
Semilir angin menerpa wajah gadis yang baru mendarat di bandara dengan menyeret kopernya ,kaca mata yang nyangkut di hidungnya membuat penampilan begitu anggun dan cantik
,Sasa memutuskan pulang ke Indonesia karna kuliahnya sudah usai , Meski berat meninggalkan Berlin tapi mau tidak mau dia harus pulang ,
"Kekantor Anggara ya pak"ucap Sasa saat dia sudah duduk dalam kursi penumpang
"baik mba"
taxi pun melaju ke kantor yang disebutkan penumpang itu. , disepanjang jalan Sasa melihat jalan yang mengantarkannya kekantor papahnya itu .
udara Jakarta yang begitu sesak tapi tetep membuat Sasa kangen pada kota kelahirannya itu ,,
"sudah sampai mba" ucap supir saat mereka sudah sampai tempat tujuan
"ouh iya pak " ucap Sasa sambil memberikan beberapa uang lembar pada supir itu
Sasa menyeret kopernya ke loby kantor itu
" Ada pak adamnya" tanyanya pada resepsionis
resepsionis tersebut menatap Sasa antara anggun dan siapa
"apa anda sudah membuat janji nona" ucapnya sopan
" tidak , bilang saja ada yang ingin bertemu "
"baik" ucapnya dan langsung menghubungi kesekatris Adam
" maaf nona , pak adamnya sedang metting ,Anda bisa kesini lagi nanti'" ucapnya saat sudah menghubungi sekertaris Adam
Sasa menautkan alisnya sebelah lalu dia membuka kacamatanya
__ADS_1
"kau menyuruhku pulang. hah " pura-pura marah pada resepsionis itu
"maaf nona , tapi ini pesan pak adam , beliau sedang metting jadi tidak bisa diganggu " tunduknya karna takut
"dilantai berapa ruangannya "
"maaf nona, Anda bisa kesini lagi besok " ucapnya yang tangannya terus menuntun tangan Sasa
Sasa yang kesal terus saja melawan , rencananya ingin tidur dulu di kantor adam sebelum pulang harus gagal karna karyawannya ini melarangnya masuk
suara gaduh itu mengundang Adam yang baru mengantarkan kliennya keluar gedung
"Ada apa ini" suara dingin tegasnya
dua wanita yang sedang beradu mulut pun menghentikan pertikaian mereka .
Sasa berlari kearah Adam langsung berlayut manja ditangan kekar adiknya itu
"karyawan mu itu dam , menyebalkan dia melarangku masuk " adunya pada Adam dan membuat resepsionis itu terdiam karna takut dimarahi
" Jangan diulangi lagi ," ucapnya tidak ingin memperpanjang masalah
Sasa menjulurkan lidah pada resepsionis itu dan mengikuti adam.
setelah kepergian Adam karyawan bertanya-tanya siapa wanita yang bersama Adam itu
"kamu gapapa mar" ucap bela pada Marni yang berantem dengan Sasa tadi
"Untung pak Adam gak mecat aku, aduh tadi jantungku udah maraton aja " ..
"siapa ya yang sama pak Adam itu , kan pak Adam udah mau nikah ko masih bawa cewe lain sih , mana lebih cantik lagi "
__ADS_1
" Entahlah , apa itu ya yang dinamakan ujian sebelum menikah "
mereka terus saja membicarakan Sasa dan adam yang terlihat sangat mesra , tanpa tahu kebenarannya ..
RUANGAN ADAM
"Kaka pulang ko gak ngabarin aku sih , aku kan bisa jemput nanti DIBANDARA" ucap Adam saat mereka masuk keruangan Adam itu ,, Sasa yang ditanya malah menatap ruangan Adam yang berwarna gelap dengan lukisan abstrak membuat kesan nyaman pada ruangan itu
"Gue males nunggu, "
"Kaka mau belajar sekarang apa besok aja "
"besok ajalah , masih cape gue , laper ini perut pesanan makanan ke , pelit bagt banyak duit juga"
Adam menelpon sekretarisnya itu menyuruh untuk memesankan makanan untuk Sasa
"pesenkn makanan untuk tamu saya" ucap Adam pada sekretarisnya itu
"baik pak"
.Adam mematikan telpnya itu
"Mamah tau , Kaka pulang" tanyanya saat melihat Sasa yang memejamkan mata disofa
" Gue dari bandara langsung kesini , belum ngabarin orang rumah juga , nanti dari sini langsung pulang ko" jawabnya tetap dengan mata terpejam
tok
tok
tok
__ADS_1
.
pintu hati kalian terbuka ya buat like. ,vote karyaku 😁😁