
❤️ Happy Reading Bestie ❤️
Tidak ada yang terjadi di antara mereka selama mandi itu, Aldo memang benar – benar lelah seharian ini, dengan semua kejadia yang ada, dengan semua keputusan tiba- tiba yang terjadi, membuat kepalanya tidak bisa mencerna apapun lagi saat ini.
”Brina,” panggil Aldo, ketika wanita itu baru saja membuka matanya.
“huaaaawaaaa,” Brina mengup besar, ketika mendengar suara pria memanggilnya.
Aldo mengerjapkan matanya, ketika melihat wanita yang sudah menjadi istrinya itu dengan wajah yang begitu polos khas bangun tidur.
“Apaaaa?!!!!!!” sentak Brina dengan nada yang cukup ketus pada Aldo. Dengan hembusan nafas yang berat, Aldo lagi – lagi harus menerima pil kepahitan, dan harus menyadari bahwa saat ini wanita yang dia nikahi adalah wanita jelmaan dari harimau betina.
“Masih pagi Gabrina Jonathan, bisa tidak sikap kamu dibuat sedikit lembut?” keluh Aldo, sembari mengerutkan keningnya pusing.
Brina bangkit dari posisinya, dengan tatapan tajam menatap kea rah Aldo, “memang sudah begini sikapnya dari lahir, sudah tidak bisa dirubah.” Jawabnya dengan tegas, dan sedikit mengibaskan rambutnya yang tergerai agar mengenai wajah tampan suaminya. Aldo hanya bisa menggelengkan kepalanya pusing melihat kelakuaan istrinya di pagi hari.
Dia yang tadinya ingin meminta untuk dibuatkan sarapan dari tangan cantik itu, sepertinya harus menahan lagi keinginan itu, karena Brina rupanya masih belum melunak.
Enggan menunggu Brina yang masih begitu lama di kamar mandi, Aldo memutuskan untuk keluar dari kamar untuk mencari di mana mertuanya berada. Dia ingin menanyakan keberadaan putrinya Hanaa. Karena sedari kemarin dia sudah sangat merindukan sosok wanota kecilnya itu.
Ketika baru saja keluar dari lift, ke dua mata Aldo menangkap sosok yang terlihat tidak asing baginya. “aku seperti pernah melihatmu, tapi di mana ya?” tegur Aldo pada sosok itu.
__ADS_1
Tetapi, bukannya mendapatkan jawaban, Aldo malah merasakan bahwa pria itu menatapnya dengan tatapan penuh kebencian. “aku yang seharusnya menjadi milik Brina, kamu adalah orang baru, dan kamu hanyalah sebuah masa lalu yang sebentar lagi akan terkubur, bersama dengan cinta palsumu itu.”
“Dan jangan harap kamu akan mendapatkan apa pun yang dimiliki oleh Brina, termasuk ke dua anak yang lahir dari Rahim Brina itu bukan lagi milikmu.” Ucap pria itu, benar – benar mengibarkan bendera perang kepada Aldo.
Seketika Aldo menampilkan senyum meremehkannya, “sepertinya aku pernah aku sudah ingat dengan kamu,” tungkas Aldo dengan senyum yang begitu tipis di wajahnya.
“Kamu bukannya pria yang –“ ucapnya terputus, diiringi dengan suara tawa yang terdengar sangat begitu renyah.
“kamu bukannya pria yang mengakui suami dari Brina dulu ya, hehehehe,” Aldo berucap dengan ekspresi mengejeknya.
Erlan, pria yang sedari dulu menjadi tunangan dari Brina itu, kini dating ingin meminta penjelasaan hubungan mereka. Terang saja dia merasa sangat begitu marah ketika mendengar berita tentang pernikahaan Gabrina yang merupakan wanita pujaanya.
“Sialan, kamu!!!!”
Tetapi bukannya menanggapi, Aldo kembali menampilkan senyumnya yang begitu santai, walaupun, wajahnya terdapat sedikit memar akibat pukulan dari Erlan tadi.
“Tuan Muda,” tegur suara yang tak lain berasal dari Code yang terlihat begitu marah ketika melihat Tuan Mudanya dipukul seperti itu.
Dengan penuh emosi, Code melangkahkan kakinya mendekat ke arah Erlan, dan langsung menarik kerah baju pria itu.
Bughhh,,bugghhh,,bugghhh suara pukulan bertubi – tubi diberikan oleh pekayan setia dari Aldo, dia membalaskan prilaku Erlan kepada Tuannya. Tetapi bahkan ini mungkin terlihat seperti pembalasan yang berkali – kali lipat.
__ADS_1
“Aku Code, tidak akan pernah membiarkan tangan kotormu itu seikit saja melukai wajah tuanku yang sangat sempurna itu!” ucapnya memberikan peringatan.
Tentu saja Erlan juga tidak terima dengan perlakuan Code, dan kembali melayangkjan tanganya untuk melakukkan pembalasan. Namun belum sempat dia membalas, terdengar suara langkah kaki yang terdengar sangat begitu menakutkan.
Derap suara sepatu pantofel, begitu tegas terdengar di telinga mereka, menandakan siapa pemilik dari suara sepatu tersebut.
“Kenapa berhenti?” tegur pria si pemilik sepatu tersebut.
“Daddy,” suara Aldo dan Erlan terdengar bersamaan.
“Tuan besar Mario,” susul suara Code.
Mario hanya diam saja dengan pose tangan yang berada di dada, sedangkan di belakangnya, terlihat seorang wanita yang sepertinya sudah mengeluarkan tanduk bantengnya.
“Kalian kalau mau rebut jangan di sini! Pergi keluar sana, nanti saya ambilkan pisau biar kalian pada bunuh – bunuhhan sekalian, mau?” pekik suara wanita yang begitu cetar dan mempunyai kedudukan paling tinggi di sana.
Siapa lagi jika bukan Eden, wanita yang paling ditakuti dan merupakan induk dari para harimau di rumah itu.
Sontak saja, baik Erlan maupun Aldo, kini sama – sama menudukkan kepalanya, karena merasa segan menatap wanita yang telah mereka sebagai ibu mereka itu.
To Be Continue.
__ADS_1
Hey teman - teman, jangan lupa ya, untuk Like, Komen, Vote dan jika berkenan memberikan Hadiahnya untuk Mimin. Agar mimin lebih semangat lagi updatenya, biar hak malas - malasan lagi.
Terima kasih 🙏🏻