Cerita Cinta Zia

Cerita Cinta Zia
Bab 4 Pelatihan


__ADS_3

"Tidak boleh!" Jawab Kak Khotim sambil menaruh kedua tangan di pinggang. Secara tak langsung membuat pucat pasi wajahku sambil menutup mulutku dengan kedua tangan.


Oh Tuhan…kenapa jadi begini. Ucapku dalam hati.


Kak Ashar juga terlihat terkejut ketika Kak Khotim bilang seperti itu mana sambil berkacak pinggang lagi.


Namun ketika masih dalam mode keterkejutan Kak Khotim melanjutkan, "Jika kau kuliah tak bersungguh-sungguh maka tidak boleh."


"Yaa Allah Kakak buat aku panik saja... Selalu ngeprank kerjaannya." ucapku sambil berdiri dan memukul pundaknya.


"Aduh, sakit tahu." jawabnya sambil meringis kesakitan, padahal aku juga mukulnya gak sungguh-sungguh.


"Sudah kuduga kalau dia pasti bilang gak boleh. Hahaha... ada yang kena prank lagi." Sahut Kak Ashar yang dari tadi tersenyum lihat tingkah kami.


Akhirnya aku memutuskan untuk kuliah sambil bekerja melihat Kakak hanya membantu biaya SPP per semester saja. Jadi mau gak mau aku harus cari perkuliahan sore sehingga pagi aku bisa bekerja.


Tidak sulit mendaftar kuliah di kota kecilku. Dengan berbekal ijazah dan surat kelulusan dari sekolah sebelumnya sudah bisa masuk ke Sekolah Tinggi Keguruan Ilmu Pendidikan.

__ADS_1


Walaupun sebenarnya aku salah jurusan, namun itu tidak mengapa. Sebenarnya aku memilih program studi atau prodi Bahasa Indonesia, namun yang ada Bahasa Inggris, Matematika, dan Ekonomi. Aku memilih Bahasa Inggris saja hitung-hitung sambil belajar.


Aku juga mencari kerja di beberapa toko. Tapi karena aku hanya bisa bekerja setengah hari tidak ada yang mau menerima dengan alasan tidak membutuhkan karyawan baru.


Akhirnya ada teman yang menawari kerja namun honor tidak seberapa. Yaitu mengajar sebuah TK yang baru berjalan selama kurang lebih satu tahunan. Kebetulan TK tersebut tempat aku dulu mengaji saat bersekolah di MAN.


Hitung-hitung mengisi waktu luang sambil mencari pengalaman akupun menerimanya. Selain mendapat tempat kos gratis aku juga bisa tetap melanjutkan mengaji di pondok.


Bersama dengan teman sekolahku dari MAN akhirnya aku kerja disana. Meski honor kecil namun aku yakin pasti akan ada rejeki lain dan aku pasti bisa bekerja sambil kuliah.


Teman-temanku dari MAN yang masih tetap di pondok dan melanjutkan kuliah juga banyak. Meski jarak kampus kami agak jauh, tapi kami tetap semangat menjalani aktivitas perkuliahan karena selain biaya pondok yang murah kami tetap bisa mengaji.


***


Jika kalian terlambat maka kalian akan dikenai sanksi." Kata salah seorang kakak tingkat yang memimpin OSPEK kali ini.


Maba atau mahasiswa baru angkatan tahun ini terhitung banyak. Meski hanya sekolah tinggi swasta. Hari ini memang hari terakhir dan penutupan OSPEK tahun ini.

__ADS_1


Saat penutupan diberikan informasi oleh bapak ketua STKIP bahwa mahasiswa yang aktif dalam organisasi kampus akan diberikan beasiswa. Terasa ada angin segar yang berhembus. Aku yang notabene suka organisasi dan bekerja sambil kuliah langsung semangat.


Ada tekad dalam diriku untuk senantiasa aktif. Apalagi ketika mengikuti organisasi tidak ada ruginya. Pasti akan banyak ilmu yang kita gali dalam organisasi.


***


Semester pertama mulai berjalan. Ada banyak teman baru dalam kelasku. Kami saling berkenalan dan salah seorang yang akrab denganku bernama Widya.


Widya sudah lulus sekolah pada tahun sebelumnya dan melanjutkan kursus Bahasa Inggris di kampung Inggris yakni kota Pare Kediri. Beberapa teman yang lain juga ada lulusan dari sana.


"Hello, my name's Widya. What's your name?" tanya dia kepadaku ketika pertama kali dosen menyuruh berkenalan.


Aku jawab sebisaku dengan menggunakan Bahasa Inggris. Saat di luar kelas kami pergi ku jelaskan bahwa Bahasa Inggris ku pas-pasan.


Dia bilang tidak mengapa, asal mau belajar pasti bisa. Kami pun saling mengenal lebih jauh dan kami cocok. Tentang organisasi ternyata dia juga suka organisasi. Hingga suatu hari ada penawaran tentang ikut pelatihan.


Salah satu dari kami harus ikut pelatihan tersebut karena pelatihan tersebut cocok dengan data-data kami. "Kamu saja yang ikut ya, aku kan bekerja." ucapku kepada Widya.

__ADS_1


"Tidak kamu saja sebab aku ada acara penting saat itu." Jawabnya. Kamipun berdebat dan adu mulut saling tunjuk.


Lucu sekali kami berdebat kayak anak kecil berebut mengalah tidak ikut. Perdebatan berakhir dan akhirnya akulah yang harus berangkat.


__ADS_2