Cerita Hijrah

Cerita Hijrah
Episode 5


__ADS_3

Semenjak selesai ujian UKK hari itu kami tidak pernah datang ke sekolah sampai di grup sekolah diberitahu bahwa seluruh murid kelas XII disuruh hadir bersama orangtuanya untuk melihat pengumuman kelulusan sekolah.


Kami yang disuruh hadir ke sekolah untuk melihat pengumuman kelulusan banyak yang tidak bisa datang, hanya beberapa yang datang bersama orangtua sebagian besar tidak dapat hadir kesekolah karena sibuk kerja dan sibuk dengan urusannya masing\-masing hanya orangtuanya yang mewakili mereka yang tidak dapat hadir.


Dihari pengumuman kelulusan aku salah satu dari murid yang hadir sangat gembira karena ternyata aku adalah salah satu murid yang mendapat peringkat dan aku juga mendapat Al\-qur’an sebagai hadiah, aku sangat gembira karena baru kali ini aku mendapatkan hadiah yang aku dapatkan dari hasil kerja kerasku sendiri, dari kecil aku tidak pernah menghasilkan apapun sendiri aku selalu mendapatkan apapun yang aku inginkan dari hasil kerja keras orangtuaku.


Al\-qur’an ini adalah hadiah yang sangat berharga bagi ku dari kecil aku sering mendapat hadiah begitu banyak, tetapi hari ini saat Al\-qur’an itu diberikan ketanganku entah mengapa aku sangat bahagia rasanya aku mendapatkan hadiah yang sangat mewah, berharga dan tak ternilai harganya.


Selesai dari hari pengumuman kelulusan kelang beberapa hari di sekolah pun mengadakan acara perpisahan, kami seluruh kelas XII diundang menjadi tamu diacara tersebut, semua berubah begitu cepat kami yang tadinya bagian dari keluarga besar murid sekolah SMK yang kami cintai dihari ini kami hanya menjadi tamu.


Setelah lulus dari sekolah kami tidak pernah bertemu satu sama lain, dulu kami setiap hari bertemu tanpa harus janjian, kini ingin bertemu satu sama lain saja harus mengatur waktu dan harus janjian terlebih dahulu, tidak jarang keinginan bertemu dan berkumpul saperti dulu hanya menjadi wacana saja. Karena kesibukan masing\-masing membuat kami semakin jauh terkadang kami hanya berkomunikasi lewat grup WA saja.

__ADS_1


Setelah lulus dari sekolah semua teman\-teman ku mulai mencari pekerjaan, hanya beberapa dari kami yang melanjutkan pendidikan ke bangku kuliah salah satunya aku, aku lebih memilih untuk melanjutkan kuliah karena menurutku, aku sama kali tidak memiliki skill apapun untuk bekerja, orangtu ku juga menyuruh aku untuk kuliah ketimbang kerja.


Aku yang memutuskan untuk kuliah mulai mencari Universitas yang memiliki jurusan yang aku minati, setelah memikirkannya dengan matang akhirnya aku memilih untuk mendaftar ke Universitas Negeri yang ada di jakarta, aku mempersiapkan dan mengurus semua berkas dan persyaratan yang diminta, setelah berkas ku diterima aku masuk kesesi ujian, aku mengambil jurusan menejemen keuangan karena aku berharap dimasa depan nanti aku bekerja di sebuah perusahaan multi nasional atau memiliki usaha sukses sendiri.


Karena ujiannya dimulai sangat pagi hari aku memutuskan untuk menginap di rumah kerabatku yang berada tidak jauh dari kampus tempat ku melangsungkan ujian, hanya butuh beberapa menit untuk sampai ke kampus.


Ujian seleksi masuk ke universitas hanya sehari tetapi pengumuman hasil tes ujian itu sebulan setelah tes ujian, aku harus menginap selama sebulan di dekat kerabat ku untuk menunggu hasil tes keluar.


Dengan mata yang basah akibat airmata yang terus menetes tanpa henti dan kaki yang tadinya berdiri dengan tegak mampu menopang badan ku dan seketika menjadi lemas tak mampu menopang badanku yang kecil, aku memberanikan diri untuk menelpon dan mengatakan kabar buruk kepada orangtuaku, aku tidak tau bagaimana reaksi orangtuaku mendengar kegagalan ku, yang ku tau hanya kalimat yang diucapkan oleh ayah ku, “ yasudah besok pulang saja” tanpa sempat aku mengatakan iya ayah ku sudah menutup telpon duluan.


Aku tau orangtuaku kecewa, tetapi saat itu aku adalah orang yang hancur dan tidak berdaya, aku sudah membayangkan hari\-hariku yang ku lalui belajar di kampus yang aku inginkan tetapi semua itu hangus seketika.

__ADS_1


Keesokan harinya akupun pulang kerumah, dalam perjalanan aku yang merasa semua impian yang aku rancang untuk masa depan hancur membuat ku menjadi tidak bersemangat untuk melakukan apapun, rasa percaya diriku hilang, pikiran\-pikiran negative mulai bermunculan di kepalaku, aku tidak tahu harus melalukan apa untuk melanjutkan masa depanku.


Saat aku di SMK guru pernah mengatakan kita hidup harus memiliki tujuan, kita harus membuat planning untuk masa depan kita, tetapi aku yang salah memahami perkataan guruku saat itu aku menganggap planning adalah merancang kehidupan ku untuk masa depan, bodohnya aku yang menganggap aku bisa merancang kehidupan ku sendiri, aku lupa kalau aku hanya manusia biasa yang bisa punya keinginan dan berusaha untuk bisa mengujutkannya tetapi Allah lah yang telah mengatur semua kehidupan manusia dengan takdir yang berbeda\-beda, jika Allah menghendakinya maka akan terjadi jika Allah tidak menghendakinya sekuat apapun kita berusaha hal yang kita inginkan tidak akan terjadi.


Setelah aku sampai di rumah, aku memberanikan diri untuk bicara pada orangtuaku, setelah aku gagal dalam tes ujian aku tidak ingin melanjutkan kuliah ku, aku ingin bekerja saja, ayah ku yang mendengar perkataan ku langsung menjawab dengan nada tegas,


Ayah : kalau kamu tidak kuliah kamu mau jadi apa, kamu bilang mau kerja?, kamu kira sekarang mencari kerja itu mudah, kerja itu mudah?


Aku yang mendengar perkataan ayah ku hanya bisa menangis merasa bersalah karena aku telah mengecewakan ayahku, ayah ku selalu memberikan apapun yang aku inginkan, ayah ku juga selalu memberikan yang terbaik untuk ku sampai terkadang teman-teman ku iri melihat ku yang selalu di manjakan oleh ayah ku.


Aku berusaha keras untuk membuat kepercayaan diriku kembali dan membuat orangtuaku bangga, setelah mengurus berkas dan persyaratan kemudian aku pergi ke medan untuk mendaftar di universitas swasta yang ada di medan, setelah berkas dan persyaratan di terima aku pun mengikuti ujian tes, hari pertama aku mengikuti tes saat itu ada perayaan kemerdekaan sehingga membuat jalanan macet yang tadinya dari kos ku jika naik angkot hanya membutuhkan waktu 15 menit karena macet memakan waktu sampai berjam-jam, aku yang berada di dalam angkot hanya bisa berdoa agar kemacetan ini berakhir dan aku sampai ke kampus dengan tepat waktu.

__ADS_1


__ADS_2