
"Mana sih ini kok gak ada BEM yang masuk, pada kemana ini?" tanya salah satu teman yuli yang ambisius, namanya Lusiana Dwi Rahayu atau biasa disapa Lusi.
"Iya nih, padahal kelas sebelah udah rame tuh," sahut Melisa Ayu atau Meli teman sefrekuensi Lusi.
"Yah biarina ja kali, bukannya bagus kalo mereka gak dateng-dateng?" ujar Ridho Alamsyah salah satu dari tujuh mahasiswa di antara 13 perempuan yang ada di kelas EB II itu.
"Biarin gimana, ini kita kosong jadinya," bantah Ginandar Maharani atau Gina yang juga satu frekuensi dengan Lusi.
"Hadeh, ribet amat sih jadi orang, nikmatin aja kali, malah enak kalau kosong haha!" ujar Feri Kusworo yang namanya tidak nyambung tetapi unik, ia satu frekuensi dengan Ridho.
"Ih, nih orang dua pada gak antusias banget sama OSPEK," protes Lusi pada kedua laki-laki yang bersikap s@antai itu.
"Ya, kalo lo merasa dirugikan, sono samperin BEM-nya, biar mereka yang bilang sama lo pada apa masalahnya," ujar Ema yang tak suka dengan keributan itu, ia juga tak suka dengan orang yang ambisius.
"Ck," decak Lusi tetapi ia juga bangkit meski tak suka diperintah.
"Udah Ma, ih, jangan ikut caampur!" tegur Inggrid.
"Iya, biarin lah mereka mau ngebacot apa," sahut LIa.
"Lagian mereka kebanyakan omong, kalau mau yah mendingan sono samperin aja, peka drama segala."
Namun, belum sempat Lusi and the genk keluar kelas, datanglah Darling dan Leon dengan satu orang anggota wanita BEM bernama Chika Wulandari.
"Hai, semua, maaf yah kami baru masuk karena ada satu dua hal yang menghambat kami," ujar Chika ceria.
Lusi dan genknya buru-buru duduk di bangkunya masing-masing dan ikut memperhatikan para anggota BEM yang ada.
"Gila, kita dapet rejeki, akhirnya tuh Kak Ling-ling masuk sini," ujar Inggrid kesemsem.
"Iya, anjirlah, gue tersapu jadinya," sahut Lia.
"Tersipu, dasar!" tegur Ema tak suka.
"Dih, sirik, sesama fans harus solid," balas Lia.
Lain halnya dengan Yuli yang sepertinya anteng-anteng saja mendengarkan Chika dan teman-temannya bicara sendiri-sendiri.
"Selamat siang semuanya, perkenalkan nama Kakak Chika Wulandari yang akan mendampingi kalian dari hari ini hingga dua hari ke depan," ujarnya.
"Selamat Siang Kak Chika," sambut seluruh kelas terutama mahasiswa yang semangat mendapati Kakak Tingkat yang cantik berada di kelas mereka.
"Ada yang ditanyain dulu gak nih, tentang Kak Chika?"
"Imut yah kek cewek-cewek Jepang," ujar Inggrid.
"Haha, iya," ujar Lia.
"Kakak kayak cewek Jepang, apa ada keturunan Jepang?" tanya Liam.
"Haha, kok kamu tau, Cenayang ya?"
__ADS_1
"Eh, beneran Kak?" tanya Ridho si cowok rese.
"Iya, Ayah saya oranng Jepang."
"Wuih, keren, bisa basa Jepang dong Kak," ujar Liam antusias.
"Awa, ada Wibu!" ledek Lusi.
"Apa sih lu dasar flat," ujar Liam tak terima.
Lusi hanya mendengus dan membuang muka. Sebenarnya banyak yang tak memperhatikan perkenalan Chika sebab mereka fokus pada kedua pemuda tampan di belakang Chika yang dengan kalem berdiri tanpa merngatakan apapun.
Sementara itu Leo dan Darling mulai melihat situasi yang awalnya mereka abaikan, lalu mereka langsung maju untuk mempersingkat waktu perkenalan.
Chika yang peka langsung mempersilahkan kedua pria tampan itu untuk meperkenalkan diri.
"Baiklah, kini giliran Kak Presma dan Kakak Leo untuk memperkenalkan diri, silahkan Kak."
Darling maju terlebih dahulu, ia menyapa dengan senyum yang membuat ikan-ikan pada mabok, alias para cewek klepek-klepek. Padahal itu baru senyuman, belum juga digombalin, bisa gila mereka.
"Perkenalkan adik-adik sekalian, nama saya Ling Darl atau biasa dipanggil Darling," ujarnya formal.
"Hai, Kak Darling," ujar mereka kompak.
Para mahasiswa laki-laki mulai gerah dengan tingkah sok cantik para fans Darling itu.
"Boleh gak dipanggil Sayang, aja?" tanya Inggrid tiba-tiba keceplosan.
"Huuuuuuu!"
"Modus, woy!"
"Genit!"
"Iri bilang Boss!" balas inggrid tak perduli.
"Oke, tenang-tenang," ujar Darling, "kan adik itu hanya bertanya, namanya siapa?" tanyanya ramah.
Inggris mencubit lengan Yuli yang ada di sampingnya, "Anjirlah suaranya seksi," bisiknya.
"Hiiii, ngapain sih?" gumam Yuli kesal.
"Namanya Inggrid Kak," ujar Lia membantu menjawab.
Pasalnya Inggrid sibuk ngebucin di belakang dengan menguwel-uwel Yuli yang pendiam itu. Nasib satu bangku dengan orang yang lagi bucin, babak belur kalian.
"Oke, Inggrid, meskipun nama saya Darling tapi saya tidak suka dipanggil Sayang, nanti ada yang cemburu."
"Yaaaaah!"
Semua fans mulai kecewa, hal itu membuat para mahasiswa, Chika dan Leo mulai tertawa senang melihat itu.
__ADS_1
"Baiklah, ada yang ingin ditanyakan lagi?" tanya Darling lagi merasa puas.
"kakak mau cari selingkuhan gak?" ceplos Kinan si orang yang suka konser di kelas bahkan saat mereka baru masuk.
Darling menggeleng-geleng, "Mohon maaf Dik, saya orang yang setia dan tidak suka mendua"
"Aw, so sweet," ujar Chika memanasi.
"Baiklah, sudah perkenalannya dengan saya, terakhir Kak Leo, silahkan.
Leo mengangguk dan maju, "Hallo semua, perkenalkan saya Leonardo Pamungkas. Kalian bisa memanggil saya Kak Leo."
"Hallo, Kak Leo."
"Kak Leo juga ganteng, woy," ujar Inggrid masih heboh.
"Iya, dong keknya BEM isinya cogan dan cecan," ujar Lia.
"Dih udik sekale mereka berdua," gumam Ema
"Duh, Ema yang manis, kau diam saja dan dnikmati duniamu yang membosankan itu," ujar Inggrid meledek.
"Ihhh, sialan!" umpat Ema menggeram.
Yuli hanya diam saja melihat ketiga temannya ribut, meskipun pusing ia membiarkan mereka.
"Ada yang ingin ditanyakan pada Kak Leo?"
"Kakak udah ada pacar?" tanya Kinan beraksi.
"Enggak ada tapi gak lagi buka lowongan," jawab Leo membuat penonton kecewa.
"Hahahaha mampus lo ditolak!" ejek Ridho.
"Sialan lo beruk!"
"Gak apa Beruk gini, kalau Neng Kinan mau, ayoklah kita taken," ujar Ridho tertawa lagi.
"Amit-amit!"
Begitulah suasana yang pernuh keributan, hingga berakhir dengan dilanjutkan kegiatan lain dimana mereka diperkenalkan setiap tempat di kampus dengan video jadi mereka tak perlu sibuk untuk mengeceknya satu-satu seperti kegiatan OSPEK pada umumnya.
Tentu saja mereka memanfaatkan teknologi untuk menjadikan kegiatan lebih efisien dan tidak memakan banyak waktu.
"Kalian bisa kunjungi tempatnya sendiri-sendiri kalau belum puas lewat simulasi ini," ujar Darling.
"Siap, Kak."
"Ada pertanyaan lagi gak?" tanya Darling.
"Belum ada Kak," ujar salah satu dari mereka mewakili.
__ADS_1
"Baiklah kalau tidak ada, kita akhiri kegiatan pada siang hari ini, semoga apa yang kami sampaikan bermanfaat. Jika ada salah kata kami mohon maaf, dan terima kasih sudah ikut berpartisipasi dalam kegiatan ini semoga kalian menikmatinya. Selamat siang, semua," ujarnya kemudian pami bersama kedua BEM lain.
"Siang Kak, terima kasih."