
Karena gengsi selalu membuat semuanya menjadi lebih rumit....
triiiiiingg............
suara Bel sekolah tanda upacara akan segera dimulai telah terdengar jelas, para siswa berlarian menuju lapangan sekolah
*Di kelas VII a
para siswi cantik itu pun bersiap untuk segera menuju lapangan sekolah
"Astaga" teriaknya dengan nada suara yang tinggi dan membuat temannya kaget
"Apasih ki?" ucap seorang temannya yang begitu kaget
"aaaaaaaaaaa Topi ku, Aku lupa membawanya" ucapnya dengan suara yang tinggi
"uhh Kia, dasar gadis ceroboh" timpal Airin sambil memegang jidat nya penuh kecemasan
ya Kia, dia gadis Cantik dengan mata besar yang indah yang dihiasi bulu mata yang lentik, serta hidung mancung menambah aksen cantik yang ia miliki meski kulitnya tak terlalu putih namun itu membuatnya terlihat manis, ia jg adalah anak yang sangat periang namun juga sangat ceroboh.
"mati aku, gak bawa topi artinya bakal dapat hukuman, padahal aku juga belum mengerjakan tugas dari guru killer itu" kata Kia yg berhasil membuat ke empat temannya kaget setengah mati
"Hah?" ucap ke empat temannya secara bersamaan dengan berteriak
"kau ini benar benar gadis ceroboh" ucap vivi sambil mencubit lengan temannya
"Auuuhh, ayo kelapangan nanti kita semua terlambat dan hukumannya akan di tambah" sambil mengajak temannya keluar dari ruangan agar ceramah dari teman temannya segera berakhir
*Lapangan sekolah
"Mati aku" gumam kia setelah melihat guru BP berjalan ke tengah lapangan
dan benar saja
"Semua Siswa siswi yang tidak menggunakan Atribut lengkap segera mengambil barisan di sebelah kanan saya" ucapnya dengan tegas menggunakan microfon yg ada di tengah lapangan
dan semua siswa siswi yang di maksud segera mengambil barisan masing masing termasuk juga Kia menghadap kearah matahari sebelum membuat guru BP murka
"Mampusss" kia membatin sambil mengatai dirinya sendiri "betapa bodohnya aku ini" tak henti hentinya ia mengatai dirinya sendiri
__ADS_1
pelaksanaan pengibaran bendera pun dimulai, matahari semakin lama semakin menyengat sampai ketulang tulang membuat siapapun yg berada di bawahnya akan terasa seperti ikan yang sedang di bakar di atas arang.
Upacara bendera selesai, namun tidak dengan hukuman hormat bendera bagi anak anak yang tidak menggunakan atributnya secara lengkap.
Kia adalah satu satunya perwakilan dari kelas nya yang berdiri menghormati bendera di bawah teriknya matahari hari ini, sungguh memalukan bagi Kia, apalagi mengingat wali kelasnya yang pasti akan menceramahi dirinya setelah hukumannya berakhir, dikarenakan kelas Kia merupakan Salah satu kelas unggulan dan dikenal dengan kedisiplinan dan kepintaran para siswa siswinya, namun Kia bisa dibilang adalah salah satu pembuat onar di kelasnya, bukan tentang kenakalannya, tapi seringkali karena keterlambatan nya atau kelupaannya tentang tugas tugasnya, namun sebenarnya Kia adalah siswi yang pintar maka dari itu wali kelasnya tetap memaafkan dirinya meskipun harus melewati ceramah panjang yang menghabiskan waktu istirahatnya tanpa beristirahat.
"Awas" teriak seseorang dari dekat lapangan
Sontak semua orang yang berbaris menengok ke arahnya dan
plakk......
"Awwwwwww" kia teriak meringis kesakitan karna sebuah botol minuman berisi penuh tepat mengenai keningnya
"Gak sengaja" kata seseorang yang menghampirinya
"Hah? Gak Sengaja? Otak kamu di kemanakan?" kata kia dengan keras dan masih memegangi keningnya yang kesakitan
"Ya gak sengaja, kenapa kamu jadi harus marah marah seperti ini" ucapnya dengan nada yang tak kalah tinggi dari Kia
Kia menatapnya dengan tatapan mematikan
"Sudah ku bilang aku tidak sengaja" ucap tian dengan suara yang tak kalah tinggi dari kia
Tian, Gustiawan, laki laki populer yang sangat pintar di sekolah, tak hanya itu, tubuhnya yang tinggi dan berkulit putih serta alis yg tertata sempurna diwajahnya ditemani dengan hidung mancung nya bak orang arab yang sedang nyasar di negara ini membuat para siswi di sekolahnya sangat ingin dekat dengannya namun sangat jarang ia ingin menyapa para perempuan perempuan itu.
"Hei Tuan Arogan, kau fikir kau ini siapa? Melemparku dengan botol minuman berisi penuh dan kau hanya bilang TAK SENGAAAJAA dan tanpa meminta maaf?" ucap kia dengan menekan kata Tak sengaja saat mengucapkannya
"Tapi aku memang tak sengaja, kenapa kau begitu ke GR-an dengan berfikir bahwa aku sengaja melemparkan minuman itu padamu?" kata tian dengan nada tak bersalah
"Heii Tuan... Kau fikir botol itu mempunyai sayap untuk terbang kearahku begitu saja?" ucapnya dengan senyum penuh amarah
"Kalau begitu anggap saja botol minuman itu milikmu sebagai permintaan maaf ku" lalu melangkah pergi tanpa rasa bersalah
Bughhh....
Sesuatu yg keras mengenai bahu laki laki tampan itu dan membuatnya langsung berbalik badan
"Bagaimana ini, Aku Tak sengaja" kata kia sambil tersenyum sinis penuh kemenangan
__ADS_1
Tian menghampirinya dan
"Apa maksudmu dengan melemparku? Kau balas dendam padaku?" raut wajah kesal tampak jelas di wajah nya
"Bukankah sudah ku katakan bahwa aku tak sengaja" sambil menirukan gaya tian yang tadi mengatakan hal yang sama kepadanya
"Hei nona, berani sekali dirimu" masih dengan kekesalannya
"Apa yang harus ku takutkan darimu?" sambil menaikkan sebelah alisnya dan disertai senyum sinis diwajahnya
"Kauuu inii" kata Tian yang sudah sangat geram dan segera pergi meninggalkan lapangan upacara menuju kelasnya
Dan Kia hanya tersenyum menang.
Sementara kejadian itu berlangsung para gadis penggemar tian disisi lapangan seolah sudah siap menerkam Kia karna telah berani melawan Tian
"Berlipat lipat lah masalah ku hari ini" Gumam kia memperhatikan para gadis penggemar Tian di sisi lapangan sambil menggeleng gelengkan kepalanya
*kelas VII a
"Gadis bodoh" gumam Tian dan berjalan kearah jendela kelas
"Kenapa kau begitu ceroboh dan bodoh" batinnya setelah sampai di dekat jendela dan melihat keluar
"Harusnya kau tak usah berdebat denganku tadi, dasar keras kepala" ia kembali bergumam dengan suara yang sangat pelan hingga tak ada satupun orang yang mungkin mendengarnya
Tian terus saja melihat keluar dan tak menyadari bahwa bel masuk telah berbunyi dan seseorang menyadarkannya dari lamunannya
"Tian, pak wanto sudah ada di depan kelas, apa kau masih akan tetap berdiri disitu" ucap seorang gadis bernama Tata yang juga merupakan salah satu penggemar dari Tian yang kebetulan sekelas dengannya
"Oh iya" kata tian datar dan melangkah ke tempat duduknya
Karna bel masuk telah berbunyi artinya hukuman hormat hormat bendera pun selesai, kia dengan keringat yang bercucuran berjalan ke dalam kelasnya dan menghampiri pak Wanto yang telah lebih dulu berada dalam ruangan itu
"Maaf pak, saya tadi dapat hukuman" sapa nya dengan sopan dan masih membersihkan keringat yang ada di wajahnya dengan tangannya
"Duduklah" kata pak wanto mempersilahkannya untuk segera duduk
Sementara itu mata Tian terbelalak melihat kening kia yang sedikit membiru, ia terus menatap kia dengan ekspresi kaget luar biasa, untung saja tak ada yang menyadari nya dan ia segera mengalihkan pandangannya pada buku di atas meja nya
__ADS_1
"Apakah aku tadi melempar terlalu keras? Apakah itu karna ulahku? Ia itu pasti karna ulahku, aku, kenapa aku begitu keterlaluan, aku tidak bermaksud seperti itu, aku tak bermaksud mengenainya, apalagi harus mengenai wajahnya, aku hanya ingin memberinya minuman itu, kenapa ia harus berbalik tadi, tidak ini salahku, kenapa aku melemparnya begitu keras, kenapa aku melemparnya" perasaan bersalah terus menghujam di hati Tian, batinnya terus saja bertanya mengapa ia melakukannya, ia merasa sangat bersalah namun ia enggan untuk meminta maaf karna itu tak mungkin untuknya, gengsinya terlalu tinggi untuk melakukan itu.