
🌹 Happy Reading Bestie 😘
Setelah mendapatkan apa yang dia inginkan, kini mood Hanna telah kembali, dan membuat dirinya merasa senang, karena telah mempunyai Puppy sebagai teman mainnya.
“Daddy,” panggil Hanna, kepada Aldo yang kini hanya fokus dengan ponselnya.
Aldo menoleh melihat kea rah putrinya, yang tersenyum dengan memperlihatkan puppy kecil itu kepadanya.
Ckreekkk, ckreekkk, ckreekkk. dengan gemas Aldo mengambil beberapa foto putrinya yang sedanv asyik bermain dengan puppy itu.
“Apakah fotonya bagus Dad?” Tanya Hanna begitu antusias.
Aldo kembali tersenyum, lalu, memperlihatkan hasil jepretannya kepada Hanna. “You’re so beautiful my Sweety angel.” Pujinya, pada kecantikan yang dimiliki putri kecilnya itu.
“Tentu saja Dad, Hannakan anak mommy.” Sahut Hanna dengan begitu bangga. Membuat Aldo mengurangi senyum di wajahnya.
“Tetapi, Dad, kalau Daddy bilang Hanna cantik, berarti Mommy juga cantikkan, karena Mommy adalah Mommy Hanna.” Ucapnya serius pada Daddynya.
“Sure sayang,” jawab Aldo singkat.
“Berarti, Mommy lebih cantik dari pada aunty yang tadi kan Dad?” Tanya suara lembut milik Hanna.
Aldo berekspresi dengan menganggukan kepalanya pelan. Tetapi dia malah mendapatkan tatapan tajam dari putrinya. “Kalau Daddy tidak mengakui kecantikan Mommy, berarti Daddy juga tidak mengakui jika Hanna yang paling cantik.” Tegasnya pada Aldo, membuat pria itu tersenyum dengan terpaksa menganggukan kepalanya.
“Kan Hanna adalah campuran Gen milikku dengan Brina, jadi bukan dipastikan jika kecantikan Hanna itu diturunkan dari Brina.” Batin Aldo, yang menolak mengatakan bahwa mantan kekasih yang merupakan ibu dari anaknya itu lebih cantik dari pada Marina.
***
Sedangkan di sisi lain, terlihat Brina yang sedang mondar mandir di dalam ruang kerjanya.
“Bagaimana caranya agar aku bisa membuat dia bertekuk lutut lagi ya? Gumanya tidak henti – henti, membuat Alica yang terjebak bersamanya di dalam ruangan itu, merasa pusing sendiri ketika melihat Brina yang terus saja berpikir tanpa pernah mendapatkan jawaban.
“Lagi?” Tanya Alica seperti menyudutkan kalimat sahabatnya itu.
__ADS_1
“Iya lagi, apa sih perntanyaan kamu itu?” Sahut Brina, yang memilih untuk mengabaikan Alica.
“Tapi, perasaan aku dia memang tidak pernah bertekuk lutut sama kamu Brina.” Tegas Alica, memperingatkan wanita di hadapannya itu, tentang apa yang terjadi di masa lalu.
“Kalian itu tidak benar – benar berhubungan, karena kamu yang memaksa dia untuk pacaran sama kamu, bukan begitu?” Jelas Alica pada Brina, yang sepertinya melupakan kejadian dulu.
“Maksudnya gimana?” Tanya Brina.
Alica menarik nafasnya dalam, lalu menghelanya dengan kasar, “kamu menjebak dia, dalam taruhan yang tidak berguna di antara kita, yang meyakinkan kamu bisa memiliki dia, dan rasa amarahmu yang tidak terima karena dia membuat party mu hancur, makanya kamu bisa tahu rahasia besar yang selalu mengikuti balap liar, dan kamu menjadikan itu bahan untuk mengancamnya, aku ingatkan jika kamu lupa!” Alica kesal dengan sikap Brina, yang terus menerus egois seperti itu.
Bagi Alica, Brina adalah salah satu sepsis manusia yang sulit melihat kebahagian orang lain. Tapi untungnya dia sayang sama sahabatnya satu ini, kalau tidak mungkin sudah dia lempar Gabrina ini ke planet Mars.
Tetapi, bukannya marah dengan ungkapan dari Alica. Brina malah berusaha mengabaikannya.
“Ahaaa, aku ada ide.” Pekiknya dengan senyum yang mengembang di wajahnya.
Alica menyeritkan keningnya bingung, ketika Brina mengelus perutnya pelan.
Namun, senyum di wajah gadia licik itu, membuat dirinya tahu apa yang akan dilakukkan oleh Brina.
“Jangan gila kamu Brina, jangan bilang kamu mau pura – pura hamil?” Yakin Alica, yang dijawab dengan anggukan kepala dari sahabatnya itu.
“Ohh shi*t. I think you crazy already.”
“You better don’t do it your fuc*king idea that!!” Alica memberikan peringata kepada sahabatnya itu.
“Why?” Tanya Brina tanpa merasa bahwa idenya itu salah.
“Kamu tanya kenapa, Gabrina Jonathan! Kamu –“ ucap Alica terhenti ketika ponsel milik Brina berbunyi.
“Sebentar, Hanna menelponku.” Ucapnya pada Alica, lalu segera mengangkat panggilan dari putrinya tersebut.
“Hallo sayang,” ucap Brina, ketika sudah menekan icon hijau di ponselnya.
__ADS_1
“Mommy, kapan mommy akan menjemput Hanna mommy?” Tanya suara lembut di seberang sana.
“Mungkin besok lusa ya sayang, mommy masih banyak sekali pekerjaan sayang.” Balas Brina dengan suara yang terdengar memelas.
“Baiklah Mommy, Hanna menunggu.” Suara yang terdengar lemah itu, sepertinya sedang merindukan induknya.
“Hei, sayang, mengapa suara kamu terdengar sedih seperti itu, apakah semuanya baik?” Tanya Brina, begitu penasaraan.
Karena kalau dia tahu, Aldo tidak memperlakukan putrinya dengan baik, maka akan dipastikan, istana milik Aldo itu akan hancur dibuat oleh Brina.
Terdengar helaan nafas berat dari seberang sana. “Hanna kesal pada Daddy Mommy,” lapornya pada Brina.
“Kesal kenapa sayang, apa Daddy tidak mau menurutimu?” Tanya Brina lagi.
“Daddy menurutiku Mommy, Daddy juga baru saja membelikan Puppy untukku,” jawabnya dengan suara datar.
“Lalu, sekarang apa yang membuatmu kesal sayang? Jelaskan pada Mommy.” Pinta Brina dengan lembut.
“Sejak Daddy bertemu dengan Aunty yang bernama Marina di Pet’s shop tadi, fokus Daddy sekarang hanya kepada Handphone saja Mom, bahkan Daddy terkadang tersenyum dan tertawa sendiri. Daddy sama sekali tidak membuat Hanna senang Mom.” Adunya pada Brina, dengan suara yang sepertinya sudah tersirat amarah.
“Aunty? Aunty siapa sayang?” Brina yang begitu penasraan pun akhirnya mulai menanyakan siapa itu Marina.
Namun, belum sempat Hanna menjawab, sepertinya battery 🪫 ponsel milik Hanna telah lowbet total, sehingga ponsel itu mati sebelum dia melaporkan semua kegitannya pada Brina.
Mendapatkan ponsel putrinya yang sudah tidak aktif, Brina kini mulai merasa gelisah. Dan gerak tubuh gelisahnya itu, mulai membuat dirinya merasa khawatir dan membuatnya harus waspada dengan wanita yang bernama Marina ini.
To Be Continue.
Hey Teman - Teman, jangan lupa ya, untuk, Like, Komen, Vote dan Hadiahnya untuk Karya Mimin ini. Agar mimin lebih semangat lagi untuk updatenya.
Dan Jangan lupa juga untuk mampir ke karya mimin yang lainnya ya.
Terima Kasih.
__ADS_1