Cinta? Entahlah...

Cinta? Entahlah...
Hai, Ruang BP


__ADS_3

“Dalam beberapa hal, kadang kita memang harus memilih diam dan disalahpahami untuk menutupi sesuatu yang tidak bisa kita jelaskan.........”


Pintu ruangan kelas telah terbuka, dan jam pertama segera dimulai.


“letakkan buku tugasnya di meja masing masing, dan yang tidak menyelesaikan tugas, silahkan berdiri di depan sebelum saya duduk” terang Guru yang tengah berjalan kedalam kelas sambil membawa buku bukunya dan meletakkannya dengan cukup keras ke meja.


Semua orang terlihat sedang menaikkan buku tugas berwarna hijaunya keatas meja masing masing, kecuali Kia.


Ia berjalan kedepan dan berdiri tepat di depan guru perempuan yang seolah siap menerkamnya itu semenjak ia berdiri dan mulai berjalan kearahnya.


“Maaf Bu, Saya tidak punya tugas” Terang Kia sambil menunduk kearah lantai dengan suara kecil


“Lihat, lihat si anak pemalas ini, sudah tidak masuk sekolah seenaknya, tidak ada pemberitahuan, tidak ada usaha untuk mempertanyakan tugas dan catatan kepada temannya, seolah ia tak punya beban apa apa” ucap sang Guru yang menjudge begitu saja sambil menunjuk Kia seolah tau semuanya dengan nada sedang mempermalukan Kia di depan teman temannya.


Tak seperti biasanya, kali ini Kia hanya diam dan terus menundukkan kepalanya dan menghadap lantai, seolah menerima semua yang di katakan sang guru kepadanya.


“Bu”sangga Vivi sambil mengangkat tangan karna tak terima Kia di perlakukan seperti itu.


“kenapa?” tanya gurunya yang tak terima pembicaraannya di sambung


“kita belum mendengar alasan Kia Bu, Kia pasti punya alasan, beri dia kesempatan menjelaskannya” kata vivi sambil berdiri dari tempat duduknya


“Tau apa kamu? Bukankah kamu temannya? Jika dia menganggapmu teman, setidaknya dia akan memberitahukan alasannya kepadamu, tapi dia tidak memberitau kamu apapun juga bukan?” terang sang guru dengan nada tinggi yang tidak terima dengan permintaan vivi


“tapi bu, tetap saja, Kia pasti punya alasan untuk semuanya” ucap vivi yang tetap tak terima temannya diperlakukan seperti itu.

__ADS_1


“kalau kamu tidak terima, berdiri di depan saja bersamanya. Kamu tidak perlu mengikuti kelas saya” bentak sang guru


Keadaan kelas semakin memanas hingga akhirnya Kia angkat bicara karna tak ingin temannya dihukum.


“Sudah Bu, Saya salah, Tidak perlu membawa vivi dalam masalah kemalasan saya, memang saya yang pemalas, dan tidak berusaha” ucap Kia melerai dan seolah menerima seluruh ucapan gurunya itu terhadap dirinya


“jadi, saya harus apa bu?” sambung Kia


“Pergi keruang BP kamu sekarang, dan bersiaplah di keluarkan dari sekolah ini” Tegas sang guru yang menyuruh Kia pergi


“baik bu, permisi” Kia tidak ingin memperpanjang masalah hingga menerima apapun yang dikatakan padanya


Disisi lain Tian terus menatap Kia, ingin sekali rasanya Tian marah kepada gurunya, karna memperlakukan Kia seperti itu namun ia menahannya karna tak ingin Kia dalam masalah besar dan makin marah padanya.


Kia sudah sampai tepat di depan ruang BP


“Haiiiiiii Ruang BP, kita bertemu lagi, nampaknya Kamulah yang paling merindukan aku bukan? Iyakan?” Kia berbicara pada pintu itu lalu tertawa kecil seolah pintu itu bisa mendengarkan dan menjawab dirinya


Sambil perlahan menggerakkan gagang pintu untuk membuka pintu berwarna Kecoklatan itu, Kia kembali berbicara lagi


“aduuh matilah aku, tolong jadilah saksi atas kematianku didalam sana wahai Pintu sahabatku” seolah benar benar bisa berbicara dengan sang pintu


Kia perlahan berjalan menuju kursi panas ruang BP itu dan duduk disana setelah di perintahkan oleh guru Killer yang di beri julukan oleh Kia (Hantu penunggu kursi ruang BP)


Setelah hampir satu jam di ruang BP mendengarkan ceramah panjang Kia akhirnya di izinkan keluar dari sana, tidak seperti biasanya, Kia yang biasanya selalu menyangga perkataan guru killer itu seolah punya sembilan cadangan nyawa hari ini tak menyangga satupun, yang ia tau ia tak ingin mendapatkan masalah apapun jadi ia hanya memilih diam.

__ADS_1


Lagi lagi ia diminta untuk berlari keliling lapangan sambil berteriak “saya pemalas” selama jam istirahat lalu di minta untuk membersihkan toilet sekolah jika bel masukk sudah berbunyi


*dilapangan


Kia terus berlari sambil berteriak “saya Pemalas.... saya pemalas...saya pemalas” sambil sedikit menunduk, karna begitu banyak siswa yang memperhatikan dan menertawainya, juga tak sedikit yang meneriakinya dengan kata “sampah sekolah”, namun Kia sedikitpun tak membalas, Kia hanya terus berlari dan mengepalkan tangannya karna sedang menahan emosi karna tak ingin menambah masalah lagi


Tak seorangpun teman Kia yang diizinkan membantunya, jika ada yang membantu hukuman untu Kia akan terus di tambah


“dasarrrr Sampah Sekolah” teriak Tata dipinggir lapangan sambil tertawa dengan teman temannya


Semua anak di pinggir lapangan tertawa puas melihat Kia menjalani hukuman itu, Hya, bagaimana Tidak hampir 60% perempuan disekolahnya memang tidak menyukai dirinya, karna menurut mereka hanya Kia yang selalu berhasil mengambil perhatian sang pangeran sekolah, Tian, meskipun hanya terus berdebat para penggemar Tian tetap tak menyukainya.


Tian yang terus memperhatikan Kia dari Jendela kelas terus mengepalkan tangannya dengan keras


“sebenarnya apa masalahmu Nona, kenapa kau jadi seperti ini, kenapa tak kau bungkam mulut mereka seperti yang biasa kau lakukan, kenapa kau jadi diam seperti ini” gumam Tian dengan sangat kesal namun tak bisa melakukan apa-apa.


“Hufttttt...................................................” Kia berusaha mengatur nafas sambil melirik jam tangannya


“Dua menit Lagi................


Kamu bisa Kia, tinggal dua menit lagi...” Ucapnya menyemangati diri sendiri


....Ting..ding..ding.......... Perhatian perhatian, Jam istirahat telah selesai, para siswa di wajibkan kembali ke kelas (Suara bel sekolah)


“Hyaaaaaaaaaa........ untunglah” kata Kia dan berhenti berlari

__ADS_1


Artinya hukuman pertama sudah selesai. Tinggal bersiap untuk hukuman yang lebih besar


Kia duduk ditengah Lapangan untuk beristirahat sebentar, sambil memperhatikan para siswa yang lain sudah bubar untuk kembali kekelas masing masing...


__ADS_2