Cerita Hijrah

Cerita Hijrah
Episode 8


__ADS_3

Heru bertanya “ apakah deni memiliki pacar atau tidak”, Aku yang berada di sebrang tirai dan mendengar pertannyaan heru sangat tidak sabar menunggu jawaban yang akan dikatakan oleh deni, dengan tertawa deni menjawab “ aku tidak memiliki pacar, dan aku tidak ingin pacaran karena pacaran mendekati zinah, agama juga melarang pacaran, insyaAllah jika Allah mempertemukan aku dengan jodohku aku ingin langsung menikah atau kalau tidak aku ingin taaruf”, aku yang mendengar jawaban dari deni langsung tersenyum dengan kagum karena tidak semua laki-laki memiliki pemikiran seperti deni, lebih banyak laki-laki yang ingin pacaran ketimbang taaruf katanya sih mereka pacaran biar lebih saling mengenal satu sama lain.


Aku yang belum pernah pacaran juga ingin dan punya pemikiran sama seperti deni, aku merasa pacaran itu merugikan kedua belah pihak, lagi pula pacaran tidak menjamin apapun, sudah banyak contohnya kalau yang pacaran bertahun-tahun belom tentu berjodoh.


Setelah matahari terbit kami pun dijemput oleh senior kami dan kembali kekost kami dan menjalani aktivitas seperti sebelum kami mengikuti pelatihan, semenjak kembali dari pelatihan aku tidak lagi bertemu dengan deni tetapi entah mengapa aku selalu saja mengingat wajah deni dan bacaan ayat suci al-qur’an yang dia lantunkan saat dia menjadi imam sholat berjamaah. Setelah beberapa hari kami kembali dari pelatihan di hanphoneku ada pesan masuk di WA saat ku buka WA aku mendapat pesan dari grup pelatihan, begitu melihat grup WA itu aku langsung melihat anggota grup tersebut aku sangat bahagia karena deni juga masuk dalam grup tersebut, kelang beberapa menit chat dari deni masuk ke grup WA dia mengatakan “ simpan ya nomor WA semua anggota yang ada di grup ini biar komunikasi kita terus berjalan gak terputus” aku yang melihat pesan itu langsung menyimpan nomor deni, aku kira hanya aku yang menyimpan nomor deni tetapi tidak deni ternyata juga menyimpan nomor ku.


Hari-haripun berlalau grup WA yang tadinya ramai sekarang tidak ada lagi chat untuk menyapa satu sama lain, aku mengira karena sudah berbulan-bulan tidak saling bertemu dan tidak saling menghubungi deni sudah menghapus nomor WA ku tetapi perkiraanku salah deni sama sekali tidak menghapus nomor WA ku, ya kami memang tidak saling menghubungi satu sama lain tetapi aku sangat bahagia karena meski tidak saling menghubungi aku masih bisa melihat wajah deni dan melihat aktivitas deni melalui unggahan storynya di WA.


teman-teman kuliah ku hampir semuanya sudah memiliki pacar berbeda dengan ku yang tidak memiliki pacar, terkadang aku merasa memiliki pacar itu menyenangkan, aku melihat temanku yang memiliki pacar aku merasa mereka sangat bahagia, mereka selalu pergi jalan-jalan, selalu ada yang memberi perhatian, dan mereka juga sering mendapat hadiah dari pacar mereka sedangkan aku yang tidak memiliki pacar aku hanya menghabiskan waktu dikost untuk belajar, menonton TV dan jika ingin pergi jalan-jalan aku harus menunggu temanku punya waktu luang.

__ADS_1


Karena aku ngekost dan jauh dari orangtua aku menganggap kost adalah rumah kedua bagiku dan kakak-kakak yang tinggal dikost aku menganggap mereka adalah keluarga ku, aku senang tinggal di kost karena aku memiliki seorang kakak mereka selalu memperhatikanku layaknya seperti adik mereka, dari kecil aku ingin seorang kakak atau abang tetapi keinginan ku berbeda dengan takdirku, aku hanya memiliki seorang abang tetapi abang ku meninggal sebelum aku dilahirkan sehingga aku tidak pernah bertemu dan mengenal sosok seorang abang kandung ku.


Begitu banyak laki-laki yang mendekati ku tetapi aku tidak pernah merespon mereka aku aku malah menjauh dari mereka apalah dayaku aku hanyalah seorang gadis yang memiliki pemikiran kalau keluarga lah yang terpenting dimasa-masa remajaku,


aku hanya berfikir tentang kuliah, bekerja dan menghasilkan uang untuk memenuhi kebutuhan orang tuaku dimasa tua mereka, aku lebih mengutamakan kepentingan dan keinginan keluarga dibandingkan keinginan ku, tak jarang aku sering berkorban untuk kebahagiaan orang tuaku, tetapi aku tidak pernah menyesal untuk itu semua karena memang sepatutnya seorang anak berbakti untuk kedua orang tua, karena sebanyak apapun seorang anak berkorban untuk kedua orang tuanya tidak akan cukup untuk membalas jasa dan pengorbanan orang tua untuk anaknya.


selama kuliah hampir seluruh waktu kuhabiskan di dalam kamar kost aku hanya keluar untuk ke kampus, ke warung untuk membeli bahan masakan, sama seperti anak kost lainnya selama di kost aku hanya rebahan main handphone dan menonton drama Korea lewat laptopku, saat itu aku hanya suka menonton drama Korea tetapi suatu hari aku melihat kak naila menonton film tentang wanita muslim yang sedang berjuang menuju hijrah.


kak Naila : ini loh dek lagi nonton film tentang wanita muslim yang ingin berhijrah memperbaiki diri seru banget loh dek, sini dek nonton bareng sekali-sekali nonton film islami jangan nonton drama Korea mulu!

__ADS_1


Ayu : gak ah kak ayu gak suka


kak naila : sini dicoba nonton dulu pasti suka kalau belum nonton pasti bilang gak suka,


Karena bujukan dari kak naila akhirnya aku mau menonton film tersebut, aku mengira film itu sangat membosankan tetapi ternyata dalam film tersebut mengandung banyak sekali pelajaran khususnya bagi seorang wanita yang ingin memulai proses hijrah seperti ku, sehingga aku yang tadinya tidak menyukai film tentang hijrah kini menjadi sangat menyukai film tentang hijrah.


Melihat film -film tentang hijrah membuat tekat ku semakin bulat untuk berhijrah, aku mulai belajar dari kak naila dan aku yang tadinya sama sekali tidak suka membaca buku kini mulai terbiasa membaca buku-buku tentang hijrah, selain itu aku juga ikut dalam kajian-kajian yang diadakan seminggu sekali diluar jam kuliah.


Langkah pertama untuk memulai hijrah adalah niat aku terus memantapkan niatku, kak naila pernah bilang kepadaku “dik hijrah itu gak mudah hijrah itu sulit, jika adik sudah memilih jalan hijrah dalam proses hijrah adik akan menjumpai dan menghadapi banyak rintangan tidak jarang rintangan itu akan membuat pendirian adik menjadi goyah, tetapi adik harus kuat dan berani dalam menghadapi segala rintangan, adik harus tetap maju jangan berhenti apalagi sampai berbalik.

__ADS_1


Aku berusaha untuk bangun di pagi hari tetapi jika aku tidak terbangun kak naila selalu saja membangunkan ku saat azan subuh berkumandang, kak naila juga selalu mengajakku untuk mengikuti kajian-kajian yang di adakan di luar kampus.


__ADS_2