Cerita Sedang Di Revisi Jangan Di Baca Dulu

Cerita Sedang Di Revisi Jangan Di Baca Dulu
Chpater 46


__ADS_3

🌹 Happy Reading 🌹


Tenry tersenyum semanis mungkin membalas ucapan dari Suaminya itu, "oke, gak papah kok, ayo kita jalan," ajak Tenry mengalihkan pembiacaraanya ke arah yang lain.


Lucas tidak memperdulikan itu sama sekali, dia kambali mengemudikan mobilnya, mencari restoran yang kira-kira pas dengan selera istrinya.


Dan setelah melakukan perjalanan beberapa menit, mereka akhirnya sampai di depan sebuah restoran yang tidak terlalu mewah, mungkin lebih tepatnya di sebut dengan nama Cafe.


"Apakah di sini oke?" tanya Lucas ingin memastikan jika Istrinya itu akan nyaman berada di sini.


Tenry menganggukan kepalanya singkat sebagai jawaban, dia lebih suka berada di tempat seperti ini, di bandingkan restoran yang di reservasi tadi, karna itu sama sekali tidak menyenangkan baginya.


Jika ingin dinner seperti itu, menurutnya untuk apa keluar, jika di rumah saja Lucas pasti bisa membuatnya.


Dan setelah Lucas memarkirkan mobilnya Lucas segera menggadeng tangan istrinya masuk ke dalam cafe.


Namun di saat dia baru memasuki Cafe, beberapa pengunjung laki-laki malah menatap ke arah istrinya, bahkan ada yang secara terang-terangan menggoda istrinya.


Awalnya Lucas masih bisa mengontrol emosinya, namun di detik kemudian, ada seorang pria yang dengan berani menyentuh tangan Tenry meskipun itu tidak sengaja, tetap saja Lucas tidak bisa menerimanya.


Praaannngggg Lucas memukul kepala pria itu menggunakan gelas kaca yang berada di atas meja.


"Lucas," bentak Tenry yang juga tidak sengaja, karna melihat suaminya yang sudah keterlaluan saat ini.


"Aaarrrggghhhh shitt!" Teriak pria itu menjerit kesakitan, sambil memegangi kepala yang robek akibat pecahan kaca yang masih menacap di kepalanya.


Teman dari pria yang tidak terima melihat temanya di pukul oleh Lucas, langsung maju ingin memberikan pelajaran untuk Pria yang sedari tadi hanya berdiri tanpa ada rasa salah sedikitpun.


Dengan satu tendangan Lucas berhasil melumpuhkan lawanya.


Seluruh pengunjung berteriak ketakutan, hingga berlari keluar Cafe, dan mengosongkan Cafe itu.


Lucas yang melihat Cafe itu sudah tidak ada penghuni lain lagi, langsung mengambil pisau yang terdapat di atas meja, lalu berjalan mendekat ke arah dua pria itu.


Dia menginjak pria yang kepalanya sudah robek itu dengan menggunakan sepatu Pantopelnya. "Tangan sebelah mana yang kamu pakai buat menyentuh istriku tadi? tanyanya dengan kalimat penuh penenkanaan.


Kali ini Tenry tak mampu memghentikan suaminya, seperti istri Mafia yang lain.


Di mana setiap istrinya memberhentikan aksi bejad suaminya, pasti suaminya itu akan mendengarkan mereka.


Namun yang mereka hadapi ini adalah Lucas, tidak ada satupun manusia yang bisa memberhentikanya, sekalipun itu Arvan dan Stella yang merupakan orang berpengaruh dalam hidupnya.


Tenry lebih memilih menggengam tangan Suaminya secara rapat, agar tidak ada lagi yang berani menyentuhnya.


"Jawab aku tangan sebalah mana yang kamu gunakan untuk menyentuh istriku ha ?" bentaknya lagi dengan tegas, tanp memperdulikan orang yang melihatnya.

__ADS_1


Dengan ragu pria itu menunjukan tanganya yang sebelah kanan. "Yang ini Tuan,"jawabnya gugup dengan rasa yang ketakutan.


Lucas langsung menendang pria itu dengan keras hingga terpental masuk ke dalam Cafe agar tidak ada yang bisa melihat tindakanya kali ini.


Tak lupa dia menyeret teman pria itu yang tadi sempat membantu pria tadi dengan menarik rambutnya dan menyeretnya bagaikan karung beras.


Buuuuggghhhh,,bugghhh,,bugghh Lucas menginjak-injak perut teman pria itu, bahkan dia menggerkan kakinya seperti mematikan puntung rokok yang jatuh, hingga teman pria itu memuntahkan darah segar dari mulut dan hidungnya.


Setelah teman pria itu melemah,Lucas beralih menginjak wajah pria itu tepat di hidungnya, agar dia sulit menggunakan pernafasanya.


Lagi-lagi Tenry hanya bise menepi sambil menunggu suaminya menyelesaikan hal ini.


Lucas menarik pria yang tadi untuk mendekat ke arahnya tanpa melepaskan atau menyingkirkan kakinya dari wajah teman pria itu.


Padahal teman pria itu sudah memukul-mukul kaki Lucas karna sudah hampir kehabisan nafas.


Namun Lucas sama sekali tidak menghiraukanya, dia malah semakin menguatkan injakan itu, bahkan dari wajah pria itu terdengar suara krteekkk,,kreteek tulang tengkorak atau wajah yang sudah remuk akibat beban yang di lakukan oleh Lucas.


Pria itu yang melihat temanya menangis dengan suara yang teredam sepatu, hanya bisa diam tidak dapat menolong, karna posisinya juga saat ini dia dalam keadaan hidup dan mati.


"Giliranmu," lirihnya yang membuat siapa pun yang mendengarnya pasti akan merasakan aura kematian yang sangat mencengkram.


"Tidak-tidak Tuan, saya tidak sengatmja maafkan saya Tuan hissk,,hiskk," tangisnya ketakutan dan berusaha bangkit ingin berlari.


Namun Lucas lebih dulu menahan tangan pria itu dan menariknya.


"Aaaarrrrgghhhh, ampun Tuan sakitt,,aaaarrggghh,, arrgghhhgh sakitt ya Tuhan sakitt, aaaarrrggghhh Ampun," teriaknya jeritan kesakitanya.


Karna Lucas tidak memotongnya secara langsung, namun dia memotongnya secara perlahan bagaikan sebuah kue yang memerlukan sebuah kelembutan.


Sehingga pria itu benar-benar merasakan sakit yang sangat-sangat luar biasa, "amppuunn Tuan, Ya Tuhan tolong ini sakit,,aaaararggggghh," lirihnya benar-benar tidak tahan.


Tenry yang melihat suaminya seperti itu hanya bisa menggelengkan kepalanya pusing, dia kasihan pada pria itu, namun dia tidak tau harus berbuat apa.


Dia ingin kabur tapi dia takut, jika nanti Lucas menangkapnya maka dia akan menjadi manusia tak berbentuk lagi, dan kakaknya yang masih berada di tangan Lucas, akan ikut menjadi sasaran kemurkaan pscyhopat ini.


Lucas bukanlah mafia lainya yang luluh akan kelembutan dari istri dan siapapun.


Baginya membunuh dan memutilasi seseorang adalah sebuah Hobby, jadi dia tidak akan mencampurkanya dengan sebuah cinta ataupun tanggung jawab terhadap keluarga.


Setelah tangan itu benar-benar lepas dari tubuh pria itu, Lucas malah menarik lagi tangan pria itu yang sebelah kiri. Dan masih melakukan hal yang sama. Hingga beralih ke lidah pria itu, bahkan Lucas memotongnya tanpa sisa.


Dan setelah selesai, Lucas melepaskan dan mengangkat kakinya dari teman pria itu yang terlihat sudah tak bernyawa lagi.


"Tenry, ikut aku," perintahnya meminta istrinya untuk ikut denganya.

__ADS_1


Dengan patuh dan tanpa suara Tenry mengikuti langkah kaki Lucas yang menuju ke dalam.


Dia beralih menuju toilet untuk mencuci tanganya menghilangkan darah-darah serta daging pria tadi yang menurutnya sangat menjijikan.


Setelah itu dia beralih ke dapur dan memotong selang-selang gas yang berada di sana.


"Ayo kita keluat dari sini," ajaknya pada Tenry yang hanya diam mengikutinya saja.


Mereka berdua segera keluar dari Cafe itu membiarkan pria tadi dan mayat pria itu terjebak di dalamnya.


Ketika mereka sudah sampai di luar Cafe, Lucas melirik ke arah Cctv jalan dan kantor di sebelah Cafe itu.


Dooorr,,doorr,,door, Lucas menembak semua CCTV yang bisa menjadi bukti kejahatanya kali ini, dan dia harus memusnahkanya.


Dan terakhir sebelum dia pergi meninggalkan Cafe itu, dia menyalakan sebatang rokoknya terlebih dahulu.


"Last point," lirihnya sambil tersenyum iblis, lalu melemparkan korek apinya masuk ke dalam Cafe yang sudah dia pastikan jika Gas yang dia bocorkan tadi pasti sudah menyebar memenuhi semua ruangan.


Bbbbbbbooooooommm,,boooooommm,,bbbooommmm..


Satu percikan api yang dia lemparkan, benar-benar berubah menjadi sebuah bom yang menghancurkan Cafe itu dan bangunan-bangunan sekitarnya.


Bahkan dia tidak memperdulikan jika banyak korban jiwa akibat ledakan yang dia buat itu, karna Cafe yang berada di pinggir jalan dan beberapa Kantor yang masih beroperasi di dalamnya.


Terlihat 3 bangunan sekaligus yang ikut terbakar dan meledak akibat gas-gas yang masih terus keluar.


Lucas dan Tenry sendiri bisa melihat banyak orang di pinggir jalan yang luka-luka, dan Bahkan meninggal akibat dari ledakan tiba-tiba itu.


Lucas tersenyum penuh arti, "done." Ucapnya, lalu masuk ke dalam mobilnya, meninggalkan lokasi kejadian.


Sedangkan Tenry sedari tadi sudah lemas melihat korban-korban tak bersalah akibat dari kemarahaan Lucas yang tak beralasan.


"Jadi Dinner kita bagaimana?" tanya Tenry mulai membuka topik kembali.


Dia ingin melupakan kejadian tadi, dengan cara mengajak suaminya itu berbicara hal-hal yang santai.


"Kita cari Cafe atau Restoran lain, tapi kamu harus menggunakan masker agar tidak ada yang melirikmu, paham," balasnya benar-benar tanpa rasa bersalah dengan korban-korban tadi.


Tenry mengenduskan nafasnya kasar mengiyakan ucapan dari suaminya. "Oke, tapi aku gak mau kejadian tadi terulang lagi ya." Pintanya dengan lembut yang di jawab anggukan kepala singkat oleh Lucas.


Setelah itu mereka berdua kembali menikmati malam indah yang sempat berantakan karna sang Psycho yang tidak bisa mengontrol emosinya.


To be continue.


Gengs dukung karya ini dengan cara like dan komen saja ya.

__ADS_1


kalian boleh membacanya namun jangan memberikan Vote dan Hadiah, jika kalian ingin memberikannya alihkan saja ke karya Mimin yang lainya ya 🙏🏻🙏🏻


Terima kasih 🙏🏻


__ADS_2