
Terkadang terbesit di pikiranku untuk mengerjakan sholat tepat waktu tetapi karena kegiatan yang semakin padat di sekolah membuat aku mengerjakan sholat tidak tepat waktu. Tidak hanya di sekolah di rumah aku juga selalu mengerjakan sholat, aku yang tadinya malas pergi mengaji bahkan aku yang dulunya sering sekali membuat alasan agar tidak disuruh pergi ke masjid untuk mengaji kini menjadi rajin untuk datang ke masjid dan mengaji, perubahan yang derastis ini sampai\-sampai membuat ustad yang mengajar mengaji bingung melihatku.
Aku yang sudah rajin mengerjakan sholat tetapi belum bisa merubah tingkah dan sikap ku yang seperti laki\-laki, bukan cuma aku yang merasa begitu sama seperti laki\-laki orang di sekitarku juga merasakan hal yang sama, terlebih lagi aku yang tidak suka berdandan dan berpakaian seperti perempuan kebanyakan,
Beberapa dari teman dekatku di SMK menggunakan hijab dan menutup aurat dengan sangat baik sesuai syariat islam melihat mereka membuat diriku ingin seperti mereka, setelah pulang sekolah aku langsung masuk ke kamar dan mencoba untuk memakai hijab tetapi melihat diriku di cermin hati kecilku mengatakan aku belum pantas memakai hijab karena aku masih berumur dosa.
Aku yang belom bisa memakai hijab dan menutup aurat karena berfikir aku belom cukup pantas untuk melakukan hal itu karena tingkah ku yang masih belom bisa aku rubah dan aku yang merasa lebih cocok jika rambut panjangku terurai karena aku memiliki rambut yang indah, bukan Cuma aku yang merasa rambut panjang yang aku miliki indah tetapi orang yang berada di sekitarku juga berkata demikian.
Di sekolah aku memakai hijab karena disuruh oleh ibuku, aku merasa jika ibuku tidak menyuruhku untuk memakai hijab saat sekolah mungkin aku tidak memakai hijab, di rumah aku juga tidak memakai hijab bahkan saat keluar rumah baik dekat atau jauh aku tidak memakai hijab.
__ADS_1
Temanku pernah bertanya kepadaku saat jam pelajaran sedang kosong karena guru mengadakan rapat.
Cika : ayu kamu gak kepingin memakai hijab dan menutup aurat ?
Ayu : ya, aku kepingin lah tapi nanti kalok sekarang aku belum siap,
Cika : tapi siapnya kapan? Menutup aurat itu wajib loh
Cika yang mendengar jawabanku langsung terdiam sambil menggeleng kepalanya, aku adalah salah satu orang yang sangat susah untuk dinasehati aku tidak akan melakukan sesuatu yang tidak aku inginkan.
__ADS_1
Suatu hari aku pergi bersama adikku untuk belanja sama seperti biasanya aku pergi tidak memaki hijab melainkan aku pergi dengan membiarkan rambut panjangku terurai, di hari ini jugalah aku mengalami suatu kejadian yang belum pernah aku alami pada hari itu aku merasa aneh untuk pertama kalinya aku merasa semua perempuan memakai hijab hanya aku sendiri yang tidak memakai hijab seakan-akan semua orang yang aku temui dihari itu melihatku dengan tatapan aneh aku sama sekali tidak tahu apapun pada saat itu aku merasa aku dikucilkan karena aku tidak memakai hijab, tanpa membeli apapun aku langsung meminta adikku untuk mengantarku pulang, setelah sampai rumah aku langsung masuk kekamar tanpa mengucapkan sepatah katapun aku yang masih bingung dengan kejadian yang aku alami tidak keluar kamar selama berjam-jam, di dalam kamar aku hanya duduk dan memikirkan kejadian aneh yang aku alami ibuku yang heran melihatku pulang tampa membawa belanjaan dan langsung masuk kamar tampa mengucapkan apapun kemudian masuk kekamarku dan bertanya tentang keadaanku yang terlihat aneh ketika pulang, aku yang tidak tau bagaimana harus menceritakan kejadian aneh yang kualami langsung berkata kalau aku tidak papa aku hanya kelelahan.
Semenjak kejadian itu aku yang biasanya tidak memakai hijab saat pergi belanja dan pergi jauh kini menjadi memakai hijab. Tetapi aku memang belum bisa untuk memakai hijab saat di rumah aku hanya memakai hijab saat pergi-pergi saja.
Ujian kenaikan kelas XI telah tiba, di SMK ada yang yang namanya PKL (peraktek kerja lapangan) di sekolah kami PKL dilaksanakan selama 3 bulan pada saat murid berada di kelas XI, aku yang telah naik kelas XI melakukan PKL, pada saat itu aku dan ketiga temanku membuat surat pengajuan tempat PKL yang kami inginkan kepada Kepala Sekolah dan Kepala Jurusan setelah surat yang kami ajukan diterima kamipun langsung mengantarkan surat ketiga ketempat Reparasi Komputer yang kami inginkan agar kami bisa menjalankan PKL ditempat itu, setelah beberapa kali melakukan pelatihan akhirnya seluruh murid kelas XI yang sudah dibagi kebeberapa kelompok dengan tempat yang berbeda-beda mulai diantarkan ke tempat PKL yang sudah dipilih oleh masing-masing kelompok.
Aku dan ketiga teman ku memilih tempat PKL lumayan jauh dan tidak memungkinkan untuk kami pulang kerumah, kamipun memutuskan untuk mencari tempat kost untuk kami tinggali selama tiga bulan, setelah sekitar 1 jam akhirnya kami menemukan tempat kost dan alhamdulilah yang ngekos di tempat itu orangnya ramah dan baik kepada kami, aku yang sering dikatain anak manja yang tidak pernah hidup jauh dari orang tua walau sebentar saja dan tidak pernah sama sekali melakukan apapun sendiri selama di kost aku mulai belajar melakukan semuanya sendiri tetapi satu yang sampai sekarang tidak bisa aku lakukan yaitu memasak makanan sendiri aku sama sekali tidak bisa memasak setiap kali aku memasak makanan pasti yang aku masak gosong.
Jika di kost yang memasak makanan adalah temanku, kami masuk ditempat Reparasi komputer jam 09.00-05.00 wib jadi jika kami telat bangun dan tidak sempat masak kami lebih memilih untuk membeli sayur matang di rumah makan yang ada didekat tempat kami PKL.
__ADS_1
Karena aku tidak pernah jauh dari orang tua, aku sering sekali menangis karena merindukan suasana rumah dan orang tua, melihat aku menangis teman-temanku yang tadinya kuat dan tidak menangis pun ikut menangis karna merasakan hal yang sama sepertiku, ya tidak bisa dipungkiri akulah yang membuat mereka lemah, aku tidak sekuat mereka dalam hal menahan rindu.
Selama PKL aku tidak pernah menelpon orangtuaku, aku menelpon ibuku jika ada hal yang penting saja, bukan karena aku sombong atau durhaka tetapi jika aku menelpon belum sempat berkata apapun hanya baru mendengar suara ibuku aku langsung menangis tersedu-sedu sampai tidak bisa bicara, aku tidak mau membuat mereka khawatir karena itu aku lebih memilih untuk melepaskan rasa rinduku dengan menangis.