
🔪 Happy Reading 🔪
Saat ini Lucas dan Tenry kini tengah berada sebuah restoran terbaik yang sudah di reservasi oleh Lucas khusus malam ini, menikmati dinner malam yang tidak romantis, karna Lucas sama sekali tidak membuka suara sama sekali seperti pasangan biasa.
Tenry hanya terdiam tanpa ada nafsu makan sama sekali, dia hanya mengaduk-aduk makanya tanpa ada minat sama sekali malam ini.
"Ada apa ? Apakah kamu tidak suka dengan makan malamnya hem?"tanya Lucas yang sedari tadi sudah memperhatikan gerak gerik istrinya sedari tadi.
Tenry menggelengkan kepalanya singkat, lalu menghembuskan nafasnya kasar sebagai jawaban.
Lucas terlihat meletakan kembali peralatan makannya, lalu menatap fokus pada istrinya yang saat ini sedang murung tak menikmati dinner malamnya.
"Katakan Tenry ada apa ? Aku mengajakmu keluar dinner untuk bisa merasakan indahnya pasangan pada umumnya.
Tenry yang di bentak oleh Lucas kali ini semakin mengerucutkan bibirnya malas. "Aku mau kita dinner seperti biasa, bisakah kita pindah ke restoran yang ada banyak orang, aku ingin menjalani hidup seperti biasa," pintanya dengan lembut sambil menggengam tangan suaminya yang terlihat datar saat ini.
Lucas menarik tanganya yang saat ini tengah di gengam oleh Istrinya, sebagai penolakan permintaan dari Tenry.
"Tenry, kamu ingat siapa posisi kita, tidak mungkin kita bisa bersatu dan berbaur dengan manusia lainya, kamu tidak ingin aku lepas kendali bukan." bantahnya yang membuat Tenry langsung mengalihkan pandanganya ke arah lain, karna dia merasa percuma membantah, mengingat siapa suaminya.
Lucas terlihat menarik nafasnya dengan dalam, lalu menghembuskan dengan kasar. "Baiklah Tenry, aku akan menurutimu malam ini. Kita akan pindah ke restoran yang kamu inginkan," Serunya lagi, yang membuat Tenry sontak menatapnya dengan senyum yang sangat manis.
"Makasih sayang,makasih," Serunya dengan riang, lalu segera berdiri dari duduknya dan berjalan mendekat ke arah suaminya untuk memeluk tubuh Lucas sebagai ucapan terima kasihnya.
Lucas hanya diam saja tanpa tersenyum ataupun membalas ucapan istrinya itu, dia langsung berdiri dari duduknya, dan meninggalkan Tenry begitu saja.
"Cepat jalan, atau kamu akan ku tinggal," perintahnya yang melihat Tenry hanya berdiri diam tanpa mengikuti langkahnya.
Dengan segera Tenry mengambil tasnya dan bergegas mengikuti langkah suaminya yang tergolong sangat cepet itu.
"Sayang," panggilnya ketika dia berhasil mendapatkan tangan suaminya.
__ADS_1
"Hemm," jawab Lucas tanpa menoleh sedikitpun, dia masih terus berjalan hingga sampai ke dalam mobil mereka.
"Sayang dengar dulu," panggilnya lagi, ketika Lucas mulai memasangkan sabuk pengaman untuknya.
Namun bukanya menjawab Lucas malah mencium dan melahap bibir Tenry dengan kasar. Hingga di saat mereka sudah mulai kehabisan nafas, Lucas melepaskan ciuman itu.
"Apa pun yang kamu inginkan, just talking, no need to call me like that, do you understand or not?" tegasnya yang merasa muak mendengar Tenry yang sedari tadi memanggil-manggil dirinya.
Tenry yang takut, kini hanya menjawabnya dengan anggukan kepalanya singkat.
"Katakan ada apa?" seru Lucas lagi, ketika mihat Tenry yang tak kunjung membuka pembicaraanya.
"Ehmm,, tidak bisakah kita dinner layaknya seperti pasangan lainya ?" tanyanya gugup, takut jika Lucas akan tersingung dengan kalimat-kalimat yang akan keluar dari mulutnya itu.
Lucas benar-benar tak mengerti apa yang sebenarnya ingin Tenry coba untuk katakan itu. "Tenry, tadi kamu meminta untuk pindah ke restoran yang ramai dengan pengunjung seperti pasangan lain, dan aku menurutinya, sekarang apa lagi? What exactly are you trying to say ?" tanyanya lagi, tidak ingin bermain-main saat ini.
Tenry menundukan kepalanya, dia memilih diam dari pada menjawab suaminya itu.
Karna lagi-lagi dia harus di sadarkan dan di ingatkan jika suaminya ini berbeda dari yang lain.
Apa lagi ini adalah frist dinner untuk suaminya, tentu saja dia harus memaklumi jika Lucas tidak mengerti apa yang dia inginkan.
"Tenry katakan!" Bentak Lucas yang mulai emosi melihat istrinya tak kunjung berbicara dan menjelaskan keinginanya itu.
Tenry mengangkat kepalanya menatap ke arah Lucas. "Berikan ponselmu," pintanya pada suaminya yang saat ini juga sedang menatapnya dengan tajam.
Lucas tersenyum sinis mendengar permintaan dari istrinya yang sepertinya mulai bermain-main dengan meminjam ponsel pribadinya.
"Kamu tidak perlu memberikanya kepadaku, hanya perlu buka Siri saja," tambahnya lagi, dia tau jika Lucas tidak akan mudah meminjamkanya ponsel dengan statusnya dia yang merupakan tahanan.
Lucas mengeluarkan ponselnya dan megarahkanya pada wajah istrinya, lalu menekan tombol di samping ponsel itu untuk mengaktivkan Siri ponsel itu.
__ADS_1
"Siri, buka youtube vidio date bareng pasangan," ucapnya mengarahkan siri ponsel pintar itu untuk membuka aplikasi yang dia inginkan, tanpa harus menyentuh ponsel milik Lucas.
Dan tak lama kemudian vidio itu terbuka, dan Tenry menyuruh Lucas untuk menontonya.
Dengan malas Lucas menuruti itu, dia memperhatikan vidio itu dengan saksama, hingga dia memilih mematikan vidio itu dan memasukannya kembali ke dalam sakunya.
"Aku tidak bisa seperti itu, kamu tau aku siapa, ingat Tenry aku sudah berusaha semampuku untuk bersikap terbuka dengan mu, namun jika kamu meminta lebih, aku juga tidak bisa memberikanya. Kamu bukan bersuamikan seorang Raja ataupun seorang Dokter, yang mempunyai kehidupan yang baik, tapi kamu punya suami aku, seoarang Psychopat dan ketua di dalam kehidupan gelap."
"Aku tidak berhubungan dengan bunga dan kata-kata manis, tapi aku berhubungan dengan darah dan kematian, jadi aku tekankan untuk kamu lupakan saja impian jika kamu ingin aku berubah menjadi laki-laki seperti itu, apa kamu mengerti Tenriyola?" Ucapnya dengan tegas, dengan penekanaan di setiap kalimatnya.
Bukan dia tidak ingin dan tidak mau untuk berubah menjadi suami dan pria kebanyakaanya, namun dia adalah Lucas Maurice, dia tidak ingin memiliki sumber kelemahan apa pun, dia bukanlah mafia yang bisa tunduk dan di taklukan begitu saja oleh sebuah rasa cinta maupun wanita.
Baginya, pernikahaan ini hanyalah sebuah pernikahaan, tidak ada kewajiban cinta dan rasa di dalamya.
Dari awal memang ini hanyalah sebuah pernikahaan dari hukuman yang di berikan Arvan kepada Tenry, namun bagi Lucas dia sudah menjadikan Tenry sebagai boneka yang akan dia mainkan kapan pun dia mau.
Dia sendiri tidak bisa memastikan apa itu cinta dan kasih sayang, tapi prinsipnya dia tidak akan melepaskan dan membiarkan barang miliknya di sentuh orang lain, apa lagi sampai pergi begitu saja.
Karna jika itu sampai terjadi maka dia pasti akan sangat-sangat murka dan menggila. Itu pasti.
Kangen Lucas dan Terny kan 🥰🥰
Nih mimin kasih visual ya biar gak lupa🥰
To be continue.
Gengs dukung karya ini dengan cara like dan komen saja ya.
kalian boleh membacanya namun jangan memberikan Vote dan Hadiah, jika kalian ingin memberikannya alihkan saja ke karya Mimin yang lainya ya 🙏🏻🙏🏻
__ADS_1
Terima kasih 🙏🏻