
Akhirnya sampai juga di sekolah, Aina melangkahkan kaki menuju gerbang sekolah. Di parkiran sepeda motor Aina bertemu Rina teman sebangkunya.
"hallo rin,nanti kamu ikut kan belajar kelompok di rumah Sinta? " tanya Aina sambil menepuk pundak Rina
"ikut dong.. ayok buruan aku belum ngerjain PR nih" Rina menarik tangan Aina berlari kecil
" Aduhhhh... kebiasaan kamu nih "omel Aina sambil memonyongkan bibirnya
Rina cuma bisa cengar cengir.
Sampai di kelas Rina langsung menadahkan tangannya ke arah Aina.
" Mana Ai pinjem PR nya... hehehe"pinta Rina
"Sabar napa... " celoteh Aina sambil mengobok- obok tasnya.
"Waduh ketinggalan rin.. " goda Aina
"Jangan bercanda deh " sambil merebut tas Aina.
"iya... ini lho... ini" kata Aina sambil cekikikan sendiri
"hih.. usil'" celetuk Rina sambil cemberut
__ADS_1
Rina memang begitu kebiasaan sekali kalo ada PR pasti tidak mau ngerjain di rumah selalu aja menyontek Aina padahal papahnya Rina seorang guru di sekolah dasar tapi Rina selalu males ngerjain PR
Buru-buru Rina menyalin PR di buku tulisnya.
"Selamat pagi anak-anak" tiba-tiba ibu guru Bahasa Indonesia yang terbilang galak udah datang aja
"Pagi bu guruuuuuu" seru anak serempak kayak paduan suara
"Aduhhhhh kenapa udah nonggol aja sih tu bu Indah" bisik Rina ke Aina
"Belom selesai Rin? " tanya Aina
"Udah" jawab Rina sambil senyam senyum ke Aina. Aina hanya memonyongkan bibirnya
"Anak-anak kumpulkan PR kalian di meja, lalu kerjakan LKS halaman 35 ya, Ibu tinggal sebentar jangan pada berisik ya? "
"Iya buuuuu... " jawab anak-anak serempak
Setelah bu Indah keluar dan menutup pintu kelas anak-anak pada jingkrak-jingkrak kegirangan tapi tidak berani mengeluarkan suara.Lalu mereka yang anak-anak pintar di kelas langsung mengerjakan, anak laki -laki malah pada jalan-jalan, ada juga yang pada ngrumpi. Ya begitulah kalau tidak ada guru pasti anak-anak pada ribut sendiri.
"Tettt.. tettt.. tetttttttttt" bel sekolah berbunyi tanda waktunya pulang sekolah. anak-anak sudah pada berlarian keluar kelas.
Aina, Sinta, Rina dan Maria berjalan beriringan, mereka menuju parkiran. Sinta, Rina dan Maria mengambil motornya
__ADS_1
"Ai, kamu bonceng aku kan? " tanya Rina ke Aina
"Iya dong sayanggg" sambil mencubit lengan Rina
"Aduh!! " teriak Rina sambil meringis mengelus-elus lengannya
Merekapun naek berboncengan, sedangkan Maria dan Sinta naek motor sendiri-sendiri. Mereka keluar menuju rumah Sinta. Diperjalan pas mau belok ke gang rumah Sinta hampir saja Rina menabrak motor dari arah berlawanan.
"citttttttttt" suara rem dari motor mereka berdua
"Astofirullohhhh" teriak Aina kaget sambil melihat orang yg mengendarai motor tersebut, tanpa sengaja pengendara motor tersebut juga menatao Aina sambil tersenyum. Aina jadi salah tingkah
"Eh ganteng juga ya Rin? bisik Aina ke telinga Rina sambil senyam senyum sendiri.
" Boleh kenalan gak"kata cowok pengendara itu
"Haduhhhh bisa-bisanya ni cowok nabrak malah minta kenalan bukannya minta maaf" gerutu Rina
"Biarin, gak papa ganteng ini heheheh" bisik Aina
"Reno" kata cowok itu mengulurkan tangannya. Langsung aja di sambut Aina
"Aina" kata Aina sambil mengeluarkan senyuman manisnya.
__ADS_1
"Aku Rina, ya udah ya kami duluan" sambil berlalu meninggalkan Reno
Reno melambaikan tangannya matanya tak lepas dari Aina.