Chasing My Soulmate

Chasing My Soulmate
Hangout Bareng


__ADS_3

Pagi hari di meja makan tuan Harvey sedang menikmati kopi sebelum berangkat ke kantor. Nadia ikut bergabung ke meja makan untuk sarapan sebelum ke kampus.


"Selamat pagi pi......" sapa Nadia mendarat kan bokongnya di kursi makan.


"Papi mendapat laporan jika kamu selalu menghindar dari pengawal." kata tuan Harvey.


Brengsek, ngadu juga ke papi. batin Nadia.


"Maaf pi, Nadia tidak bermaksud seperti itu karena kemaren ada tugas mendadak."


"Oke lain kali papi tidak mau dengar hal itu."


"Tapi pi.....sampai kapan Nadia bersama bodyguard papi itu?"


Tuan Harvey terdiam sejenak.


"Papi belum tahu karena diluar sana banyak musuh papi dalam persaingan bisnis."


Nadia jadi terdiam mendengar jawaban dari tuan Harvey.


"Papi harap kamu tidak berbuat kesalahan sekalipun pergi ke rumah teman, kasih tahu pada mereka." ucap tuan Harvey dengan menekan kata mereka yaitu para bodyguard nya.


''Iya pi....." jawab Nadia nurut meskipun anak orang kaya tapi Nadia bukan tipe anak manja.


Tuan Harvey selesai sarapan dan beranjak untuk pergi ke kantor.


"Papi berangkat dulu kamu hati hati, jangan lupa pesan pagi. Mungkin mami kamu hari ini pulang." pamit tuan Harvey sambil mencium kening Nadia sebelum pergi.


Nadia bingung, kasih sayang orang tua itu seperti apa? apa dikasih hidup mewah dan pengawasan itu sudah cukup tapi tidak untuk yang lain nya bisa bermanja-manja dan bercerita layak nya hubungan anak dengan orang tua.


"Sudah siap tuan?" tanya juki salah satu supir pribadi keluarga Candrama.


"Kita berangkat juki."


"Baik tuan." dengan semangat juki membuka pintu mobil penumpang.


Mobil sedan merk benz keluaran terbaru meluncur keluar melewati pintu gerbang yang sudah di buka, dua orang sekuriti dengan kepala setengah menunduk saat mobil itu melewati mereka.


Nadia tidak berselera makan hanya minum susu dan sedikit roti yang sudah disiapkan.


''Kita jalan sekarang Non?" tanya joni.


"Iya Pak....."


Pak joni yang panggil akrab itu melajukan mobilnya mengantar Nadia ke kampus.


Ditengah jalan pak joni memulai percakapan.


"Kenapa non apa ada yang tertinggal?"


"Tidak ada pak, lanjut saja."


Pak joni mengernyit karena terlihat sedang memikirkan sesuatu.


"Kalau ada yang ingin disampaikan pada saya silahkan non!" ucap pak joni meskipun usia nya sudah paruh baya dari pada juki tapi pak joni lebih enak diajak ngomong tidak kaku seperti pak juki yang sudah terbiasa menjadi sopir tuan Harvey.


"Pernahkah pak joni terlintas menjadi sopir waktu masih muda?"


"Hahaha.... sebenarnya tidak ada kepikiran jadi sopir atau cita cita menjadi sopir pribadi, itu semua karena ekonomi. Mau tak mau harus terima nasib jadi sopir non."


"Keluarga pak joni gimana?"


"Yaa.... harus ikhlas! meninggalkan istri dan anak saya dikampung."


"Berapa anak pak joni?"


"Anak saya 2 laki-laki 1 perempuan masih sekolah semua, yang besar Laki-laki masih SMA kelas 2."

__ADS_1


"Bagaimana hubungan pak joni dengan anak bapak?"


"Setiap hari non, kita berkomunikasi walaupun hanya sekedar sms atau telepon karena kita saling suport. Itu yang membuat saya semangat kerja dan syukur nya diterima kerja di tempat Non Nadia."


Mendengar cerita pak joni Nadia tersenyum, karena asyik mengobrol hingga tak sadar sampai di depan universitas Wijaya sakti.


"Terima kasih pak."


"Sama sama non."


Seperti biasa Nadia keluar dari mobil pak joni, dua bodyguard itu sudah datang duluan nunggu di dekat pos sekuriti. Dengan cuek Nadia melewati pos sekuriti itu bahkan pak sekuriti sudah hapal dengan hal itu.


"Pagi Nadia cantik." panggil salah satu cowok yang nongkrong di depan kelas.


"Eits!! jangan menggoda teman gw, mending belajar sono!" ketus Selvi yang muncul tiba-tiba.


"Ya elaahh.... yang disapa bidadari yang jawab mak lampir." ejek cowok itu yang diketahui nama nya Dimas.


"Hus cabut kalian bikin sakit mata gw, pagi pagi sudah menggoda anak orang." teriak selvi kesal dikatai mak lampir namun Nadia hanya tersenyum.


"Dasar mak lampir sudah mulai gila....huu....." seru mereka bersamaan kemudian pergi meninggalkan Nadia dan selvi.


"Masuk yuk." ajak selvi yang diikuti Nadia.


Tak berapa lama Dea sudah bergabung dengan mereka. Menurut selvi dosen yang mengajar pagi ini sungguh membosankan karena harus menghapal materi yang sudah di berikan dari dosen itu setiap pertemuan dengan nya.


"Hah..... akhirnya selesai juga hoam......." ucap Selvi karena bosan dan mengantuk.


"Membosankan! masa kita harus hapal semua materi dari nya." keluh Dea.


"Apalagi setelah ini dosen candra lebih parah, suka ngasih tugas dadakan kayak tahu bulat digoreng dadakan." timpal Selvi.


"Bener banget hari ini membosankan." celetuk Nadia.


"Semoga aja beliau sedang ada keperluan jadi kita bisa bersantai tanpa tugas nya." ujar Selvi penuh harap.


"Semester 5 ini membuat sakit kepala." ucap Dea Setelah selesai kelas dengan pak candra.


"kita perlu healing gaes...mumpung akhir pekan." seru Selvi.


"Boleh tuh besok weekend bisa rebahan manja di atas kasur tercinta." sahut Dea.


"Nah.... kalau Nadia gimana?"


"Gw telpon pak joni dulu."


Nadia menghubungi pak joni mau ngabarin jika sepulang kuliah mau jalan bareng temen nya. Dan Nadia pun tidak lupa kasih tahu dua pengawal itu takut kena adu. Asal ada bodyguard, Nadia bisa pergi ke mana mana.


"Bagaimana?" tanya Dea dan Selvi kompak.


"Pak joni Oke, cuma..... dua herder itu tetap mengawasi gw."


Nadia naik mobil dengan selvi diikuti mobil Dea yang membawa mobil sendiri.


Mereka memutuskan nongkrong di cafe dengan nuansa romantis dan kekinian cocok untuk instagramable.


"Loh koq kesini sel?" tanya dea.


"Kita masuk dulu gaes...... kalian pasti suka." ajak selvi.


"Bagaimana nad?" selvi memastikan.


"Ya sudah kita masuk saja."


Mereka berjalan masuk kedalam cafe, dua bodyguard itu sudah ambil posisi yang tak jauh dari mereka.


Suasana cafe selalu ramai apalagi akhir pekan bahkan disajikan live music juga untuk menghibur pelanggan di cafe itu.

__ADS_1


Seorang waitress datang menghampiri mereka dengan menunjukkan menu makanan yang tersedia di cafe.


"Lo mau makan apa nad, de?" tanya selvi.


"Samain saja sama lo..


"Oke.... elo nad?" tanya selvi.


"Samain deh....


Selvi memesan Wagyu tenderloin steak medium ware dan minumnya Iced matcha boba late kepada waitress itu, tak menunggu lama pesanan sudah datang.


Saat sedang menikmati makan di panggung yang tidak terlalu besar crew band yang mengisi cafe bersiap untuk live music nya.


Saat sang vocalis mulai menyayikan lagu, semua pengunjung menikmati nya, begitu pun dea dan selvi. Ekor mata Nadia tak sengaja melihat cowok yang pernah menolong nya. Entah cowok itu melihat diri nya atau tidak karena terlihat fokus memainkan gitarnya.


Oh ternyata dia anak band juga. batin Nadia.


"Kenapa lo nad?" tanya dea ikut melihat sekilas yang diperhatikan Nadia.


"Nggak kenapa napa De." jawab nya.


"Enak banget suasana nya, ditambah live music nya makin romantis." ujar Nadia.


"Iya, disini memang enjoy gaes buat hangout." Jelas selvi.


"Ngomong ngomong lo nggak pernah kasih tahu nih tempat." tanya dea.


"Udah pernah tapi kita nggak ada waktu buat hangout bareng." jawab selvi.


"Bener banget soalnya banyak tugas kuliah kita." timpal dea.


"Hahaha makan nya otak kita jadi lemot." ujar selvi.


Mereka ketawa bahagia saling mengejek tapi juga saling menyayangi sebagai sahabat.


Waktu menunjukkan pukul 7 malam Nadia sudah merasa tidak tenang.


"Cabut yuk gaes.... dah malam." ajak Nadia.


"Eh iya sampai lupa waktu." seru Dea.


"Ya udah kita cabut sekarang, tuh bodyguard elo keliatan tak tenang." ucap selvi.


Nadia berpikir pasti bokap nya menanyakan keberadaan diri nya.


Mereka sepakat pulang masing-masing, Nadia juga sudah ditunggu pak joni.


Sesampainya di rumah ternyata Clarissa sudah pulang.


"Dari mana sayang, koq baru pulang?" Tanya Clarissa sambil sibuk membaca majalah yang pasti tentang keberhasilan nya menyelenggarakan pameran di Paris jadi topik berita di tabloid itu. Belum sempat menjawab pertanyaan Clarissa, Nadia di kejutkan dengan suara Madia.


"Surprise........" teriak Madia dari arah tangga.


Nadia menoleh saat melihat kakak tersayang sudah berada di rumah.


"Kak Madia......." senyum cerah di wajah Nadia.


"Aunty......." suara anak kecil sambil belari menghampiri Nadia.


"Eh Danish........aunty kangen banget." Nadia memeluk bocah kecil itu sebelum radit nempel ke Clarissa.


"Dari mana? koq baru pulang? Kami tunggu dari tadi." tanya Madia.


"Jalan sama teman kak. Mana mas Raymond kak?"


"Dia nggak ikut. Kakak kesini bareng mami pas kebetulan lagi di Paris jadi kakak samperin, kan katanya kamu kangen sama kakak?"

__ADS_1


"Iya Nadia kangen sama kakak apalagi tuh bocil, gemes!" Nadia memeluk kakaknya hingga akhirnya mereka mengobrol bersama di ruang tengah tanpa tuan Harvey yang masih sibuk di ruang kerja nya.


__ADS_2