Cinta? Entahlah...

Cinta? Entahlah...
ketidakjelasanmu


__ADS_3

setelah banyak hari terlewati, masih bisakah aku berdiri, setelah banyak luka yang menghantam hati masih bisakah aku disini?


.


.


Kia tertegun, melihat kearah rerumputan hijau yang terasa sangat menyegarkan pagi pagi buta begini.


ia sedang duduk di taman sekolah yang belum ada siapapun disana.


ia menarik nafas dalam dalam berulang ulang kali lalu menghembuskan nya dengan kasar seolah masalah hidupnya memanglah terpampang jelas di raut wajahnya.


setelah banyak masalah yang menghampiri dirinya, wajar saja jika ia merasa hatinya memang benar sedang tidak baik baik saja.


ia barulah anak usia belasan tahun yang baru saja sedang beranjak dewasa namun masalah terus saja mengantri untuk membersamainya.

__ADS_1


Tap...tappp.ttappp.....


suara langkah kaki terdengar di telinga kia, ia menoleh kearah koridor sekolah, matanya menyusuri dari jauh setiap teras kelas, dan memperhatikan siapa yang juga datang sepagi ini seperti dirinya, apakah ia adalah orang yang juga sedang menghadapi banyak masalah, pertanyaan pertanyaan itu bermunculan begitu saja di kepalanya sembari terus mengamati dari arah mana suara langkah kaki itu berasal, hingga akhirnya, seorang anak laki laki terlihat sedang menghentikan langkah kakinya tepat sejajar dengan kursi taman yang sedang di tempati oleh kia, cukup jelas, walau jarak diantara mereka cukup jauh namun kia sudah tau siapa yang sedang berdiri di seberang sana, dari arah depan salah satu kelas yang mengarah persis ke kursi taman sekolah, ia berdiri dan menatap kia dari jauh..


cikk.... kia berdengus kesal...


dia lagii... kenapa juga dia harus datang sepagi ini, semacam dia punya masalah saja, mengganggu saja rasanya. Kia terus saja bergumam yang suaranya hanya bisa di dengar oleh dirinya sendiri.


apa apaan dia, kenapa dia terus saja berdiri disana, membuatku merasa risih saja. Kia membatin.


kia berjalan kesal, sambil menghentak hentakkan kakinya menaiki satu persatu anak tangga, sampai akhirnya ia sampai pada sebuah kursi duduk yang berada di antara dua gedung yang di hubungkan oleh tangga yg di tapaki satu persatu oleh kia.


masih pagi seperti ini rasanya moodku sudah benar benar berantakan, aku tak suka tatapan seperti itu, kenapa dia menatapku seperti itu, sangat tidak jelas, memang aku kenapa, apakah aku terlihat buruk sehingga di beri tatapan seperti itu, a sudahhlah, terserah orang orang saja, yang perlu ku lakukan hari ini adalah bagaimana melewati hari ini seperti kemarin, itu saja, aku tidak ingin berfikir terlalu banyak. kia terus Saja berbicara sendirian memberikan pertanyaan lalu menjawabnya.


tappp...tapp..tappp.........

__ADS_1


sudah terdengar suara sepatu mulai bising di telinga Kia, dan anak anak juga sudah mulai berdatangan, membuat kia buru buru meraih kembali tas nya dan segera berlari lagi Melawati anak tangga agar ia bisa sampai ke ruang kelasnya...


Ruang kelas*


Kia mendorong pintu kelas dan melihat Tian sudah duduk dengan gaya khas yang ia miliki di tempat duduknya.


terlihat Tian hanya fokus pada layar handphone yg ada di genggamannya dan kia pun segera duduk di kursi miliknya.


senyap.. tanpa suara... sangat hening rasanya.... sampai bernafaspun terasa begitu sulit.


.


kemana anak laki laki tadi yang menatapku itu, kini berada di ruangan yang sama menyapa pun ia semacam enggan, dasar manusia dengan ribuan ketidakjelasan, kia terus saja memaki Tian di dalam hatinya sembari terus menatap kearah Tian. namun Tian tidak memperdulikan keberadaan nya sama sekali, Tian hanya terus fokus dengan layar yang sedang ia genggam.


sampai akhirnya anak anak sudah berdatangan dan memasuki ruangan tersebut dengan sangat ramai, di sertai suara dan gaya mereka masing masing, seperti yang terjadi setiap harinya, namun Tian rasanya terus berubah dan susah di tebak, kadang ramah seperti teman baik, kadang diam seperti biksu, kadang bikin emosi seperti menyatakan perang, bagi kia, Tian hanya terlihat seperti itu. manusia dengan ribuan ketidakjelasan.

__ADS_1


__ADS_2