Chasing My Soulmate

Chasing My Soulmate
Nonton Film


__ADS_3

"Sudah pak, saya turun di sini saja." suruh Nadia saat sudah sampai di depan kampus nya.


"Baik non...." setelah Nadia turun pak joni melajukan mobilnya meninggal Nadia.


Nadia celingak celinguk mencari keberadaan para bodyguard yang biasa nya sudah sampai duluan di depan kampus.


"Nadia sini......" panggil selvi yang menyelinap di balik pos sekuriti.


Tanpa ragu Nadia mengikuti selvi dengan penuh tanda tanya.


"Ngapain di situ?"


"Nunggu elo lah bodoh, mumpung tidak ada pengawal mu di sini."


"Dari tadi datang?"


"Sstttt..... pelan dikit ngomong nya."


Nadia langsung membungkam mulut nya.


"Elo dari tadi di sini?" bisik Nadia.


"Iya, ayok lah dea sudah menunggu di sana." dengan langkah mengendap-endap Nadia dan Selvi menyusul dea yang sudah menunggu nya.


Dan benar saja ternyata para bodyguard itu tidak melihat keberadaan Nadia karena baru datang.


"Bagaimana bos? kita tidak melihat nya, apakah sudah sampai atau belum?" tanya salah satu bodyguard itu.


"Nggak tahu, itu karena kamu tadi pakai acara sakit perut."


"Maaf bos......"


"Kita tunggu 15 menit siapa tahu belum datang."


Setelah 15 menit tidak ada tanda tanda Nadia dan mereka mengira kalau Nadia tidak masuk kuliah.


"Sudah 15 menit bos mungkin nona Nadia tidak masuk kuliah."


"Bisa jadi tapi saya merasa ada yang janggal."


"Ya sudah kita masuk ke kampus ini dan mencari di sekeliling tempat ini.


"Ya, dari pada kita di pecat jika ada masalah."


Akhirnya mereka berdua memutuskan masuk kedalam kampus untuk memastikan keberadaan Nadia karena jika ada apa-apa nyawa mereka taruhan nya apalagi bayaran mereka terbilang tinggi yang di berikan oleh tuan Harvey.


Sementara para bodyguard pusing keliling kampus. Dea, Nadia dan Selvi sedang tertawa bahagia saat menceritakan aksi mereka mengelabui para herder papi nya Nadia di kelas yang belum banyak mahasiswa datang. Mereka bertiga menamai herder untuk para bodyguard karena kerjanya membuntuti Nadia dan mengawasi yang tentu nya sebagai pesuruh dari keluarga candrama.


"Hahaha..... koq elo tahu sih kalau gw datang sebelum para herder itu?" tanya Nadia penasaran.


"Ya iya lah gw gitu loh." seru Selvi dengan bangga nya.


"Maka nya pagi pagi tuh anak sudah sibuk suruh gw datang cepat, ternyata.....????" sahut Dea.


"Tau nggak Nad? tiap hari gw perhatiin kalau bodyguard elo itu datang sebelum elo sampai di sini. Maka nya gue kerjain salah satu bodyguard itu, gw kasih kopi yang sudah dikasih obat sakit perut. Hanya butuh 10 menit bodyguard yang minum kopi pemberian gw tadi merasakan sakit perut jadi nya mereka pergi karena temannya pengen berak kali." jelas Selvi kemudian mereka tertawa bersama mendengar cerita konyol Selvi.


"Pastilah mereka cari toilet umum di sekitar kampus." tambah Dea.


Nadia yang awalnya ikut tertawa kemudian pudar menjadi melo.


"Thanks ya gaes, kalian memang sahabat yang ngertiin gw." gumam Nadia.


"Aaa.... gw jadi pengen mewek." celoteh Dea.


"Ihh Nadia cayang kami akan selalu ada buat elo."


"Thanks ya gaes...." mereka bertiga berpelukan seperti teletubies, untung nya baru beberapa mahasiswa yang datang di kelas itu tapi ada juga yang ilfil melihat tingkah laku mereka bertiga karena mereka terbilang orang kayah dan orang tua mereka berkuasa, tapi lebih tepat nya orang tua Nadia yang paling berpengaruh dan di segani.


"Sudah lah, nggak usah sedih deh lo. Gimana kalau sepulang kuliah nanti kita nonton film yang sedang viral itu loh?" ajak Dea.

__ADS_1


"Ah serius loh! bukan nya itu film horor." celetuk Selvi.


"Iya, tapi kata para neti (Netizen maksudnya) film nya seru loh pemandangan nya keren di pelosok desa gitu loh. Tapi kalau nggak mau film horor ada juga film nggak kalah seru dan viral, doctor stranger kalau nggak salah." jelas Dea.


"Ah elo gimana sih sebagai neti sejati, jadi mana yang mau kita tonton?"


"Ya udah kita nonton KKN itu. Itung itung kita bisa ambil hikmah nya sebelum kita terjun beneran saat kita KKN nanti." ucap dea kesal.


"Ya udah kita tonton semua nya kalau begitu." seru Nadia.


"Ah iya lupa, kalau di sini ada bos pasti bisa semuanya." canda Dea.


Saat obrolan mereka mengenai film tak terasa sudah pada datang hingga dosen yang mengajar mereka sudah di depan pintu.


"Ah memang menyebalkan pak Danu pasti kasih kita tugas tiap tatap muka di kelas." keluh Dea setelah selesai mata kuliah pak Danu.


"Memang.....nggak suka kayak nya lihat mahasiswa nya santai." sahut Selvi.


"Santai aja kali kan nggak harus besok dikumpulkan." ujar Nadia.


"Betul juga lo Nad, ngapain kita pusing ye kan???" seru Selvi.


"Kantin nggak nih?" tanya Dea yang menjawab Selvi dengan menaikan kedua bahunya.


"Kalian kalau mau ke kantin pergi aja deh, gw tunggu di sini." suruh Nadia.


"Kita nggak pergi kalau elo nggak ikut." jawab Dea.


"Tapi gw lapar bego!" ucap Selvi.


"Nggak papa kalian ke kantin aja, gue di sini saja. Nih pakai ini...." suruh Nadia sambil menyerah kan satu lembar uang merah.


"Nggak perlu Nad, kita juga ada jatah uang jajan, itu simpan aja dulu nanti sepulang kuliah kita akan menghabiskan uang jajan lo yang tak terhitung itu." kata Selvi karena tahu dari SMP mereka berteman baik dengan Nadia selalu ditraktir hingga puas yang pada akhirnya harus di cari bodyguard karena menghilang sepulang sekolah di kira di culik.


"Ya Nad, gw sepemikiran dengan Selvi." sahut Dea.


"I'ts okay babby." Nadia kembali menyimpan uang nya.


"Okay aku setuju......"


Mereka langsung menuju mall tapi sebelum nya saat akan keluar menuju parkiran tiba-tiba kedua bodyguard itu seliweran dekat parkiran. Beruntung nya Dea membawa jaket jadi Nadia yang memakai nya untuk penyamaran hingga naik ke dalam mobil Selvi.


"Kita makan dulu gaes sebelum nonton." ajak Dea.


"Iya Nad mumpung masih ada waktu."


"Okay let's go babby." jawab Nadia kemudian mereka masuk ke restoran cepat saji untuk segera memesan makanan.


Saat di dalam bioskop Nadia kurang fokus melihat filmnya karena pikiran Nadia tidak fokus hingga film itu selesai.


"Wah gila!! keren film nya, iya nggak nad?" selvi terlihat senang setelah keluar dari bioskop.


"Ah iya bagus......" jawab Nadia asal.


"Masa sih menurut gw B aja tuh." sahut dea.


Nadia terlihat panik saat melihat ponselnya ada banyak panggilan telepon dari pak joni.


"Ah sudah lah soal film tadi, kita mau ngapain lagi nih mumpung kita di sini?" tanya selvi.


"Kita lanjut nonton film yang lain atau shoping aja?" usul dea.


"Sorry gaes, gw harus pulang soalnya pak joni berkali-kali nelpon gw." ujar Nadia.


"Hah terus gimana nad?" tanya selvi.


"Gw mau telpon pak joni dulu." kemudian Nadia langsung mengubungi pak joni.


^^^"Halo? "^^^

__ADS_1


^^^"Pak joni dimana sekarang?"^^^


^^^"Eh non Nadia, dimana non? saya nunggu di depan kampus non Nadia koq belum keluar sampai sore."^^^


^^^"Pak joni masih di depan kampus ya pak?"^^^


^^^"Iya non.... "^^^


^^^"Oke lah tunggu saya kesitu ya pak! jangan pergi dulu."^^^


^^^"Baik non."^^^


Nadia bernapas lega setelah menutup ponselnya.


"Gimana nad?" tanya dea.


"Pak joni nungguin gw di depan kampus."


"Ya udah kalau gitu kita cabut." ajak selvi.


"Oke lain kali kita nonton lagi dan shoping nya." ujar dea.


Mereka sepakat untuk pulang saja karena jika meneruskan nonton film lagi dan shoping takutnya pulang malam kasihan sama Nadia.


Dengan keahlian menyetir Selvi yang sudah ahli tak berapa lama sudah sampai di depan kampus.


"Gaes gw turun ya, kalian pulang saja!" pamit Nadia.


"Elo nggak papa nanti?" tanya dea khawatir.


"Sure, thank ya gaes." Nadia turun dari mobil selvi dan menghampiri pak joni yang menunggu didepan.


"Pak....." panggil Nadia menghampiri pak joni yang sedang ngobrol dengan pak security kampus.


"Loh koq non Nadia dari arah sana! bukan dari dalam?" tanya pak joni.


"Maaf pak, tadi Nadia ikut temen beli buku dulu jadi lupa ngabari pak joni."


"Oh..... ya sudah kita pulang ya non, sudah sore."


"Orang orang itu mana ya pak?"


"Siapa non?"


"Yang sering ngawasin saya pak!"


"Oh para pengawal itu. Sudah pulang non karena mengira non ada kuliah tambahan jadi saya yang ganti nunggu non Nadia disini."


"Ohh gitu ya pak, terimakasih."


"Sama sama non."


Pak joni mengendarai mobil dengan tenang tidak terburu-buru.


"Oh ya non, nyonya dah berangkat ke paris sebelum saya jemput non Nadia tadi."


"Iya pak, papi sudah pulang pak joni?"


"Belum ada kabar non untuk penjemputan ke bandara."


Nadia terdiam beginilah hidup yang di jalani. Nadia tertidur dalam perjalanan hingga sampai di rumah.


"Non Nadia! sudah sampai." panggil pak joni dari depan.


"Maaf non sudah sampai."


Suara pak joni akhirnya membuat Nadia terbangun.


"Ah iya, terimakasih ya pak." Nadia keluar dari mobil antara setengah sadar karena ketiduran.

__ADS_1


Dengan langkah gontai Nadia melangkah menuju kamar nya dan langsung merebahkan tubuh nya dia atas kasur hingga tertidur tanpa berganti baju atau mandi dulu karena jika dia terbangun hanya dirinya di rumah itu tanpa kedua orang tuanya.


__ADS_2