
"Bereskan barang-barang mu"
Marni yang mendengar itu langsung berlutut di kaki Sasa , Sasa yang melihat itu dibuat terkejut oleh tindakan karyawannya itu
" apa yang kamu lakukan " ucapnya sedikit meninggi
" Jangan pecat saya Bu , maafkan untuk masalah kemarin , saya harus membiayai ibu saya yang sakit dan biaya kuliah saya . tolong Jangan pecat saya " ucapnya sambil menangis dibawah kaki Sasa .
Sasa hanya mengulum senyum dengan tingkah itu ,,
"cepat bereskan barang-barangmu , setelah itu keruangan saya lagi , cepat saya tidak mau melihat mu terlalu lama "ucapnya pura-pura membentak padahal dia sudah menahan tawanya
Marni yang mendengar itu tidak terlalu fokus ,dia bangkit dan keluar dari ruangan itu dengan mata yang sembab .
Bella yang melihat Marni keluar dari ruangan direktur baru itu dengan mata sembab ,dia buru-buru menghampirinya
"Kamu kenapa mar ,?" tanyanya
"kamu dipecat mar" tanyanya lagi
tapi yang ditanya malah diam seribu bahasa sambil terus menangis
"emang songong ya tuh cewe , mentang-mentang anak direktur " marahnya meninggalkan Marni dan langsung keruangan Sasa , Marni yang melihat itu tak bisa menahannya karna Bella sudah masuk kedalam
Sedangkan Sasa yang sedang membaca file dibuat terkejut oleh orang yang tiba-tiba menerobos masuk keruangan tanpa permisi dan malah memarahinya
" Songong banget ya , mentang-mentang anak direktur , ibu kan tau itu prosedur perusahaan untuk menjaga agar tidak ada penyusup masuk , kenapa ibu malah mecat Marni " marahnya pada Sasa seperti orang yang terus mengeluarkan asap di kepalanya
" Terus urusannya sama kamu apa" tanyanya santai
" Dia itu teman saya Bu , dia juga karyawan paling rajin disini , kenapa ibu mecat dia " ucapnya marah yang masih menggebu
"Terus kamu mau mengantikan dia , begitu" dengan senyuman mengejeknya
__ADS_1
Bella diam seribu bahasa , dia tidak bisa lagi bicara "kalau gue dipecat gue tinggal dimana , gue kan masih ngontrak terus kalau gak kerja bayar pake apa," begitulah suara hatinya
"Kenapa diem" tanyanya
"Mau tidak" tawarnya lagi
"Tidak Bu , maaf " sambil menunduk lesu
"keluar dari ruangan saya , sudah masuk tidak ketuk pintu terus marah-marah , keluar" ucapnya sedikit meninggi
Bella yang tak bisa berkutik pun meninggalkan ruangan Sasa .
Sasa hanya memijat pelipisnya yang pusing dihari pertamanya ini ,, belum apa-apa udah dilabrak karyawan
.
.
.
.
" maaf ya mar , aku gak bisa bantu ", ucap bela pada Marni saat dia ada dimeja kerja Marni
" gapapa ko , ini emang udah takdir aku " Marni memeluk Bella sebagai tanda perpisahan
Marni membawa barang-barangnya untuk dibawa pulang , tapi sebelum itu dia keruangan bos barunya itu , karna bosnya itu menyuruh untuk keruangannya sebelum pulang , mungkin mau ngasih pasangon upah kerjanya
tok
tok
tok
__ADS_1
Marni mengetuk pintu bosnya itu
"Masuk " suara judes Sasa didalam
Sasa Masih berkutat dengan filenya hingga tidak tau yang masuk itu Marni
"Simpan saja disitu" ucapnya yang terus fokus dengan file itu tanpa tau siapa yang datang , Marni pun dibuat terbengong
"Maksudnya Bu" tanyanya
Sasa pun yang mendengar itu pun mengalihkan perhatian dari file itu untuk melihat orang yang sedang membawa dus ditangannya
" Oh kamu , saya kira siapa "
"sudah kamu bereskan barang-barangmu itu " tanyanya dengan muka judesnya
" sudah Bu , saya permisi " Marni pun pamit saat akan sampai knop pintu Sasa bersuara
"Mau kemana kamu "
.
.
.
VOTE . COMENT . LIKE
VOTE . COMENT . LIKE
VOTE . COMENT . LIKE
VOTE . COMENT . LIKE
__ADS_1
VOTE . COMENT . LIKE
VOTE . COMENT . LIKE