Cerita Sedang Di Revisi Jangan Di Baca Dulu

Cerita Sedang Di Revisi Jangan Di Baca Dulu
Chapter 10


__ADS_3

Happy Reading πŸ‘©πŸΌβ€πŸ’»πŸ“–


"Kamu berani ya." Wajah Lucas yang benar-benar marah saat ini.


Dengan amarah Lucas langsung menarik rambut Tenry bagaikan kambing dan menyeretnya ke kamar mandi.


Dia langsung menyiram tubuh Tenry menggunakan air panas, tak lupa dia mengisi air di bathupnya, "sakitt Lucas, Ampunnin aku. Hikss..hikss sakit." Jeritan kesakitanya.


Bagaiamana tidak luka bakar yang tadi siang diberikan Lucas kepadanya pun belum mengering, dan saat ini Lucas kembali menyiram tubuhnya dengan air yang sangat panas bagaikan Ayam yang mau di kulitin.


"Hahahahaha rasain kamu, inilah akibatnya jika kamu berani menentang ku. " Lucas tertawa puas melihat jeritan dan Tangisan Tenry yang menahan sakit yang teramat.


Namun apalah daya Tenry hanyalah seorang wanita biasa, dia juga adalah seorang wanita yang sangat lemah, bahkan untuk memberontak saja dia benar-benar tak mampu, sehingga dia harus menahan semua kesakitan yang diberikan Lucas kepadanya.

__ADS_1


Tak puas sampai disitu, ketika Lucas melihat air bathupnya yang sudah penuh dia langsung menenggelamkan wajah Tenry dan menekanya, sehingga Tenry hampir kehabisan nafas.


Dia juga tak melakukanya sekali, tetapi berulang-ulang, Tenry benar-benar meraskaan sesak yang teramat ketika Lucas menekan kepalanya dibawah air, "Tuhan kumohon cabutlah nyawaku sekarang juga Tuhan, aku benar-benar sudah tidak sanggup lagi." Ucapnya mulai kehabisan nafas dan perlahan mulai hilang kesadaran.


Disaat Lucas mengangkat kepala Tenry, dia sudahmelihat Tenry yang sudah tidak sadarkan diri lagi,"cikhhh Lemah, sok-sokan mau ngebantah aku." Lirihnya pelan menghempaskan kepala Tenry begitu saja dan membiarkanya didalam kamar mandi dalam keadaan basah kuyup.


"Permainan Neraka ini belum selesai Tenry." Gumamnya pelan dan melangkahkan kakinya meninggalkan Tubuh Tenry yang pingsan tidak sadarkan diri.


Namun sebelum dia melangkahkan kakinya, dia sudah memastikan jika Tenry masih bernafas, karna dia benar-benar murka jika Tenry mati saat ini, karna dia masih belum meraskan kepuasaan yang hakiki untuk menjadikan Tenry sebagai tameng penyiksaanya.


Pelayan Lastri yang mendengar teriakan dari Tuanya langsung berlari secepat mungkin untuk menghadap Lucas." Saya Tuan." Jawab Lastri menundukan kepalanya disaat sudah berada didepan Lucas.


"Urus istri saya! Gantikan bajunya! Dan saya mau kamu mempercantiknya dalam waktu Dua jam! Saya sedang menginginkan tubuhnya saat ini." Perintahnya tegas pada pelayan Lastri.

__ADS_1


"Bbbaa-baik Tuan." Jawab Lastri gugup.


"Pastikan semuanya sempurna, dan aku tidak mau ada satupun yang kurang dari tubuhnya! Camkan itu baik-baik di otakmu!" Ancamnya dengan sorotan mata yang siap menelan mangsanya.


"Bbbaaaiikk Tuan." Sahut Lastri lagi dengan wajah yang mulai pucat ketakutan.


"Ingat baik-baik. Jika tidak kamu yang akan aku kirim untuk dijual!" Ucapnya membuat Pelayan Lastri semakin gemetar ketakutan.


"Baaik Tuan, saya akan mempersiapkan semuanya dengan sempurna." Janjianya pada Lucas.


"Bagus. Sekarang kerjakan apa yang kuperintahkan!" Titahnya mendiktaktor kepala pelayan Lastri dan berlalu melangkah pergi.


Sedangkan kepala pelayan Lastri yang melihat langkah Tuanya yang berlalu pergi, langsung menolehkan kepalanya sedikit." Cikhh, dasar manusia iblis tak berperikemanusiaan, Suatu saat Tuhan akan menghukumMu Wahai Tuan Lucas sang Iblis jahat, karna sudah begitu mudahnya menjadikan Wanita sebagai alat permainanMu." Lirih Lastri pelan menyumpahi Tuanya, karna dia benar-benar begitu dendam pada Lucas karna dia juga sudah pernah merasakan bagaimana Lucas dulu menjual dirinya dengan sembarang Pria.

__ADS_1


To be continueπŸ˜‰


Jangan lupa Like,komen dan Vote ya πŸ™πŸ»


__ADS_2