Cerita Sedang Di Revisi Jangan Di Baca Dulu

Cerita Sedang Di Revisi Jangan Di Baca Dulu
Chapter 43


__ADS_3

🔪 Happy Reading 🔫


Suara jeritan kesakitan terdengar sangat-sangat mengerikan bagi siapapun yang mendengarkan.


Namun tidak dengan Lucas yang semakin puas melihat dan mendengar jeritan yang lebih memilukan lagi baginya.


Bayangkan saja, dari 50 anggota mafia itu, 20 di antara ya di masukan satu persatu ke dalam kolam berisikan minyak yang mendidih, bahkan di bawahnya saja terdapat sebuah api besar yang menyala, siap menggoreng manusia itu secara hidup-hidup.


"Aaaarrrgggghhhh panaassss,, saakkkitt." Teriak dari seluruh manusia yang di masukan tanpa ampun ke dalam kolam minyak panas itu.


Bisa di bayangkan bukan, bagaiamana rasanya itu. Jika kulit kita terkena percikan minyak panas sedikit saja biasanya kita akan menangis atau merasakan perih yang hebat.


Lalu bagaimana dengan mereka yang dengan terang-terang satu tubuhnya di masukan ke dalam sebuah kolam Minyak panas yang benar-benar mendidih.


Setelah selesai menenggelamkan 20 orang itu ke dalam minyak panas, kini para anak buah Lucas menunggu Bosnya itu langsung turun tangan untuk menangani yang selanjutnya.


Dengan senyum yang merekah, Lucas melangkah turun dari singgasananya menuju Sandra yang saat ini tengah tergantung dengan tali yang mengikat dua gunung kembarnya itu.


"Apa kamu masih berani mengkhianti ku jalang murahan." lirihnya pelan dengan meminta sebuah ular mematikan dari anak buahnya.

__ADS_1


Sandra yang sudah pasrah dengan kehidupanya saat ini hanya bisa menangis saja, karna sakit yang sangat hebat di gunung kembarnya akibat di tusuk bagaikan sebuah balon lalu di gantung hingga dirinya bertumpu pada gunung yang nyaris terlepas itu. Membuatnya berdoa untuk malaikat agar cepat menghilangkan nyamanya saat ini juga.


"Turunkan dia," perintah Lucas dengan tegas pada Anak buahnya.


Dan dengan perlahan mereka melepaskan tali yang menggantung gunung Sandra saat ini. "Hisskkk,,hiskk," tangisnya yang sudah tidak sanggup lagi menahan sakit yang teramat.


Lucas tersenyum bagaikan iblis yang mematikan, " kenapa menangis sayang? Bukankah sebelum kamu mengkhianti ku. Kamu sudah harus tau bagaimana hukuman yang pantas untuk kamu dapatkan." serunya pelan namun terdengar sangat menakutkan.


Sedangkan Tenry yang sudah tidak sanggup melihat ini semua kini menahan perutnya karna ingin muntah saat ini. "Kevin antar aku ke kamar, ini semua sangatlah menjijikan." Perintahnya tegas pada asisten suaminya ini.


Kevin yang mendapatkan perintah itu dari istri Tuanya hanya melongo tidak percaya. "Shitt! Apakah jiwa Psycho Tuan Lucas sudah menular pada istrinya? Apakah wanita ini tidak takut dengan apa yang dia lihat saat ini? Apakah dia masih waras? Bukanya dia takut atau menangis dia malah merasakan jijik. Oh God, ini benar-benar gila." Gumam Kevin yang tidak percaya jika wanita yang dulunya cengeng dan takut melihat Lucas membunuh. Saat ini sudah dengan berani ikut memutilasi korban dari suaminya dan bahkan dia hanya bereaksi seperti ini di saat suaminya benar-benar sudah melampaui batas.


"Sayang," lirihnya pelan memeluk tubuh Lucas dari belakang.


Lucas langsung tersenyum bahagia melihat Tenry yang begitu manja terhadapnya saat ini. "Ada apa sayang? Kenapa kamu turun hem?" Tanyanya penuh kelembutan dan rasa sayang.


Membuat Sandra memandang benci ke arah Tenry. "Sialan harusnya aku yang di perlakukan seperti itu," jeritanya dalam hati mengingat betapa menyedihkanya penampilanya saat ini.


Terny yang melihat Sandra menatap tidak suka ke arahnya kini langsung menampilkan rasa amarahnya yang sejak tadi dia pendam di saat sandra dengan berani mencium suaminya.

__ADS_1


Dia langsung mengambil pisau dari tangan anak buah Lucas dan mencongkel mata cantik milik wanita itu. "Aaaarrrrgggghhhh,, ampunnn saakkkitttttt." Teriak Sandra yang sudah merasakan sakit yang tidak karuan di saat kedua matanya di congkel paksa oleh Tenry.


Lucas yang melihat aksi dari istrinya itu, kini hanya tersenyum sambil menggelengkan kepaanya, merasa ghemas melihat tingkah dari istrinya ini.


"Sayang," serunya pelan memeluk pinggang Tenry posesif.


Cuppp dia memberikan kecupan singkat di bahu istrinya yang masih sibuk dengan aksinya saat ini. "Bentar ya sayang, aku dari tadi sudah muak melihat wanita ini. Aku harus memberikanya pelajaran." Ujarnya pelan dengan merasakan kepuasan yang hakiki.


Bukanya meminta istrinya untuk berhenti, Lucas malah mendiamkan saja dan membiarkan apa pun yang mau di lakukan oleh istrinya.


Sedangkan Kevin yang sedari tadi sudah di belakang mereka kini hanya bisa menghembuskan nafasnya kasar, "tambah lagi deh kerjaanku," keluhnya pelan melihat bos Psychopatnya yang bertambah lagi satu saat ini.


To be continue.


Gengs dukung karya ini dengan cara like dan komen saja ya.


kalian boleh membacanya namun jangan memberikan Vote dan Hadiah, jika kalian ingin memberikannya alihkan saja ke karya Mimin yang lainya ya 🙏🏻🙏🏻


Terima kasih 🙏🏻

__ADS_1


Jangan lupa mampir ke karya Mimin yang lainya ya, dan Kisah Arvan sudah Update ya, langsung Cek profil 🥰


__ADS_2