Cewek Udik untuk Presma

Cewek Udik untuk Presma
2. INSIDEN


__ADS_3

Hari kedua mahasiswa baru masuk, mereka memiliki agenda OSPEK. Sementara kemarin adalah pengenalan kampus beserta para dosen yang mengampu.


"Siap-siap dikerubuti adek tingkat lagi lo Bro," ujar Prabu pada Darling.


Darling mengedikkan bahu tak perduli. Ia sedang pusing mempersiapkan pergantian jabatan ketua BEM juga pelaksanakan OSPEK ini.


Prabu yang melihat Darling sibuk mengetik proposal di laptopnya pun bertanya.


"Lo milih siapa sebagai pengganti lo?" tanya Prabu lagi.


"Gue kan udah milih empat pasang kandidatnya, nanti semua mahasiswa yang nentuin, bukan gue."


"Tau tapi kan lo bisa mengungkapkan pendapat lo gitu," ujar Prabu lagi.


"Pasangan Rivaldo-Cindy dan pasangan Kareen-Juna, itu pasangan yang paling kuat. Tapi kita gak tau nantinya ada perubahan atau enggak dari keempat kandidat itu," ujar Darling.


"Gue setuju sih, tapi kan pasangan Marvel-Vera sama pasangan Haris-Pandu juga orang terkenal tuh, ada kemungkinan mereka dapet suara terbanyak," ungkap Prabu.


"Nah itu perubahan yang gue maksud, menurut gue kan pasangan terkuat itu Rivaldo-Cindy sama Kareen-Juna, tapi kan dua pasaalngan lain juga kuat karena tingkat kepopuleran mereka. Dari situ kita bisa liat kalau kita gak bisa nebak siap yang menang kan?" tanya Darling.


"Iya bener sih, kayaknya seru nih bakalannya. Pemilu taun ini bakalan panas banget," ujar Prabu antusias.


"Nah itu yang gue maksud, bakalan seru kan kalo milih empat kandidat itu. Gue juga udah yakin gak ada anggota BEM yang gak setuju, termasuk yang ditunjuk. Gue pas milih kandidat Ketua dan Wakil BEM tuh gak main-main. Gue milih dari segi pribadi keempat pasangan itu yang semuanya punya ambisi, orang yang punya ambisi itu pasti mau ditawarin jabatan dan mereka secara otomatis mau berkompetisi. Biasanya sih mereka udah biasa berkompetisi karena ambisinya itu, nah dari situ kita bisa liat mereka semua punya power buat jadi pemenang.


Selain itu mereka berempat juga berpotensi memajukan organisasi dengan ambisi mereka itu. Gue tau kalo kompetisi itu ada baik buruknya, tapi bukan berarti gue lost kontrol sama mereka. Selama gue masih menjabat, selama mereka di bawah gue, gue masih punya wewenang ke mereka. Gue juga lagi monitoring si Rival sama Kareen, mereka musuhan banget kayaknya. Gue was-was ke mereka karena takutnya mereka sampe bawa persaingannya keluar kampus, ini jadi bumerang bahi kampus kita karena mereka calon orang penting di kampus ini."


Prabu menggut-manggut mendengar penjelasan Darling.


"Emang bener sih, gue setuju. Analisis lu dalem jug Bro. Gue bantu deh buat ngawasin empat kandidat itu," ujar Prabu.


"Bagus, pekerjaan gue jadi lebih ringan," ujar Darling senang.


Kemudian Darling beralih ke Fani dan Zefa si Sekretaris BEM. "Fani sama Zefa!" panggilnya.


"Ya Kak?" tanya Zefa.


Fani juga menoleh dengan tatapan bertanya.


"Gue udah kirim proposal pemilu Ketua BEM lewat emailnya Fani, nanti lo rapihin dan ajuin ke Pak Adit," perintahnya.


"Siap Kak," jawab Fani dan Zefa bebarengan.


"Bagus!" tanggap Darling tersenyum.


Fani dan Zefa sebenarnya sudah ketar-ketir disenyumin idola kampus, tetapi mereka tetap berusaha tenang sebagai profesionalisme kerja.


"Buat Kiranti sama Abdul gimana buat OSPEK adek tingkat, udah beres persiapannya kan?" tanya Darling.

__ADS_1


Kuranti dan Adit sebagai ketua kegiatan OSPEK pun menanggapi.


"Sudah Kak, tinggal jalan," jawab Abdul.


"Setengah jam lagi kita bisa kumpulin mahasiswa baru untuk upacara pembukaan. Semua yang bertugas untuk menyapa di kelas-kelas udah nyebar dari setengah jam yang lalu," tambah Kiranti.


"Bagus. Untuk para dosen udah dihubungi kan?" tanyanya lagi.


"Sudah Kak, tempat upacara juga sudah dipersiapkan," jawab Kiranti lagi.


"Oke, sekarang kita kontroling dulu lima belas menit sebelum persiapan upacara pembuakan yah," ujar Darling kemudian.


"Siap!" ujar semua anggota yang masih di ruangan itu.


•••


Waktu berlalu ketika ospek dimulai seluruh mahasiswa baru, berkumpul di lapangan untuk melakukan upacara pembukaan ospek yang diadakan oleh BEM dan dihadiri oleh beberapa dosen.


"Semuanya sudah siap?" tanya Darling lagi.


"Sudah Kak," jawab Kiranti dan Abdul.


"Sip, silahkan diatur dulu barisan adik-adik kelas, setelah itu bisa dimulai."


"Baik, Kak," jawab Kirantai.


Kiranti dan Abdul langsung menuru ke lapangan dan mengkoordinir teman-temannya untuk membantu mengatur barisan.


Kemudian, mereka memulai upacara pembukaan OSPEK. Semua adik tingkat mulai terpesona ketika melihat barisan BBM yang terlihat didominasi oleh anggota yang cantik dan tampan.


"Woah, gila itu BEM atau artis, good looking njir!"


"Astogeh iye bener, kek artis!"


"Gue ingin menjerit ria, tapi gue tahan, malu!"


"Lah itu udah njerit."


"Belum, ini baru tingkat satu dari sepuluh tingkatan suara heboh gue."


"Serah deh, najong gua."


"Hem, bodo yang penting gue happy ketemu cogan."


"Uhuy!"


"Ssssstttt!"

__ADS_1


Namun, mereka kemudian diam ketika beberapa dari BEM menegur adik tingkatnya agar tidak berisik. Lalu di barisan depan, terdapat Darling dan anggota inti BEM bersama tiga orang dosen penting yang diundang untuk mengisi ceramah.


Kemudian Darling sebagai ketua atau Presiden Mahasiswa mulai menyampaikan pidatonya kepada adik-adik tingkat.


Semua orang terkagum-kagum dengan perawakannya yang bagus dan wajahnya yang seperti aktor.


"Aaaakkkhhhhh!"


"Ya ampun Oppa!"


"Aku padamu!"


"Ganteng banget!"


Tiba-tiba semua mahasiswi jadi norak melihat ketampanan Darling yang keterlaluan itu.


"Sssstttt tenang adik-adik sekalian," ujar Darling dengan mic.


Ia terlihat ramah meski tegas, ia mengisyaratkan dengan tangan kanan naik turun agar mereka tenang.


Hal itu membuat banyak BEM yang gemas karena adik tingkat tidak bisa diam. Sementara Darling sendiri sudah biasa diperlakukan seperti artis dan seperti idol, ia tak terlalu memperdulikan itu.


Lain halnya dengan keadaan heboh itu, di barisan belakang Yuli dan beberapa teman barunyanya itu menutup telinganya.


Ketiga temannya, Inggrid, Ema dan Lia heboh sendiri bersama.


"Anjir tuh Presma ganteng banget."


"Iya gilasih, udahlah dia punya jabatan ... ganteng lagi. Pasti dia pintar ...."


"Oh ya jelas lah, kan jadi presma itu nggak gampang. Apalagi di Universitas besar kayak gini, saingannya banyak. Kudu pinter dan cermat."


"Iya bener sih, duh jadi insecure deh."


"Kayaknya gue bakalan jadi fansnya deh."


"Eh udah kali. Lo udah jadi fans-nya."


"Lu juga kan lagi mengagumi dia kan?"


"Iya juga sih, hahaha!"


Beberapa anggota BEM mulai menegur mereka lagi.


"Tuh kan dimarahin, nggak bisa diem sih," ujar Yuli.


"Kan gimana sih, orang di depan kita ada cogan gitu, gimana mau kuat?"

__ADS_1


"Hus, udah udah, nanti ditegur lagi," ujar Yuli.


"Oke deh ...."


__ADS_2