
Setelah dua jam akhirnya aku sampai di kampus dengan terlambat, saat aku sampai, kampus sangat sepi karena semua peserta sudah masuk keruangan masing \-masing dan mengikuti tes, aku ingin segera masuk keruangan hanya saja aku sama sekali tidak tahu dimana ruanganku berada, karena kampus yang begitu luas butuh waktu lama untuk melihat nomor ruangan ujian satu per satu, untungnya saat itu aku bertemu abang \-abang yang juga berkuliah di kampus itu tanpa bepikir panjang aku langsung bertanya dengan menunjukan kartu tanda peserta dan nomor ruangan tempat ku ujian, dengan cepat kedua abang senior itu mengantarku sampai depan ruangan.
Aku yang terlambat saat itu memberanikan diri untuk masuk keruangan tempatku menjalankan tes, pada saat itu semua peserta ujian menatap dan mengatakan hal \-hal yang sangat membuat kepercayaan diriku menurun, tetapi saat itu aku sama sekali tidak merespon setiap kata \-kata yang mereka lontarkan aku hanya diam dan memberi semangat pada diriku sendiri dengan bicara dalam hati “ aku tidak boleh lemah aku harus kuat jangan dengarkan ejekan mereka, aku harus berhasil dalam tes ini, aku tidak ingin orangtuaku kecewa lagi karena aku.
Setelah memberitahu pada pengawas alasan kenapa aku terlambat akhirnya aku diijinkan untuk mengikuti tes tersebut tetapi dengan syarat hari \-hari selanjutnya tidak ada terlambat lagi. Dengan semangat aku mulai mengisi lembar jawabanku dengan cepat, karena aku terlambat hampir separuh waktu ujian jadi aku harus menyelesaikan tesnya tepat pada waktu yang sudah ditentukan tanpa ada tambahan waktu.
Aku yang memilih kampus berdeda dari teman\-teman SMK ku harus kembali melakukan adaptasi di lingkungan yang baru dimana semua asing bagi ku tanpa ada seseorang yang aku kenal, setelah beberapa hari menjalankan tes akhirnya aku mandapat teman, yang tadinya aku kemana \-mana sendiri kini ada teman yang menemani ku.
__ADS_1
Sama seperti kampus tempatku mendaftar sebelumya yang menunggu hasil tes selama sebulan di kampus ini juga seperti itu, karena aku tida memiliki kerabat yang rumahnya dekat dengan kampus tempat ku mendaftar akhirnya aku memutuskan untuk mencari tempat kost. Bukan baru sekali aku ngekost ini kedua kalinya aku ngekost.
Di kost aku menemukan teman -teman dari berbeda-beda daerah, walau berbeda daerah dan berbeda sifat kami sekarang tinggal di rumah yang sama itu artinya kami sekarang keluarga mau tidak mau, suka tidak suka kami harus menerima kekurangan dan kelebihan satu sama lain walaupun itu sulit untuk dilakukan, tidak hanya mahasiswa baru yang ngekost di tempat itu ada beberapa kakak senior juga yang ngekost disitu.
Hari pengumuman hasil tes pun telah tiba aku dan teman ku datang ke kampus dengan rasa gugup, aku yang tadinya pernah gagal dalam tes ujian masuk universitas merasa sangat takut melihat papan pengumuman, tetapi temanku terus memberiku semangat setelah beberapa kali melilat nama peserta yang lulus dalam tes, akhirnya aku menemukan nama ku didaftar peserta yang lulus ujian tes, aku sangat bahagia hingga aku tidak sabar untuk memberi tahu berita ini kepada orangtuaku, tanpa membuang banyak waktu aku langsung menelpon orangtuaku dan mengatakan bahwa aku telah lulus aku telah menjadi mahasiswa baru.
Setelah pengumuman hasil tes kami pun masuk ke kampus menyandang status sebagai mahasiswa baru, sama seperti kampus lain kampus yang aku masuki ini juga melakukan OSPEK, kami menjalankan OSPEK selama tiga hari, selama tiga hari itu kami datang ke kampus dipagi hari dan pulang disore hari, selama OSPEK berlangsung kami disuruh membawa bekal kekampus sesuai dengan jadwal yang ditentukan oleh panitia.
__ADS_1
Di kampus swasta ini aku mengambil jurusan Akuntansi, padahal sebenarnya aku sama sekali tidak memahami dan tidak pernah berminat tentang akuntansi tetapi karena aku menginginkan kerja di perkantoran menurutku jurusan inilah yang paling tepat untuk aku pilih.
Sebenarnya aku tidak pernah kepikiran untuk masuk ke kampus swasta aku selalu ingin masuk kampus negri, setelah gagal dalam ujian tes masuk di kampus negri rasanya aku sama sekali tidak memiliki tujuan sama sekali, aku hanya mengikuti takdir hidup yang telah Tuhan gariskan untukku.
Setelah selesai OSPEK aku mulai masuk dan belajar normal seperti mahasiswa lain, karena kami mahasiswa baru yang belum mengenal teman sekelas dengan baik satu per satu setiap Dosen yang masuk ke kelas kami selalu saja menyuruh kami memperkenalkan diri, pertannyaan yang paling aku tidak suka dan hindari adalah “apa cita-cita dan tujuan hidup kamu”, aku setiap kali ditanya tentang hal itu aku merasa bingun, aku tidak tahu harus menjawab apa karena aku tidak lagi memiliki tujuan, setiap kali pertannyaan itu muncul aku selalu menjawab dengan mencontoh jawaban dari temanku yaitu “tujuan hidup ku adalah untuk membahagiakan dan membuat orangtuaku bangga padaku.
Ternyata benar yang dikatakan oleh ustad yang mengajari aku mengaji, ustad itu pernah mengatakan “ terkadang apa yang kita inginkan dan rencanakan Allah tidak berikan dan wujudkan karena Allah lebih tau mana yang terbaik untuk kita” saat ustad mengatakan itu aku mulai sadar, Allah tahu kampus negri yang aku inginkan bukan yang terbaik untuk ku jadi Allah tidak membuat ku lulus dalam tes ujian masuk ke kampus itu, sedangkan kampus swasta yang aku tidak pernah berfikir untuk masuki adalah kampus yang terbaik untuk ku.
__ADS_1
Aku tambah yakin dengan perkataan ustad setelah aku bertemu dengan orang-orang yang baik, mau membimbing dan mengajari aku tentang agama, di kampus yang tadinya jangankan masuk kekampus tersebut memikirkannya saja membuatku tidak semangat.
Sebelumnya aku juga pernah belajar tentang agama di rumah dan di sekolah yang membuatku rajin sholat dan membuatku sedikit besar kepala, aku merasa aku lebih baik dari mereka, tetapi semua rasa sombongku hilang dan berganti menjadi rasa malu ketika aku mulai mengenal mereka lebih jauh, ternyata mereka yang pintar mengaji, mengerjakan sholat tepat waktu, dan lebih tahu banyak tentang agama dariku sama sekali tidak pernah menunjukkan kepintaran dan selalu saja merendah, tetapi aku yang ilmunya sedikit merasa sombong dan merasa kalau aku lebih tahu banyak dari siapapun.