
🔪 Happy Reading 🔫
"Hahahhahhaha, rasain kamu. Makanya jangan berani-beraninya godaain lakki orang." Tawanya jahat di atas penderitaan wanita lain.
Dan tak berhenti sampai di situ, mata yang tadi sudah di kasih keluar olehnya. Saat ini sedang di perhatikan dan memikirkan ide apa lagi yang harus dia lakukan.
Di menoleh pada Lucas dengan wajah sedihnya. "Sayang, maaf aku gak bermaksud." Lirihnya pelan takut jika Lucas akan memarahinya karna sudah lancang berbuat jahat saat ini.
Lucas yang melihat istrinya hampir menangis itu, kini langsung memeluknya kembali. "Its okay Honey, kamu boleh kembali ke kamar sekarang ya, bersihkan dirimu, dan dandan yang cantik ya. Malam ini aku mau mengajakmu dinner di luar." serunya dengan tulus pada Tenry yang sepertinya sudah merasa bersalah pada apa yang di lakukanya pada Sandra saat ini.
Dengan patuh Tenry menanggukan permintaan suaminya yang menyuruhnya kembali ke kamar. "Kamu jangan lama-lama di sini ya." Balasnya sebelum meninggalkan suaminya dengan para korbanya.
Lucas mengacak pelan puncak kepala istrinya. "Iya bawel, udah sana masuk. Biar aku selesaikan dulu mereka, setelah itu baru kita akan menghabiskan waktu bersama malam ini." Janjinya pada Tenry yang kini langsung tersenyum bahagia.
"Yeeyy, makasih sayang," Jawabnya yang langsung memberikan kecupan singkat di bibir Lucas dan kemudian berlari masuk kembali ke dalam rumah.
"Ternyata sesederhana itu membuatmu bahagia Tenry." Gumamnya pelan menatap langkah istrinya yang berlari dengan sebuah senyum yang merekah.
"Kevin, awasi istriku! Pastikan seluruhnya aman. Aku tak ingin dia mengambil kesempatan malam ini untuk kabur dari ku! Jangan lupa tempelkan alat pelacak di tubuhnya hingga dia tidak akan bisa lari dari ku." Titah Lucas dengan tegas yang langsung di jalankan oleh Kevin.
"Baik Tuan, akan saya siapkan semuanya dengan sempurna seseuai dengan keinginan Anda Tuan." jawab Kevin tanpa ragu.
"Bagus, kerjakan sekarang!" Perintahnya lagi dan langsung di jalankan oleh kevin.
Dan setelah kepergian Kevin, kini tatapan Lucas kembali pada Sandra yang kini sudah tinggal setengah nyawa itu.
Dia meminta kembali Ular yang tadi sempat dia kembalikan pada anak buahnya di saat Tenry memeluknya. Lucas tidak ingin istrinya yang malah terluka akibat ular beracun yang di pegangya tadi.
"Apa kamu masih bisa hidup ha?" Tanyanya sinis pada Sandra yang masih bernafas saat ini.
__ADS_1
Lucas terkekeh melihat korbanya ini sudah tidak mampu bicara lagi, lalu dia melihat ke arah mata yang tergeletak di tanah, sepertinya tadi Istrinya itu menjatuhkamua setelah merasakan ketakutan.
Dia melangkah mengambil mata itu. Lalu menatapnya dengan senyuman tipisnya.
"Buka mulutmu!" Perintahnya sambil menampar wajah Sandra dengan satu tanganya. Karna satu tanganya lagi masih memegang ular beracun.
Dengan ragu Sandra membuka mulutnya, dan Lucas yang melihat itu langsung memasukan mata Sandra itu ke dalam mulut pemiliknya. "Makan ini, telan," perintahnya dengan menekan mata itu masuk dengan tanganya yang sudah sampai di tenggorokan Sandra.
Rasanya Sandra saat ini ingin sekali muntah karna Lucas memasukan seluruh tanganya ke dalam mulutnya, bayangkan saja mulut sekecil itu di masukin tangan sebesar jemari Lucas hingga rasanya bibir itu terobek sedikit demi sedikit.
Bahkan jika mungkin saat ini Lucas bisa saja menarik krongkongan Sandra itu keluar saat ini dengan tanganya, namun itu tidak di lakukanya, karna dia hanya ingin memastikan jika mata itu sudah masuk dengan sempurna di dalamnya.
Namun di tengah-tengah aksinya, Kevin muncul kembali dengan membawakanya sebuah informasi penting, "ada apa Kevin?" Tanyanya langsung to the point melihat sosok Kevin itu.
"Tuan, ada panggilan dari sahabat Anda Tuan Mario yang mengatakan ingin membahas tentang Daniel, bahkan dia mengatakan jika dia sudah mengirim anak dan mertuanya itu ke Sini Tuan untuk mendapatkan perlindungan Anda," Seri Kevin pelan, mendengarkan apa yang di sampaikan oleh Mario tadi.
Lucas yang mendengar pesan itu, kini mengabaikanya sesaat untuk menyelesaikan pekerjaanya terlebih dahulu. "Kamu boleh pergi sekarang." Perintahnya pada Kevin untuk melanjutkan pekerjaanya mengawasi istrinya.
Karna saat ini dia merasa jika Kevin harus menjaga istrinya yang lebih penting di bandingkan harus menemaninya. "Baik Tuan, saya permisi." Pamitnya lagi, lalu melangkahkan kakinya keluar.
"Baiklah jalang, kamu lihatkan banyak pekerjaanku saat ini, maka mari kita akhiri semuanya dengan cepat." lirihnya pelan menambahkan rasa takut pada diri Sandra saat ini.
Lucas mencekik leher Sandra tanpa ampun, "buka mulutmu lebar-lebar," perintahnya tegas yang langsung di patuhi oleh Sandra.
Dan dengam cepat Lucas langsung memasukan King Cobra itu ke dalam mulut Sandra, dan membiarkanya masuk ke dalam tubuh wanita itu hingga ke rongga dalamnya.
Ketika ular itu telah masuk sempurna, Lucas langsung meminta sebuah jarum dan benang khusus untuk menjahit mulut Sandra agar Ular itu tidak keluar lagi.
"Eeehhmmmuuhmmhjmmm hiskk,,hissk." Jeritanya di saat mulai merasakan sakit di dalam tubuhnya mungkin akibat dari patukan atau gigitan King Cobra itu yang berada di tubuhnya.
__ADS_1
Dan tak lupa Lucas memasukan sebuah balok besar dan memaksanya masuk ke dalam gawang Apom milik Sandra hingga robek tak karuan, bahkan darah mengir bagaikan Mata darah, bukan mata air.
Setelah semuanya selesai, Lucas menatap ke arah Sandra yang saat ini sudah tidak bergerak lagi. Bahkan nafasnya saja sudah tinggal setengah. "Benar-benar sampah, karna terlalu banyaknya dosamu sehingga aku kesulitan untuk membunuhmu." Kesalnya melihat Sandra yang masih saja bernafas walaupun sudah sekarat.
Lalu dia mengalihkan padanganya kepada tigapuluh orang yang masih hidup saat ini.
"Lemparkan 10nya ke kolam lintah ku itu, kasian mereka belum ada makan." Perintahnya pada aanak buahnya.
"Baik Tuan." Jawab mereka serempak dan dengan segera membawa 10 pengkhianat itu masuk ke dalam kolam lintah mematikan itu.
"Lalu bagaimana yang 20 ini Tuan?" Tanya Anak buahnya lagi.
Dengan senyuman mematikan Lucas menatao ke arah anak buahnya. "Ikan Piranha ku sepertinya sudah lama tidak makan." Serunya pelan namun membuat seluruh anak buahnya mendadak lemas.
"Masukan seluruhnya ke kolam Piranha ku. Pastika semuanya mati tak tersisa." Perintahnya dengan tegas.
"Baik Tuan."
Setelah menyelesaikan tugasnya, kini Lucas merenggangkan sedikit ototnya yang lelah akibat beraktivisatas seharian ini. Dia ingin tidur sebentar karna malam ini dia akan memberikan kebahagian pada istrinya, yaitu dinner pertama mereka.
To be continue.
Gengs dukung karya ini dengan cara like dan komen saja ya.
kalian boleh membacanya namun jangan memberikan Vote dan Hadiah, jika kalian ingin memberikannya alihkan saja ke karya Mimin yang lainya ya 🙏🏻🙏🏻
Terima kasih 🙏🏻
Jangan lupa mampir ke karya Mimin yang lainya ya, dan Kisah Arvan sudah Update ya, langsung Cek profil 🥰
__ADS_1