
Sasa sampai sore diam di kantor Adam hanya sekedar selonjoran disofa ruangan itu,,
karyawan yang keluar masuk ruangan itu mengira Sasa kekasih Adam . Hingga Sasa bosan dengan sendirinya memutuskan untuk pulang
"Gue pulang ah , bosen gue liat muka Lo " ujarnya sambal beranjak dari sofa dan Merapihkan penampilannya
Adam yang sedang sibuk bekerja itu punmendongkak
"Mau gue anterin gak ,"tawarnya pada kakanya itu
"nggak usah ,, gue pulang ya" sambil melangkah keluar
saat Sasa keluar ruangan Adam ,mata heters terus saja menatapnya .ada yang mengagumi ada juga yang memuji dan begitu netizens
sebelum sampai rumah ,Sasa mampir ke toko bunga dulu untuk buah tangannya
"assalamualaikum , aku pulang" teriaknya saat kakinya sampai didepan pintu
Della dan Santi yang sedang masak pun menghentikan aktivitasnya dan menghampiri sumber suara itu
"mamah,mamih" hamburnya pada 2 wanita yang dirindukannya
"kenapa tidak mengabari kalau pulang " ucap mamih Della
"kejutan"
"iya kau membuat mamah jantungan" ucap Santi ketusnya
"oh no , mamah" manjanya
"sudah kamu istirahat dulu pasti capekan"ucap delaa
"ouh iya ini untuk mamih dan mamah tercinta" ucapnya sambil memberikan bunga pada 2 wanita paruh baya itu
Sasa pun menaiki tangga untuk sampai ke kamarnya ,, Dia begitu rindu dengan kamarnya itu
crekkk , suara kamar yang terbuka
dia menjatuhkan tubuhnya di kasur dengan spray bunga' itu dengan mata yang menatap langit-langit kamarnya
__ADS_1
"Rasanya sangat nyaman , , Bismillahirrahmanirrahim semuanya akan baik-baik saja" ucapnya dengan hembusan nafas yang berat dan tak terasa dia tertidur
Sasa tidur sangat nyenyak hingga dia tertidur selama 1 jam , dan teriakan maut mmah Santi membangunkan mimpi indahnya
",sa bangun sayang , " lembut nya
namun yang dibangunkan tak kunjung bangun juga
"Sasa bangun" teriaknya
"haa iya mah" iya langsung terduduk karna kaget
"cepetan mandi , mamah tunggu d meja makan" ucapnya berlalu meninggalkan Sasa
sasa langsung bergegas kekamar mandi untuk membersihkan dirinya ,setelah 20menit dia keluar kamarnya dan menghampiri keluarga nya yang sedang menunggu diruang makan
"Papah" manjanya menyium pipi papahnya itu
"kenapa tidak mengabari papa , kalau mau pulang dan kenapa kekantor tidak keruangan papa ,hah"
"hehe takut langsung disuruh kerja aku , cuman mampir bentar ko pah"
.
.
.
" aku kerja di bagian apa pah besok , biar aku mempersiapkan diri" tanyanya saat mereka sedang bersantai diruang tamu
Angga yang ditanya anaknya itu pun melihat kearah Sasa
"kamu papah tempatkan didirektur utama , mengantikan papah"
"loh ko gitu sih pah , nggak mau ah , Adam aja " tawarnya pada papahnya dengan wajah cemberut nya
"Tidak ada penolakan , papah mau pensiun , dan Adam udah papah kasih bagiannya, Adam papah kasih 2 anak cabang yang setara dengan perusahaan pusat , "
"Dia hanya mengajarimu sampai seminggu sebelum dia dipingit" lanjutnya
__ADS_1
"terima aja Napa , kasian tau papah pengen pensiun" sahut Adam Dengan mata yang masih pokus kelaptop di pangkuannya
"ya udah deh " ucapnya lemas
"papah percaya sama kamu" sambil mengelus punggung anaknya itu memberi semangat , dan sasa mengangguk menangapinya
Keesokan harinya
Meja makan yang sepi kini kembali hangat saat kedatangan sasa kembali , rasanya rumah ini begitu hangat lagi
"Sayang kamu mau bareng papa atau Adam" ucapnya membuka suara sambil melahap sarapannya itu
" Aku mau bawa mobil aja deh ,, "
" ouh ya sudah "
Adam menyelesaikan makannya lebih dulu dan dilanjutkan dengan papa dan sasa
" Adam berangkat ya " ucapnya sambil menyalami orangtuanya
" hati-hati ya sayang "
" ya sudah papa juga mau berangkat ya sayang " ucapnya pada kedua istrinya
" pah tungguin " teriaknya Sambil menyalami kedua mamahnya
mereka berangkat beriringan dengan mobil mereka masing-masing, 30 menit mereka sampai diperusahaan , mereka seperti artis Bollywood dengan gagah dan cantiknya keluar dari mobilnya masing-masing,, wajah pak Angga yang sudah tua itu seakan difotokopi jadi dua
. karyawan yang melihat itu begitu takjub pada 3 manusia yang berjalan beriringan dengan Angga yang memimpin jalan 2 Manusia dibelakangnya
bisikan demi bisikan menghiasi jalan mereka , ada yang penasaran ada juga yang mencemooh
"Bram kumpulkan semua karyawan " ucap Angga pada assistennya saat dia sudah ada dimeja kebesarannya
"baik tuan" dia berlalu untuk menyampaikan perintah tuannya itu
**Selamat malam ,Kaka yang sudah setia , nunggu dan mau baca novel aku ,, bantu like ya semuanya ,, setidaknya jika tidak ngasih vote. kasih like lah buat nyenengin hati aku ,😭😭
maaf jika ceritaku ambyar , ini novel pertama ku jadi setiap eps aku memperbaiki ceritaku 😅**
__ADS_1