Chasing My Soulmate

Chasing My Soulmate
Kasih Sayang Orang Tua


__ADS_3

Hujan tiba-tiba turun menjelang malam membuat Tristan yang mengendarai motor matic nya menjadi basah kuyup karena kehujanan tanpa memakai jas hujan. Tristan membelokkan motornya di sebuah ruko yang sudah tutup untuk berteduh karena kaos yang dipakai nya sebagian basah kuyup membuat nya kedinginan.


Tristan tidak sendiri di ruko itu, ada sepasang pria dan wanita yang juga berteduh.


Ekor mata Tristan melirik pasangan itu terlihat saling menghangatkan dengan berpelukan. Tristan mengusap kedua lengan nya bergantian karena kedinginan. Setelah hujan tidak terlalu lebat, Tristan memaksa kan diri untuk mengendarai motor nya ditengah hujan karena takut ibunya khawatir.


"Tristan.....kamu nggak ingin ngelamar kerja di perusahaan besar?" tanya Hana, wanita paruh baya namun masih kelihatan cantik yang tak lain adalah ibunya Tristan.


"Nanti saja bun, Tristan masih betah kerja di tempat mas Rafi." jawab Tristan sambil menggosok rambut nya dengan handuk.


"Bunda ingin kamu kerja ditempat yang lebih baik untuk masa depan kamu Tristan."


Tristan berpindah tempat duduk di sebelah hana dan langsung merangkul bahu nya.


"Kerja itu bukan hanya di tempat yang besar atau kecil bunda, tapi kenyamanan dan lingkungan yang baik juga. Nanti jika Tristan sudah berkeluarga, Tristan yang akan mencari nafkah bukan istri ku, seperti ayah tidak ingin bunda kerja."


"Bunda tahu! tapi bunda kadang khawatir."


"Jangan khawatir bunda! Tristan akan melamar kerja suatu saat tapi Tristan masih ingin kerja di bengkel karena mas rafi banyak membantu ku, bunda."


Lulusan arsitek dengan nilai memuaskan bahkan mendapat beasiswa namun Tristan lebih memilih kerja di bengkel. Semenjak ayahnya meninggal, Tristan menjadi tulang punggung keluarga meskipun uang pensiun ayah nya sebagai tentara tiap bulan diterima.


"Bukan nya pagi kamu pergi pakai jaket?"


"Ah itu.....soal jaket.....????." Tristan tampak berpikir karena bingung mengatakannya. "Saat pulang Tristan menolong orang kecelakaan di jalan bun, jadi jaket nya kuberikan kepada orang itu untuk menutupi luka nya."


"Ohh.....ya sudah. Eh! bukan nya itu jaket kesayangan mu?" Tanya Hana karena setahu nya jaket itu kesayangan Tristan dari ayah nya waktu itu.


"Ngga papa bun, ayah pasti tahu." jawab Tristan sambil nyengir.


"Iya deh......." Hana pasrah karena sifat Tristan yang suka menolong mirip dengan ayahnya bahkan hidung mancung Tristan nurun dari ayahnya.


"Makan dulu! bunda masak kesukaan mu."


"Iya bun sebentar lagi. Bunda sudah makan?"


"Sudah.... bunda mau istirahat."


Hana pergi ke kamar nya untuk istirahat, melihat Tristan sudah pulang membuat nya tenang karena Tristan anak satu satunya.


Tristan begitu menyayangi ibunya karena satu satunya keluarga yang dimiliki karena Tristan anak tunggal.


Tristan kembali ke kamar nya karena belum mengantuk Tristan bermain gitar karena hobi nya terkadang ada job di cafe bersama teman band nya namun itu hanya buat sampingan saja.

__ADS_1


Tristan meraih gitar yang ada di sebelah nakas tempat tidur kemudian memainkan nya.


Petikan gitar yang dimainkan Tristan dengan lagu bidadari tak bersayap, dengan lirih Tristan sambil bernyanyi karena takut mengganggu tidur ibunya karena kamar Tristan tidak kedap suara meskipun kamar Tristan di lantai 2


Saat menyanyikan lagu itu tiba-tiba Tristan teringat cewek yang ditolong nya tadi sore.


"Ah kenapa aku jadi kepikiran cewek tadi." gerutunya dan menghentikan main gitar nya.


Tristan tidak memungkiri jika cewek yang ditolong nya memang cantik seperti bidadari.


Akhirnya Tristan menghentikan main gitar dan memilih tidur.


___________


Di lain tempat, nadia masih betah rebahan di kamar nya hingga melewatkan makan malam. Saat ingin menelepon kakak nya nomor sedang tidak bisa dihubungi.


Pukul 9 malam Nadia merasakan perut nya lapar dan turun ke lantai bawah ingin mencari cemilan di dapur. Langkah nadia terhenti saat melihat tiga asisten rumah tangga berbaris menunggu di dekat tangga begitu juga para asisten rumah tangga itu saat melihat nadia keluar dari kamar nya karena harus melayani anak majikan nya.


"Non nadia bisa kami bantu?" tanya salah satu asisten itu.


"Enggak bi! saya mau cari cemilan di dapur saja." jawab nadia melewati ketiga asisten itu dan pergi ke dapur.


Nadia mengambil beberapa keripik kentang dan susu yogurt strawberry, kemudian duduk di meja makan. Mata nadia melirik di atas meja makan ada beberapa lauk yang masih tertata di atas meja.


"Iya non tidak sempat makan malam seperti nya ada urusan penting, soalnya tadi pak juki yang mengantar beliau."


Nadia hanya manggut-manggut saja tapi ada rasa kesal. Kenapa? tidak memberitahu dia jika akan keluar, toh! baru pulang seakan nadia bukan anak nya.


"Non nadia kalau mau makan biar bibi hangat kan lagi makanan nya?"


"Tak perlu bi, makan ini aja. Ya di meja simpan aja." jawab Nadia di sela makan nya.


"Bibi kalau mau istirahat? istirahat saja semuanya, saya ga papa disini sendiri." suruh nya yang di ikuti semua asisten rumah tangga itu.


Nadia masih duduk di ruang makan kemudian membuka ponselnya sambil makan cemilan.


Group keceeh


Nadia: Sudah pada tidur woyy????


Dea: Lagi nonton oppa cuy.....


Selvi: Eh ada tuan putri????

__ADS_1


Nadia: Selvi resek, Nyokap gimana de?


Dea: Sudah mendingan Nad, habis diinfus sam minum obat.


Selvi: Elo nggak sekalian minum obat juga de! biar tambah waras hhhh....


Nadia: Hahaha......


Dea: Sialan lo selvi, anjriit lo. Kalau gw jd zombie dan elo yang gw gigit paling pertama.


Selvi: Kalau yang jadi zombie elo mending kabur deh cari zombie yang tampan kaya oppa.


Nadia: Stress.....


Dea: Mang stress tuh selvi bukan nya takut ada Zombie, ini! malah nyari wkwkwk....


Selvi: Biarin wleee......


Dea: Eh nad, lo nggak papa tumben chat kami?


Nadia: Gw bete! ortu nggak di rumah.


Selvi: Eh gaes.... besok kalau ada jam kosong kita nongkrong yuk!


Dea: Nadia gimana sel??


Selvi: Kalau bodyguard elo mau ngintil? suruh aja ikut tapi jauh aja ngawasinnya.


Dea: Ah bener juga....ntar lama lama bosen juga tuh herder lihat apa yang kita lakuin.


Nadia: Boleh tuh, Okay bye all.....


Nadia terhibur meskipun hanya chat dari teman teman nya dan kembali menelepon kakak nya tapi masih saja tidak bisa terhubung.


"Tumben kak maida HP nya nggak aktif." gumam nya karena Nadia ingin ngobrol atau sekedar curhat sebagai adik yang bawel menurut Maida. Terdengar notifikasi pesan dari ponselnya ternyata dari mami Clarisa.


^^^Nadia sayang, mami tidak bisa pulang hari ini karena cuaca tidak mendukung mungkin mami besok berangkat dari paris. Kalau ada yang diinginkan Nadia kabari mami, Oke. ^^^


"Hah.....'' Nadia menghembuskan nafas kasarnya.


"Semudah itu mereka demi pekerjaan tak mempedulikan anaknya." gerutu Nadia.


Nadia membuang sisa keripik dan menghabiskan susu nya kemudian kembali ke kamar.

__ADS_1


Di tarik selimut tebal yang terlipat di atas kasur kemudian Nadia merebahkan tubuh nya memilih tidur tak lupa mematikan lampu hanya lampu di nakas yang menyala.


__ADS_2