Chasing My Soulmate

Chasing My Soulmate
Hampir Ternodai


__ADS_3

Nadia menuruni tangga dengan pakaian rapi tak lupa tas nya. Pagi hari terlihat sunyi, Nadia merasa malas untuk sarapan sendirian.


"Sarapan nya sudah siap non." sapa mermaid yang biasa melayani saat sarapan pagi.


"Terimakasih bi."


Nadia hanya meminum susu yang ada di meja makan hingga habis kemudian berangkat kuliah. Nadia melihat pak joni yang sudah menunggu di depan.


"Sudah mau berangkat non." tanya pak joni.


"Iya pak kita berangkat sekarang." ajak nya.


"Baik non..."


Pak joni melajukan mobil nya melewati pintu pagar yang menjulang tinggi saat dua sekuriti membuka pintu nya.


Terlihat dua bodyguard ikut mengiringi mobil pak joni. Sampai didepan kampus Nadia turun dan langsung masuk kedalam tanpa menghiraukan keberadaan para bodyguard.


Nadia mencari kedua temannya yang tidak nampak batang hidung nya.


"Kemana sih mereka? tumben belum datang?" gumam Nadia.


Nadia memilih menunggu teman nya di kelas namun tak ada tanda kedatangan mereka.


Nadia mencoba mengirim pesan untuk mereka sebelum kelas dimulai.


Group Keceehh


Nadia: Woi pada kemana anjrit? koq belum pada datang sih!


Selvi: Sorry gaes, gw ga masuk baru bangun, kebayang film kemaren jadi malam ga bisa tidur.


Dea: Gw lg otw,......alasan aja loh sel.


Nadia: Dea buruan ke sini dan lumutan gue nunggu kalian.


Dea: Sabar Nadia kuhh.


Selvi: info kalau ada tugas?


Dea: Ogah!!!


Selvi: Jahat!!! Nadia please.....


Nadia: Oke....


Beberapa menit kemudian Dea sudah sampai dikelas bersama Nadia dan mengikuti mata kuliah pagi hingga selesai, namun ada pemberitahuan jika dosen selanjutnya yang akan mengajar mereka di mata kuliah ekonomi berhalangan hadir membuat mereka senang.


"Kamu mau kemana de?" tanya Nadia.


"Mungkin pulang." jawab Dea.


"Gw nebeng elo ya sampai di halte simpang sana."


"Mau kemana nad?"


"Gw mau jalan De."


"Trus bodyguard elo gimana?"


"Nanti waktu pulang jam kuliah gw kesini lagi."


"Oh.... gue ngerti elo mau cabut trus balik lagi ke sini biar bodyguard elo nggak curiga dan nggak ngadu bokap lo.


"Yes, you are smart."


"Okay......


Benar saja seperti sebelumnya Nadia memakai jaket Dea dan ikut ke mobil nya kemudian meninggal kan kampus. Terlihat para bodyguard itu sedang duduk di dekat pos sekuriti.

__ADS_1


"Gila! berasa buronan lo."


"Begini lah nasib gw."


"Hmm.....elo mau kemana sih?"


"Gw mau cari angin, bosan di rumah."


"Gue temani...


"Nggak perlu kalau elo mau pulang!.....pulang aja ga papa."


"Iya deh! lagian gw ga bisa juga sih temani lo, soalnya nyokap lagi sakit. Oke babby have fun....." Dea menghentikan mobilnya sesuai permintaan Nadia.


"Thanks De...


"Hati hati nad, jangan lupa hubungi gw kalau perlu bantuan."


Nadia hanya mengacungkan jempol tangan kanan nya dan melepas jaket Dea.


"Biar di sini aja jaket lo, guna banget buat gw."


"Oke bye......


Dea menunggu Nadia sampai mendapatkan taksi setelah itu Dea kembali melajukan mobilnya dan meninggal kan Nadia. Nadia bingung mau kemana asal jangan pulang ke rumah akhirnya memutuskan pergi ke Library Cafe di daerah xx yang menyediakan nuansa cafe dan perpustakaan.


Kenyamanan dan keasyikan nya di cafe library membuat nya lupa waktu hingga jam menunjukkan sudah pukul 5 sore.


"Hah jam 5 sore!." Nadia panik karena ternyata selama itu di tempat ini.


Nadia bergegas pulang karena pak joni pasti dah kebingungan mencari dirinya dan takut nya para bodyguard itu akan' mengadu dengan papi nya.


Nadia menyusuri trotoar untuk mencari halte terdekat karena memutuskan pulang naik bis.


Nadia melangkah kan kaki nya menuju ke halte bus namun saat jalan kaki melangkah ada 2 pria yang tiba-tiba mengikuti langkah nya.


Nadia merasa takut karena dua orang itu terlihat seram dan menakutkan.


Napas Nadia seakan mau habis karena lari tadi di tambah ketakutan.


"Di sini ternyata kamu neng."


"Wah gila mulus kali bos pasti bukan orang biasa nih. apalagi yang di pakai terlihat silau di mata ku pasti semua barang mahal tuh bos."


Tubuh Nadia semakin gemetaran melihat dua orang itu sudah di hadapan nya.


"Mau apa kalian? kalau mau uang aku berikan tapi tolong biarkan saya pergi."


"Wah banyak duit ternyata bos mau kasih uang kita. Sayang nya kita nggak butuh uang aja."


"Tolong lepas tangan kalian." teriak Nadia saat salah satu preman itu ingin menyentuh pipinya.


"Hahaha bener bener barang bagus cok boleh kita coba nih." kata pria yang dipanggil bos mencekal tangan Nadia.


"Tolong..... tolong....." teriak Nadia sekuat tenaga mencoba melepaskan tangan pria itu dan menangis ketakutan.


"Teriak lah kawan karena tak akan ada yang datang menolong mu." ujar salah satu Pria itu yang sudah bernafsu melihat kecantikan Nadia.


"Tolong jangan ganggu saya."


"Sudah bos kelamaan banget, kita seret dia ke markas untuk bersenang senang."


Mendengar nya Nadia semakin ketakutan bahkan tubuh nya hampir mau roboh karena dua orang itu menarik paksa Nadia.


Jika aku mati tolong temukan jasad ku namun jika masih ditakdirkan untuk hidup maka berikanlah pertolongan padaku. kata kata penuh doa yang terucap dalam hati.


"Tolong..... Tolong....." Nadia berteriak meminta pertolongan orang yang lewat.


"Lepaskan wanita itu!! dasar cemen loh berani nya sama cewek." seru seorang pria yang entah dari mana datang nya menghampiri preman itu yang sedang menarik paksa Nadia.

__ADS_1


"Bangsat...jangan sok jadi pahlawan lo!" maki salah satu preman yang terlihat bongsor yang tiba-tiba melepas cekalan tangan nya membuat tubuh Nadia ambruk.


"Bos seperti nya dia mau cari masalah sama kita?" kata preman yang berbadan kurus.


"Udah kita sikat aja bos kelamaan."


Para preman tidak mempedulikan keberadaan Nadia, memilih memberi pelajaran pada pria yang mencoba menghalangi kesenangan mereka.


Dalam sekejap kedua preman itu sudah di buat babak belur sama pria tadi hingga tergeletak di tanah.


Nadia terlihat gemetaran dan menangis ketakutan.


"Kamu sudah aman." tanya pria tadi namun Nadia masih nangis dan gemetaran.


Pria tadi mengangkat tubuh Nadia untuk membantu nya berdiri dan membawa ke tempat duduk di bangku yang ada di dekat tempat itu. Perbuatan preman tadi membuat baju Nadia ada yang sobek di bagian lengannya, untung nya Nadia memakai celana jeans.


"Kamu pakai jaket ini biar tidak kelihatan yang robek itu." pria itu melepas dan memakai kan jaketnya ke Nadia yang terlihat agak kebesaran.


"Oh ya tunggu sebentar." Pria itu pergi kemudian datang lagi dengan membawa botol air mineral.


"Minum ini, biar kamu lebih tenang."


Nadia menerima botol air mineral yang di berikan pria baik tadi setelah di buka tutup dan meminum nya. Perasaan Nadia menjadi tenang setelah itu, dan berpikir diri nya masih beruntung ada yang menolongnya.


"Terima kasih." dua kata yang meluncur di bibir Nadia.


"Biar ku panggil kan taksi dulu."


Beberapa saat ada mobil taksi berhenti di depan halte.


"Lain kali hati hati kalau lewat di sini apalagi seorang diri."


"Pak..... minta tolong antar teman saya sampai di tempat nya." kata pria itu kepada sopir taksi.


Nadia masuk kedalam taksi tanpa melepas jaket pria itu.


"Jaket itu untuk mu saja nggak perlu dikembalikan." ucap pria baik tadi dengan tersenyum saat melihat Nadia ingin melepas jaket nya toh nggak mungkin ketemu lagi. pikir nya walaupun itu jaket kesayangan nya.


"Sudah siap pak, jalan!!!" seru pria baik tadi, sopir tadi hanya menurut dan melajukan mobilnya.


Dari kaca spion taksi Nadia melihat pria yang sudah menolongnya tadi pergi meninggalkan halte dengan sepeda motor yang tak jauh dari halte. Nadia menyesal atas tindakan nya tadi hanya ingin menghibur diri malah mendapatkan musibah, untung nya ada pria baik yang menolong dirinya kalau tidak! mungkin hidupnya sudah hancur oleh para preman itu.


Nadia masih gemetaran jika teringat kejadian tadi, jadi teringat alasan papi nya untuk selalu di awasi dengan bodyguard demi keselamatannya.


"Tujuan nya kemana neng?" tanya sopir taksi.


"Ke Perumahan Newton." jawab Nadia.


Pak sopir hanya mengangguk saja saat nadia menyebutkan alamat yang dituju karena tidak sulit untuk mencari daerah itu. Perumahan elite yang tidak sembarang orang bisa tinggal di tempat itu. Nadia memilih langsung pulang ke rumah dan masa bodoh dengan para bodyguard itu yang pasti nya bakal kesusahan mencari dirinya.


'Ini pak.....Terimakasih." kata Nadia dengan menyerah kan 3 lembar uang merah untuk membayar taksi.


"Ini mah, kebanyakan atuh neng??"


"Simpan buat bapak, terimakasih."


Nadia masuk ke rumah dengan langkah gontai menuju kamar namun baru akan menaiki tangga suara tuan Harvey memanggilnya.


"Nadiaaa!!........dari mana saja kamu? jam segini baru pulang?"


Nadia menoleh kearah suara ternyata papi nya sudah pulang pasti akan memarahi dirinya karena pulang malam.


"Dari rumah teman pi, buat tugas kuliah bareng." bohong nya.


"Ya sudah, lain kali kalau pulang telpon joni."


"Iya pi." jawab nya lega karena tidak dicecar pertanyaan oleh papi nya.


Nadia mengguyur tubuh nya dengan air shower biar lebih segar. keluar dari kamar mandi Nadia memperhatikan jaket itu.

__ADS_1


"Terima kasih sudah menolong ku. " ucap Nadia lirih kemudian menaruhnya di tempat baju kotor.


Nadia membuka ponselnya dan memilih mendengar kan musik yang menjadi kesukaan nya selain chat dengan teman teman nya hingga tertidur.


__ADS_2