
"Mau kemana kamu "
Marni yang sedang memegang knop pintu itu pun berbalik menghadap Sasa
"Saya mau pulang Bu " ucapnya lesu
" Siapa yang menyuruhmu pulang "
"Ibu kan tadi nyuruh saya beres-beres barang-barang saya , berarti saya dipecat dong Bu " jawabnya
"Emang saya ngomong mau mecat kamu" tanyanya
"Ngak , tapikan ..."
"sudah cepat bereskan barangmu diruang sebelah saya ",
Marni masih terbengong mencerna ucapan atasnya itu , dan membuat Sasa jengkel
"Kenapa masih bengong , mau benern saya pecat kamu " suaranya membentak
Marni langsung mengerjap dan langsung keruangan disebelah bosnya itu , dia juga senang karna tidak jadi dipecat
.
.
.
Sasa selesai mempelajari berkas-berkas kerjanya ,
Dia pun berdiri berjalan keruangan papahnya itu ,,
tok
tok
crekkk
" Ini pah berkasnya " ucapnya sambil duduk
" cepet banget kamu bacanya "
" udah paham ko pah tenang aja"
" ya udah nanti udah makan siang temenin papah ketemu klien ya "
__ADS_1
" iya pah , ya udah aku kerunganku dulu"
Sasa kembali keruangan itu , tapi sebelum itu dia melihat Marni dulu
" Siapkan jabwal saya , sekarang kerja kamu menemani saya dan mengurus sebagian kerjaan saya " ucapnya pada Marni
" baik Bu "
waktu makan siang pun tiba , Sasa keluar dari ruangan dan dilift dia ketemu Adam
"Mau makan ka" tanyanya
" Iya mau ke kantin "
"ya udah ayo bareng "
Adam dan Sasa beriringan masuk kekanti kantor , seisi kantin dibuat terbengong karna ini pertama nya mereka lihat Adam makan dikantin kantor
"Wah kaya mimpi gue , liat pak adam makan disini "ucap karyawan yang sedang bergosip
" iya bener , apalagi itu ada direktur baru ,, gue kayanya suka deh sama direktur baru itu , diliat saja dia merakyat banget "
"iya bener , pak Adam aja bisa sampai sini semenjak ada bu Sasa "
"Kaya liat artis aja , langsung heboh " ucap Sasa sambil menyuapkan baso kemulutnya
"Kan emang gue baru makan disini" jawab Adam melakukan hal yang Sasa lakukan
Sasa yang mendengar itu pun mendongkak
"lu mah emng atasan sombong , jadi gak heran gue "
"sialan Lo ka" dengusnya
mereka makan siang dengan saling ledek dan bergurau tak jelas , setelah makan siang itu habis mereka kembali lagi keruangannya
tok
tok
suara pintu ruangan Sasa diketuk dari luar , dan masuknya Angga keruangan anaknya itu
Sasa mendongkak melihat orang yang masuk keruangannya itu
"Ada apa pah ," tanyanya
__ADS_1
"Sayang , kamu temui klien papahnya sendiri aja ya. , klien papah dari Jepang datang hari ini. papah gak enak nolaknya soal dia sibuk banget " tuturnya
"loh ko gitu sih pan, Sasa kan gak kenal" ucapnya sangat syok
"Nanti papah kasih alamat restorannya sama kamu,"
" Ya udah ", pasrah nya
.
.
.
.
Sasa terpaksa berangkat sendirian menemui kliennya itu karna Marni tak bisa ikut. karna pekerjaan dari tugas barunya itu sudah menumpuk .
Sasa bertanya pada pelayanan restoran itu nomor meja yang sudah diberitahukan papahnya itu untuk menemui kliennya itu
"Mba meja no 104 dimana ya ",tanyanya pada pelayanan yang lewat
",Oh mari mba, tamunya sudah menunggu" ucapnya sambil mengantar Sasa kemeja tersebut ,
pelayanan itu pun memberitahukan bahwa meja yang diduduki seseorang adalah mejanya
"Terimakasih",
" iya mba. saya permisi"
Sasa melihat laki-laki berjas navy yang membelakanginya
"Maaf saya telat ", ucap Sasa karna tak enak membuat klien itu menunggu
mendengar suara itu kliennya itu menengok.
deg
deg
deg
jangan lupa juga mampir kesini yaa
__ADS_1