno? muter-muter aja dari tadi"
Mereka bertiga cekikian ngodain Aina yang memang agak lemot.
"Dilanjut gak nih ceritanya? "tanya Aina
" Emang masih berlanjut ceritanya? kan sudah ketemu jawabnya Reno"
"oooiya ya, berarti sudah selesai ya ceritanya ya udah ngerjain tugas dari bu Indah aja" kata Aina
"eitttss jangan di denger itu bisikan setan, ayok... ayok cerita aku dengerin" kata Rina
"Loe dah makan belum sih Mar? " tanya Sinta
"oiya tadi bangun ku kesiangan jadi gak sempet sarapan tapi untung mamaku udah bawain bekel buat sarapan ya udah aku sarapan dulu ya" kata Maria sambil mengeluarkan kotak makannya.
"Udah biarin dia makan dulu biar lemotnya gak kebangetan"kata Sinta
Ya udah gue lanjut apa gak ni? "
"Ampun bestie, tadi gue tu nungguin Reno gak dateng-dateng ya udah gue mau berangkat naek angkot aja tiba-tiba dia dateng katanya kesiangan, gitu nyalahin gue lagi katanya kesiangan gara-gara gue"
"Kok bisa gara-gara loe" Maria yang baru menikmati makanannya ikut menimpali
"Tuh bener kan gara-gara belom makan lemotnya itu" cibir Rina
"Apaan loe ngatain gue lemot"
"Udah-udah mau gue terusin gak ni ceritanya? " tanya Aina
"lanjutttt"
"Katanya gara-gara dia mimpiin aku jadi gak mau bangun trs kesiangan deh"
"Benerrrr, sama kayak gue tadi gue juga mimpiin Aina jadinya kesiangan"
"Kok jadi gue sih yang di salahin" kata Aina sambil menepok jidatnya
"Ya emang gitu kenyataannya'
" Yah terserah deh"
"Eh bestie ni ada chat dari Reno nih bentar aku buka dulu, katanya nanti kita di ajak ke taman deket kota kita mau di traktir buat ngerayain kelulusanya"
"Asyiiikkk makan-makan" kata Maria kegirangan
"Haduhhhh makan aja yang ada di pikiran loe"
"Biarinnn yang penting kenyannngggg"
"Teman-teman ada pengumuman soal tadi buat PR sekarang boleh pulang eh tapi nunggu bel pulang dulu, besok masuk seperti biasa.. ingattt besok masuk seperti biasa" Kata Asep
__ADS_1
"Horeeeee"
Anak-anak kelas 3 sudah pada keluar sekolah mereka merayakan kelulusannya.
"eh ada chat lagi ni dr Reno.ku tunggu di depan ya? " kata Sinta
"yuk buruan yuk" kata Maria
"Bentar belom bel"
"tettt... tettt.. tettttt"
"itu udah"
"iya ayok buruan, tapi barusan kamu kan dah makan jadi loe gak dapet jatah ya? 'goda Sinta
" Ya dapetlah, kan beda dapetnya dari sapa"
"mang kamu gak kekenyangan nanti? " tanya Rina
"Gak lah masih muat banyak nih" jawab Maria sambil mengelus-elus perutnya
"Ya udah jalan yuk"
Mereka lalu menuju parkiran kecuali Aina langsung menuju pintu gerbang mencari keberadaan Reno.Tenggok kanan tenggok kiri tidak di temukannya. Tiba-tiba pas di depan Aina berdiri Reno.
"Nyariin yaaa" tanya Reno
"Dari mana sih ? "
"Nohh aku duduk di belakangmu masak gak liat sih? " kata Reno sambil menunjuk tempat Reno menaroh motor
"Kok gak keliatan ya? "
"Hemmm masak seganteng ini gak keliatan sih"
"emmm ngomong-ngomong selamat ya kamu udah lulus, gak ada yang nganterin sekolah aku lagi dong"
"Ya masih lah kan ada aku"
"Kamu kenapa sedih gitu Ren? "
"Gak papa kok, mana nih yang laennya kok belum pada nonggol? " Reno mencoba mengalihkan pembicaraan
"Kamu lulus kan Ren? wajah kamu kok kayak gak bahagia gitu Ren? "
"lulus dong, ini gara-gara semalem gak bisa tidur" Reno keceplosan
"Gak bisa tidur Ren? "
"Iya gak bisa tidur gara-gara mikirin kamu"
"Emang kenapa kok aku di pikirin? "
"Ya karena aku kangen kamu"
"Gak deh Ren kayaknya ada yang kamu sembunyiin dari aku jawab jujur Ren"
"Eh tu dah pada dateng yuk berangkat yuk" Reno masih aja mengalihkan pembicaraan
"Ayok teman-teman kita lets goooo... " kata Maria bersemangat
Mereka lalu menuju taman yang berada di dekat kota untuk merayakan kelulusan Reno.Sampai di taman mereka menuju tempat kulineran, mereka duduk di bawah beralaskan tikar,
"dah pesen aja yang kalian mau nanti aku yang bayar" kata Reno
Sinta, Maria, dan, Rina lalu menuju tempat jualan yang mereka sukai. Setelah memesan mereka duduk di tikar lagi. Mereka bertiga saling pandang karena mereka melihat Aina dan Reno gak seperti biasanya, ada yang mereka tutup-tutupi sepertinya mereka baru ada masalah.Tapi mereka takut untuk menanyakannya. Sinta memberi kode teman-teman nya untuk berpindah tempat. Mereka bertiga lalu duduk agak jauh dari Reno dan Aina.
__ADS_1