
setelah kejadian kemarin Santi hanya mengurung diri dikamar
Putri kecilnya itu dia titipkan pada pembantunya itu
dia tak sanggup menerima kenyataan ini
seharian dia hanya menangis meluapkan kesakitan dalam dadanya itu , mata sembab dan penampilan yang begitu berantakan
tok
tok
pembantunya itu mengetuk pintu majikannya itu karna dari kemarin tidak keluar kamar , dia sudah beberapa kali mengetuk untuk menyuruhnya makan tapi pintunya itu tak terbuka sedikit pun
"Bu ,ada tamu yang mencari ibu "seru Bi Ijah pada Santi.
"siapa Bi , bilang saja aku sedang tidak enak badan" sahut Santi dari dalam kamar
"wanita Bu ,Della katanya namanya.bu"ucap pembantunya itu
saat akan memberitahukan pada tamu majikannya itu bahwa majikannya itu sedang tidak enak badan tiba-tiba pintu kamar terbuka
kleekkk
"biar saya yang temui Bi. tolong buatkan minum ya "ucap Santi pada pembantunya itu
"baik Bu " sahutnya sambil meninggalkan Santi untuk ke dapur
__ADS_1
Santi berjalan dan menemui Della yang masih menunggu diluar itu
kleekkk suara pintu terbuka
"silahkan masuk mba"ucap Santi pada Della
Della hanya memandang Santi , mata Santi yang sembab membuat dia yakin bahwa Santi menangis semalaman setelah mengetahui status suaminya itu. Della juga tak bisa menyalahkan Santi 100℅ melihat penampilan Santi yang terlihat syok
"silahkan diminum mba"ucap Santi saat mereka sudah duduk berhadapan
"sejak kapan kalian menikah"ucap Della tanpa basa basi dan tanpa Della sangka Santi mendekat dan bersujud dikakinya sambil menangis
"maafkan aku mba. , aku tak tau jika mas Angga sudah punya istri," ucap Santi sambil menangis
"anak kamu cantik ya " ucap Della saat melihat anak Santi dan Angga itu sedang main boneka bersama pembantunya
"bahkan suamiku itu ingin wanita lain mengandung anaknya lebih dulu daripada istrinya sendiri " ucapnya lagi sambil tersenyum getir
"mas Angga sudah cerita semuanya ke aku , dan bereskan barang barangmu "ucap Della sambil memalingkan wajahnya ia tak kuat menahan air mata yang sudah tak bisa dia tahan lagi
iya harus ikhlas berbagi suami untuk anaknya dan kebahagiaan suaminya itu
sakit tapi dibalik semua itu semoga Tuhan selalu memberi kebahagiaan padanya
Flasback
"Santi aku bisa jelasin sayang " ucap Angga yang terus mengetuk kamar Santi itu
__ADS_1
" pergi kamu pembohong "sahut Santi dari pada kamar ,Isak tangisnya tak bisa dia sembunyikan lagi
"san"
"pergi"Santi seakan tak ingin mendengar suaminya itu
saat Angga akan pergi putrinya itu menghampirinya
"papa endong (papa gendong)" racau Sasa
Angga tersenyum dan mengendong putrinya itu
"papa pergi dulu ya sayang , papa masih ada urusan kamu sama bibi dulu ya sayang " ucap Angga pada putrinya sambil menurunkan Sasa dan memberikan pada pembantunya itu
"titip Sasa ya Bi. saya harus pergi" ucap Angga pada pembantunya
"iya pak"sahutnya
Angga sampai kerumahnya larut malam dan dengan penampilan yang amburadul
terlihat dia sangat frustasi dalam situasi ini
"kamu dari mna aja mas" saat melihat suaminya itu masuk kedalam rumah
Angga hanya diam membisu iya juga merasa bersalah pada kedua istrinya itu
"apa kamu mau menjelaskannya padaku mas" sahut della dengan suara yang akan menangis
__ADS_1
tapi Angga tetap diam dia enggan untuk berucap
dia begitu bingung harus memulainya dari mana