
Masih terngiang dengan jelas perdebatan aku dengan Widya. Aku tahu Widya yang mengalah dengan alasan penting. Namun ya sudah, sikap kukuhnya sama denganku. Karena tidak alasan yang jelas sebagai senjataku, akhirnya aku yang harus berangkat.
Pelatihan tersebut undangan bagi kampus swasta yang ada di kopertis wilayah tujuh Jawa Timur. Kopertis sendiri mempunyai kepanjangan Koordinasi Perguruan Tinggi Swasta.* Undangan tersebut merupakan undangan yang telah diagendakan oleh pihak kopertis wilayah tujuh Jawa Timur.
Berdasarkan dari persyaratan undangan, haruslah mahasiswa aktif di kampus yang boleh menjadi peserta. Aktif disini berarti berarti dia mengikuti kegiatan kampus berupa UKM.
Flashback on
Saat itu kami semester satu, awal masuk perkuliahan. Widya dan aku bersahabat, ditambah dengan Nurul dan Ika. Nurul cocok dengan kami, dan Ika sudah bersahabat lama dengan Widya. Jadilah kami empat sekawan yang kemana-mana selalu bersama. Entah di perpustakaan, di kantin, di kelas atau kadang berdiskusi saat ikut UKM bersama.
Oiya maaf kelupaan, bagi yang belum tahu UKM, itu singkatan dari Unit Kegiatan Mahasiswa. Hal ini mirip kegiatan ekstrakurikuler atau ekskul saat SMA. Jika di SMA ada OSIS (Organisasi Siswa Intra Sekolah) maka di kampus ada BEM (Badan Ekskutif Mahasiswa). UKM berada di bawah naungan BEM.
Demi mendapatkan beasiswa mengikuti UKM sudah menjadi kewajiban bagiku. Meskipun ikut UKM tidak wajib bagi mahasiswa. Kami berempat memilih UKM sesuai minat kami. Ada UKM Rohis (Rohani Islam), UKM Jurnalistik, UKM Pala (Pecinta Alam), UKM Seni Tari, UKM Pencak Silat, UKM Pramuka, UKM Band Mahasiswa, dan lain-lain.
Kata Pak Dosen untuk menjadi mahasiswa aktif itu minimal ikut dua UKM. Maka aku memilih UKM Rohis, UKM Pramuka, dan UKM Jurnalistik. Demi apa aku mengambil tiga UKM? Tentu demi menjadi mahasiswa aktif yang nantinya berharap dapat beasiswa. Cie..ngarep banget gitu.
Sedangkan Widya dan Nurul hanya ikut UKM Rohis. Bahkan Ika memilih tidak ikut UKM. Boleh-boleh saja siih tidak ikut UKM, sebab bukan kegiatan wajib yang harus diikuti. Kegiatan wajibnya tentu mengikuti perkuliahan.
__ADS_1
Dosen yang merupakan kepala bidang kemahasiswaan bernama Pak Yazid Gandhitama. Pak Yazid selalu memberi motivasi kepada kami sebagai mahasiswa baru.
"Kalian para mahasiswa sebagai agen of change, yang artinya sebagai agen perubahan harus mampu dan berani berubah. Mulai berubah dari diri sendiri, merubah karakter yang buruk menjadi baik, keluar dari zona nyaman untuk menghadapi tantangan masa depan. Termasuk berani menyibukkan diri dalam UKM." Sekilas nasehat beliau masih terngiang di telinga saat penutupan OSPEK dulu.
Pak Yazid sering mengajak diskusi dengan kami pada saat kegiatan UKM. Beliau selain ramah juga mudah diajak sharing dengan kami yang termasuk Maba. Beliau selalu memberi motivasi pada kami. Tidak jarang kami mendapat traktiran saat berdiskusi di kantin. Jadi hampir semua mahasiswa mengenal beliau.
Flashback off
Setelah mempelajari undangan pelatihan tersebut, aku segera mempersiapkan diri memenuhi persyaratan yang ada. Pelatihan diadakan saat liburan semester genap bulan depan. Namun persyaratan harus segera dikirimkan melalui faximile.
Pak Yazid memberitahuku untuk segera mengirim persyaratan dan mengganti segala biaya pengiriman termasuk memberiku uang saku. Pesan Pak Yazid, dua hari sebelum berangkat disuruh menghadap beliau. Aku menemui beliau di ruangannya saat itu.
"Assalamualaikum Pak, bolehkah saya masuk?" Sambil ku ketuk pintu ruangan beliau pada pintu yang terbuka lebar.
"Waalaikum salam, iya silakan masuk dan duduk disini." Jawab beliau sambil menunjuk tempat duduk yang berada di depan meja kerja beliau.
"Bagaimana persiapan berangkat, apakah sudah siap?" tanya beliau.
__ADS_1
"Iya Pak, alhamdulillah persyaratan sudah saya kirim beberapa hari yang lalu dan lusa saatnya saya berangkat. Ini kwitansi dan bukti pengirimannya, Bapak." Jawabku dengan senyum dan sopan sambil menyerahkan kwitansi.
Sambil mengulurkan sebuah amplop warna putih beliau berkata, "iya, terimakasih. Ini ada sedikit uang saku dari kampus. Semoga bermanfaat."
Dengan sopan dan ucapan terima kasih ku terima amplop tersebut. Selanjutnya aku segera undur diri karena masih ada perkuliahan sore.
Rasa penasaran mulai bergelut dalam hatiku. Berapa ya kira-kira nominal yang ada dalam amplop? Apakah cukup untuk biaya pulang dan pergi ke kota tetangga sebab meskipun pelatihan berada di hotel kota tetangga tetap saja memerlukan transportasi kesana.
Ketika aku rasa sudah berada di tempat yang aman, di bawah tangga lantai dua dan tidak ada orang di sana, aku segera membuka tas dan mengambil amplop dari dalam tasku.
Ketika tangan ku akan membuka perekat amplop, tiba-tiba ada suara dari atas tangga yang mengejutkan...
"Dor... hayoo apaan itu?"
Tbc
*Koordinasi Perguruan Tinggi Swasta atau Kopertis berganti nama mulai awal tahun 2018 dengan nama LL Dikti (Lembaga Layanan Perguruan Tinggi) yang mana tidak hanya menaungi perguruan tinggi swasta saja tapi seluruh perguruan tinggi di Indonesia baik perguruan tinggi negeri maupun swasta.
__ADS_1