Cerita Tentang Sebuah Rasa

Cerita Tentang Sebuah Rasa
cerita tentang sebuah rasa eps 6


__ADS_3

Saat hasil sidik jari sudah keluar mereka pun kembali ke rumah clara.


Sesampainya di rumah clara, merekapun mengembalikan tas clara kepada ibunya clara


Pasha:"ini tante tasnya, makasih ya.."


Ibu clara:"iya sama sama"


Celsi:"tante,clara masih nggak mau ketemu sama kami?"


Ibu clara:"iya dia masih nggak mau ketemu sama kalian"


Rion:"yaudah deh kalau gitu kami pergi dulu ya tante"


Ibu clara:"iya, hati hati ya kalian"


Dan merekapun pergi dari rumah clara


Di tengah perjalanan mereka ingin melihat hasil sidik jari tersebut


Celsi:"pasha,ayo kita buka hasil sidik jarinya!"


Pasha:"ok bentar"


Pasha pun mengambil hasil sidik jari yang ada di kantong celananya


Celsi:"ayo kita lihat!"


Pasha:"di sini, ada empat sidik jari ada clara,tante,celsi dan-...


Rion:"Brian!"


Rion pun dengan cepat melanjutkan perkataan pasha


Celsi:"brian?,berarti...dia dong pelakunya!"


Pasha:"pasti!"


Rion:"yaudah besok kita kasih bukti ini ke pak fildan!"


Pasha:"ok"


Celsi:"yaudah ayo kita pulang, terus buktinya pasha aja yang pegang"


Rion:"iya bener tuh"


Pasha:"yaudah kalau gitu aku yang pegang buktinya ya"

__ADS_1


Mereka pun pergi dan kembali pulang rumah, clara hanya duduk di teras dan merenungi nasibnya


Clara:"ya Allah tolong selesaikanlah masalah ini"


Lalu ibu clara pun datang dan menghampiti clara


Ibu clara:"ra...kamu kenapa kok sedih?"


Clara:"aku nggak apa apa kok bu, ibu gak usah khawatir"


Ibu clara:"tapi kok wajahmu sedih, kamu jujur aja"


Clara:"tapi ibu nggak bakal marah kan?"


Ibu clara:"nggak kok, ibu nggak akan marah"


Lalu ibu clara pun tersenyum manis ke arah clara


Clara:"hmm...gini bu,aku dituduh bawa contekan saat ulangan, padahal aku


nggak bawa bu"


Ibu clara:"kamu di hukum gak ra?"


Clara:"iya bu, aku dihukum gak boleh sekolah selama satu minggu"


sedih, ingat kebenaran pasti akan terungkap


Clara:"ibu nggak marah?"


Ibu clara:"enggaklah, lagian buat apa ibu marah kan gak ada gunanya"


Clara:"serius?"


Ibu clara:"iya, yaudah yuk masuk"


Dan mereka berdua pun masuk ke dalam rumah


keesokan harinya, di sekolah celsi, pasha dan rion pergi ke ruangan pak fildan


rion:"assalamualaikum"


pak fildan:"waalaikumsalam, silahkan masuk"


dan celsi,pasha dan rion pun masuk ke ruangan pak fildan


pak fildan:"eh kalian bertiga ada apa kemari?"

__ADS_1


celsi:"pak, kami udah menemukan bukti dan siapa yang msenuduh clara"


pak fildan:"apa benar?"


rion:"yaiyalah pak, masa kami bohong"


pak fildan:"sini lihat, mana buktinya?"


celsi:"pasha, mana buktinya sana berikan ke pak fildan terus jelasin"


pasha pun memberikan buktinya ke pada pak fildan dan menjelaskan bahwa brian lah yang salah.


pak fildan:"oh,jadi brian yang memasukkan kertas contekan itu"


rion:"iya, pak"


pak fildan:"yaudah ayo kita ke kelas, bentar lagi kita mau masuk kelas"


"baik pak" jawab celsi, pasha, dan rion.


dan merekapun pergi ke kelas bersama pak fildan


saat pak fildan sampai di kelas.


pak fildan datang dengan wajah yang kesal


intan:"itu pak fildan kenapa, kok kesal gitu?"


brian:"enggak tahu tuh, atau jangan jangan...."


intan:"jangan jangan apa?"


brian:"jangan jangan pak fildan udah tau kalau kita yang ngemasukin kertas contekan itu"


intan:"ih..jangan ngaco deh"


intan pun memukul kepala brian dengan keras


brian:"kan mungkin aja intan!"


intan:"udah diam!"


brian:"iya, iya!"


brian pun diam dengan wajah yang kesal.


dan semua bisa terdiam karena melihat pak fildan dengan wajah yang kesal

__ADS_1


__ADS_2